Mengenal Tradisi Cap Go Meh di Pulau Kemaro


Potong Kambing hitam dan Lepas Lampion terbang

Mengenal Tradisi Cap Go Meh di Pulau Kemaro
Kunjungan umat dan wisatawan mulai meramaikan Pulau Kemaro, kemarin. Hari ini, puncak perayaan Cap Go Meh digelar di sana

______________________________

Cap Go Meh merupakan istilah yang berasal dari dialek Hokkian. Artinya adalah malam kelima belas. Merupakan tanggal 15 bulan pertama dan hari terakhir dari perayaan tahun baru Imlek (Sin Cia). Di Palembang, perayaan ini dipusatkan di Pulau Kemaro. Tradisi itu dilestarikan hingga kini.

================================

Dwi Apriani – Palembang

================================

Pulau Kemaro. Nyaris tak ada yang tidak pernah mendengar nama lokasi ini. Sebuah daratan kecil di pinggir Sungai Musi. Pulu ini mengingatkan kisah cinta seorang putra raja dari negara China bernama Tan Bun Ann dan putri raja setempat, Siti Fatimah.

Untuk menuju ke sana, bisa melewati ponton sepanjang 180 meter yang membentang dari dermaga eks Intirub ke Pulau Kemaro. Bisa pula menggunakan jasa tongkang gratis yang disediakan panitia Cap Go Meh.

Read more of this post

Mengenal Tradisi Rumpak-rumpakan di Kampung Arab Palembang


Penuh Keakraban, Jalin Silaturrahmi

Mengenal Tradisi Rumpak-rumpak di Kampung Arab Palembang
Akrab: Tradisi rumpak-rumpakan hingga kini tetap lestari di kalangan masyarakat keturunan Arab di Kampung Arab Kuto Palembang. Seperti halnya pada 2013 lalu, usai shalat Id, tradisi ini digelar dengan mengunjungi rumah warga.

________________________________________

Tradisi saat merayakan Idul Fitri memunculkan keunikan tersendiri di tengah masyarakat. Salah satunya adalah mengunjungi keluarga, kerabat, tetangga, dan teman untuk bersilaturrahmi dan saling bermaaf-maafan

* * * * * * * * * * * * * * *

Di Palembang, tradisi berupa sanjo atau rumpak-rumpakan tetap lestari. Bahkan, dipertahankan turun-temurun. Tak hanya di kalangan masyarakat Palembang, ternyata tradisi tersebut dilakukan juga oleh masyarakat keturunan Arab Hadramaut di Metropolis.

Rumpak-rumpakan merupakan tradisi silaturrahmi yang dilakukan secara beramai-ramai yang sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu. rumpak-rumpakan sendiri dilaksanakan selama dua hari bagi keturunan Arab Hadramaut di kawasan Ilir. (MORE….)

Tari Piring Nyaris Punah


Tari Piring Nyaris Punah
Jarang Tampil: Tari Piring banyak memiliki makna, sayangnya tari ini jarang tampil dalam setiap acara

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

MUSI RAWAS — Tari Piring memiliki makna heroik, perjuangan, dan kehati-hatian. Sayang kesenian ini jarang ditampilkan dalam pagelaran acara atau pesta di tengah masyarakat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mura menyebutkan kesenian Tari Piring merupakan satu dari 12 di antara kesenian tarian daerah Bumi Lan Serasan Sekantenan yang terinventarisasi dan kin nyaris punah. Ini karena tergerus kesenian modernisasi. Sampai saat ini tidak ada upaya pembinaan serius terhadap anak muda yang justru cenderung ke kesenian ala barat. (MORE…)

Tahun Kuda Penuh Makna


Kulit Kuda Melayang

Tahun Kuda Penuh Makna Menurut penanggalan lunar di tahun 2014 ini adalah tahun kuda kayu yang berawal dari tanggal 31 Januari 2014 dan berakhir tanggal 18 Februari 2014. Dalam budaya Tionghoa, kuda merupakan hewan yang mempunyai filosofi dan manfaat yang sangat banyak bagi manusia, sehingga kuda merupakan hewan yang dihormati. Sejak zaman dahulu, hewan kuda ini mempunyai cerita unik di awal musim semi. Setiap musim semi setiap pemilik kuda menempelkan couplet (ri xiang qian li lu ye zou ba bai cheng) yang artinya “siang hari berjalan ribuan mil, malam hari berjalan ratusan jalur”.

Dalam melewati tahun baru Imlek pun pemilik kuda bisa memberi makan kuda rumput yang bagus untuk ikut merayakan tahun baru Imlek. Ini melambangkan betapa berharganya kuda itu untuk kehidupan manusia. Sejak zaman dahulu kuda merupakan salah satu hewan yang sangat membantu kehidupan manusia, misalnya untuk di pabrik dalam memproduksi (sheng chan), transportasi (jiao tong), perang (zhan zheng) dan lain-lain. (MORE…)

Penghormatan Kepada Orang Tua dan Leluhur


Penghormatan Kepada Orang Tua dan Leluhur
Sembahyang: Masyarakat Tionghoa berdoa di Kelenteng 10 Ulu Palembang saat Tahun Baru Imlek 2565 yang jatuh pada 31 Januari kemarin

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Tradisi Tahun Baru Imlek di Indonesia masih kental dengan kebiasaan masyarakat di Tiongkok. Hal tersebut dikemukakan Darwis Hidayat sebagai salah satu tokoh Tionghoa di Palembang yang menuturkan mengenai tradisi dan kebiasaan masyarakat Tionghoa di hari special tersebut.

Seperti, di pagi hari yakni tanggal 1 bulan 1 kalender Imlek atau tepat pada 31 Januari 2014 kemarin, seluruh bagian keluarga memulai aktivitas dengan sembahyang dan berdoa kepada Thien ataupun Tri Ratna di altar leluhur yang berada di rumah. (MORE…)

%d bloggers like this: