Telok Ukan, Makanan Khas yang Hampir Punah


Telok Ukan, Makanan Khas yang Hampir Punah

Palembang, Kota wisata yang tidak hanya  terkenal dengan sungai musi dan Jembatan ampera, Empek Empek yang terbuat dari ikan dan dimakan dengan cuka selalu diminati sebagai panganan atau oleh oleh bagi para pengunjung wisata.

Berwisata ke Kota Palembang, jangan hanya kunjungi objek wisata Agama, Sejarah atau lainnya, kunjungi juga tempat tempat wisata kuliner yang tersedia, makan anda akan sangat puas.

Dalam program mingguan Trijaya bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia Sumsel (HPI), Travelling terungkap ada banyak lagi jenis jenis makanan lain yang kurang terangkat ke publik.  Latif, Pemandu wisata senior dari HPI mengaku sudah mengeksplor semua sudut kota Palembang dan menemukan makan khas di masing masing daerah.

“Di setiap sudut kota, makanan khas nya berbeda beda,  lihat saja dari namanya, Mie Celor 26 Ilir, Pempek 10 Ulu,  Kemplang 1 Ulu dan masih banyak lagi. Para wisatawan bisa datang ke tempat tempat nya langsung, tidak cuma makan di Mall, atau outlet outlet tengah kota, karena pasti akan menjadi lebih menarik dan berkesan,” ujar nya.

Ditanya tentang jumlah makanan yang dimiliki kota Palembang, latief mengatakan ada banyak, walaupun para wisatawan atau orang luar hanya mengetahui beberapa saja.

“Yang dikenal, paling pempek, model, tekwan, celimpungan, mak suba, 8 jam.. sementara yang lain ada banyak,” tambahnya.

Telok Ukan, salah satu jenis makanan yang bukan cuma kurang dikenal oleh wisatawan, bahkan tidak begitu banyak diketahui oleh warga Palembang.

“Telok Ukan makanan asli, sudah sejak lama. Prosesnya, Telur di lubangi dengan jarum, isinya di keluarkan lalu dicampur dengan aneka bumbu. Setelah itu dimasukkan kembali ke cangkang telur melalui lubang kecil tadi, dan ini sangat rumit,” jelasnya.

Harga 1 butir telok ukan hanya 2500 rupiah saja, namun penjual telok ukan sudah jarang di temukan di kota Palembang.

“Yang saya ingat. di Pasar 10 Ulu, disana ada penjual gerobak telok ukan, cuma satu itu, kalau masih ada,” terangnya.

Pelestarian budaya sudah dilakukan pemerintah dengan berbagai cara, namun alangkah lebih baiknya jika kebudayaan sederhana seperti kuliner yang hampir punah layaknya telok ukan juga diikutsertakan dalam program program sosialisasi budaya pemerintah agar kota palembang menjadi semakin kaya.

Sumber: trijayafmplg.net

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: