Dua Oknum TNI Pecatan Jadi Kurir Narkoba


Dua Oknum TNI Pecatan Jadi Kurir Narkoba

Dua tersangka kurir Narkoba, mantan anggota Marinir yang telah dipecat kesatuannya. (Sripokumcom/Sugih Mulyono). Read more of this post

Si Kembar Dijadikan PSK


Di Kedai Kopi, Tarif Rp 150 Ribu


Si Kembar Dijadikan PSK
Diperiksa: Kapolres Muba, AKBP M Ridwan SIK, saat mewawancarai kedua korban dan tersangka Syamsudin (baju tahanan) yang sedang diperiksa Unit PPA Satreskrim Polres Muba.

* * * * * * * * * * * * * * *

SEKAYU – Si kembar yang masih di bawah umur, harus berjuang untuk hidup. Ayahnya meninggal dunia, ibunya menikah lagi. Tinggal bersama neneknya, tak mampu menafkahi Mawar (15) dan Melati (15). Bekerja di sebuah warung kopi, si kembar malah di paksa menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Hampir sebulan melayani tamu hidung belang dengan tarif Rp 150 ribu sekali kencan, si kembar itu diselamatkan aparat Satreskrim Polres Muba. Pemilik warung kopi, Syamsudin (45), ditangkap polisi, Kamis (3/9), sekitar pukul 16.00 WIB. ‘Kami menyelidikinya selama beberapa hari,” ujar Kapolres Muba, AKBP M Ridwan SIK, didampingi Kasat Reskrim N Edyanto, kemarin (6/9).

Read more of this post

Korban Trafficking Meningkat


2015, Sudah Temukan 8 Korban

Korban Trafficking Meningkat
Ingin Pulang: Fe dan Ra berasal dari Cibaduyut, Bandung, menjadi korban human trafficking ingin pulang ke rumah saat berada di kaontor P2PA, kemarin.

* * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG – Trafficking (penjualan orang) sudah lama terjadi. Hanya saja, semakin ke sini sudah banyak laporan sehingga angkanya pun selalu mengalami peningkatan. Bahkan kemarin, Badan Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak Sumsel mendapatkan dua korban trafficking asal Bandung yanfg dipekerjakan di Linggau. Hal ini dikatakan Susna Sudarti, Kepala Badan P2PA, kemarin (4/9).

Dijelaskannya, sebelumnya pihanya menerima fax dari Badan Permerdaya Perempuan di Bandung, Jabar. “Mereka menginformasikan terjadinya trafficking warga dari Jabar kerja di Linggau ,” imbuhnya.

Apalagi, yang menjadi korban trafficking ini merupakan dua orang anak yang baru berumur 14 tahun. “Setelah dilacak tim dan koordinasi dengan pihak Polres Lubuklinggau keduanya langsung ditemukan dan dibawa kemari,” terangnya seraya mengatakan, keduanya baru datang ke P2PA pukul 03.00 WIB.

Read more of this post

Jerat Wanita Muda, Dijadikan Pemuas Nafsu


Kasus Human Trafficking di Eks Lokalisasi Teratai Putih

Jerat Wanita Muda, Dijadikan Pemuas NafsuPALEMBANG – Kasus Human Trafficking (perdagangan manusia, red) di eks Lokalisasi Teratai Putih, Kampung Baru kembali terkuak. Sebelumnya SM (16) dan NE (18), warga Bandung Barat, dijadikan PSK di eks lokalisasi Teratai Putih. Namun korban berhasil kabur Minggu (23/8) setelah berpura-pura hendak membeli pulsa.

Terbaru, janda anak satu, CN (20) asal Bandung mendatangi Mapolda Sumsel, Jumat malam (28/8). Wanita muda itu menjadi korban perdagangan manusia oleh mami berinisial L, di wisma eks lokalisasi Kampung Baru.

Diceritakan, jika ia pernah bertemu L Januari lalu di Bandung. Korban diajak bekerja di Palembang sebagai pelayan rumah makan. Tiba di Palembang, disuruh untuk melayani pelanggan laki-laki yang berkunjung di kafe atau wisma pelaku. Korban juga dipaksa untuk menandatangi kontrak kerja di atas materai oleh pelaku.

Dengan kontrak kerja selama enam bulan, korban tidak berdaya, dan menyetujui kontrak tersebut sengan upah Rp 80.000 per setengah jam. “Saya diupah Rp 120.000 per perlanggan, untuk saya Rp 80.000 dan Rp 120.000 dibagi dua lagi dengan LN,” ungkap korban.

Read more of this post

Kedua Korban Dipulangkan


Kedua Tersangka Dipulangkan PALEMBANG – Penyidikan kasus dugaan human trafficking yang akan dijadikan pemuas nafsu lelaki hidung belang di eks lokalisasi Teratai Putih, Kampung Baru, Palembang, masih berjalan. Belum ada penambahan tersangka dalam kasus tersebut, terkait perekrutan kedua korban dari kampung halamannya di Jawa Barat dan tiba di Kampung Baru, Palembang.

“Tersangk hingga saat ini masih tetap satu orang, dan masih terus diperiksa terkait keterangan saksi korban (SM dan NE, red),” ujar Kapolsekta Sukarami, Kompol Nurhadiansyah, kemarin (25/6). Sebab sebagaimana dikatakan korban, mereka awalnya akan dipekerjakan sebagai pelayan toko di Palembang. Bukan untuk pekerja seks komersial.

Read more of this post

%d bloggers like this: