Presiden Joko Widodo Jalan 200 Meter Lihat Gambut Terbakar


Lalai, Izin Tempirai Dicabut


Presiden Joko Widodo Jalan 200 Meter Lihat Gambut Terbakar
Turun Langsung: Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati OKI Iskandar, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Sekjen Kemen LH dan Kehutanan Bambang Hendryono (pegang kertas), Serta Menteri PU Basuki Hadimuljono tinjau lokasi kebakaran lahan di OKI, Sumsel, kemarin.

* * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG – Kalau blusukan di tengah pasar, sepertinya sudah menjadi ikon Presiden Joko Widodo. Kemarin (6/9) tidak biasanya. Jokowi terjun langsung ke lokasi lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

OKI merupakan salah satu kabupaten penyumbang titik api (hot spot) tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan setelah Musi Banyuasin (Muba). Di sana ada sekitar 50-an perusahaan perkebunan mulai dari sawit, karet, hingga HTI (Hutan Tanaman Industri).

Areal lahan yang terbakar cukup luas, 1.000 hektare. Dan sekitar 200 ha dalah milik PT Tempirai. Sebuah, perkebunan kelapa sawit di kawasan Dusun Sepucuk, Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI.

Read more of this post

Advertisements

Krisis Air, Warga Gunakan Kubangan


Krisis Air, Warga Gunakan Kubangan
Kubangan: Di musim kemarau saat ini, warga Desa Simpang Solar terpaksa mengambil air dari tempat minum ternak dan hewan liar. Ini dilakukan akibat sumur-sumur warga mulai mengering.

* * * * * * * * * * * * * * *

PALI – Berkepanjangannya musim kemarau sejak tiga bulan terakhir ini membuat sebagian warga Desa Simpang Solar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Panungkal Abab Lematang Ilir (PALI) muali mengalami krisis air bersih. Tak ayal, untuk memenuhi hal tersebut, air kubangan tempat hewan ternak minum pun terpaksa dimanfaatkan.

Nurhayati, salah satu warga Desa Simpang Solar mengatakan, bahwa dirinya sudah hampir satu bulan terakhir ini mengambil sisa-sisa air yang berada di aliran sungai di desanya. Air itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan mencuci pakaian, perabot rumah tangga, dan mandi keluarganya.

Read more of this post

Berjudi, Siswa SD hingga SMA


Digerebek Polwan

Berjudi, Siswa SD hingga SMA
Gerebek: Tiga anggota polwan Polres Empat Lawang menggerebek perjudian di pos linmas Desa Puntang, Kecamatan Sikap dalam, kemarin (6/9). Ternyata para penjudinya masih berstatus pelajar. Mereka yang ditangkap berjudi, dipulangkan setelah dipanggil para orang tuanya.

* * * * * * * * * * * * * * *

EMPAT LAWANG – Miris hasil penggerebekan yang dilakukan aparat Polres Empat Lawang, Minggu (6/9). Dari sembilan penjudi yang ditangkap, rata-rata masih berstatus pelajar. Mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Mereka berjudi di pos linmas, pinggir jalan Desa Puntang, Kecamatan Sikap Dalam. Dari tempat kejadian perkara (TKP), didapati barang bukti kartu remi, uang taruhan pecahan Rp 1.000-Rp 10.000. Kesembilan pelajar itu, kemudian digelandang ke Mapolsek setempat.

Read more of this post

Si Kembar Dijadikan PSK


Di Kedai Kopi, Tarif Rp 150 Ribu


Si Kembar Dijadikan PSK
Diperiksa: Kapolres Muba, AKBP M Ridwan SIK, saat mewawancarai kedua korban dan tersangka Syamsudin (baju tahanan) yang sedang diperiksa Unit PPA Satreskrim Polres Muba.

* * * * * * * * * * * * * * *

SEKAYU – Si kembar yang masih di bawah umur, harus berjuang untuk hidup. Ayahnya meninggal dunia, ibunya menikah lagi. Tinggal bersama neneknya, tak mampu menafkahi Mawar (15) dan Melati (15). Bekerja di sebuah warung kopi, si kembar malah di paksa menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Hampir sebulan melayani tamu hidung belang dengan tarif Rp 150 ribu sekali kencan, si kembar itu diselamatkan aparat Satreskrim Polres Muba. Pemilik warung kopi, Syamsudin (45), ditangkap polisi, Kamis (3/9), sekitar pukul 16.00 WIB. ‘Kami menyelidikinya selama beberapa hari,” ujar Kapolres Muba, AKBP M Ridwan SIK, didampingi Kasat Reskrim N Edyanto, kemarin (6/9).

Read more of this post

Tunggu Runtuh


Jembatan Gantung Rusak Berat

Tunggu Runtuh
Bukan Atraksi Sirkus: Seorang warga melintasi jembatan Air Semaye menggunakan sepeda motor dengan hati-hati. Tampak papan kayu yang digunakan sebagai lantai jembatan lepas sehingga mengancam keselamatan jiwa penggunanya.

* * * * * * * * * * * * * * *

MUARADUA – Lapuk dimakan usia dan diterpa cuaca, lantai jembatan gantung di Desa Galang Tinggi, Kecamatan Mekakau Ilir rusak berat. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses utama warga tiap dusun.

Rusaknya lantai jembatan mengakibatkan warga di dusun I,II, dan III kesulitan mengangkut hasil pertanian. Tak hanya itu, warga khawatir saat melintasi jembatan yang terancam runtuh.

Kepala Dusun I Desa Galang Tinggi, Lukman mengatakan, jembatan sepanjang 65 meter tersebut dibangun pada 2003 silam. Jembatan itu merupakan akses menuju tiga dusun yang dihuni lebih dari seribu warga.

Read more of this post

%d bloggers like this: