Presiden Joko Widodo Jalan 200 Meter Lihat Gambut Terbakar


Lalai, Izin Tempirai Dicabut


Presiden Joko Widodo Jalan 200 Meter Lihat Gambut Terbakar
Turun Langsung: Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati OKI Iskandar, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Sekjen Kemen LH dan Kehutanan Bambang Hendryono (pegang kertas), Serta Menteri PU Basuki Hadimuljono tinjau lokasi kebakaran lahan di OKI, Sumsel, kemarin.

* * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG – Kalau blusukan di tengah pasar, sepertinya sudah menjadi ikon Presiden Joko Widodo. Kemarin (6/9) tidak biasanya. Jokowi terjun langsung ke lokasi lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

OKI merupakan salah satu kabupaten penyumbang titik api (hot spot) tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan setelah Musi Banyuasin (Muba). Di sana ada sekitar 50-an perusahaan perkebunan mulai dari sawit, karet, hingga HTI (Hutan Tanaman Industri).

Areal lahan yang terbakar cukup luas, 1.000 hektare. Dan sekitar 200 ha dalah milik PT Tempirai. Sebuah, perkebunan kelapa sawit di kawasan Dusun Sepucuk, Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI.

Jokowi melihat langsung kondisi kebakaran di sana. Tiba sekitar pukul 14.40 WIB, dia menerobos teriknya matahari. Dengan hanya menggunakan helm safety saat meninjau proyek infrastruktur Tol Palembang-Inderalaya di Ogan Ilir (OI), Jokowi berjalan menyusuri areal gambut yang terbakar.

Baru berhenti 200 meter dari tempat kedatangan. Ketika itu, Jokowi berbincang dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Sedangkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang mengenakan masker dan Bupati OKI Iskandar SE tidak terlibat dalam pembicaraan itu.

Begitu juga Kepala BNPB Syamsul Maarif, Sekretaris Jenderal Kementerian LH dan Kehutanan Bambang Hendryono, serta Menteri PU Basuki Hadimuljono berjalan lebih dulu. Saat menyusuri areal gambut yang terbakar, Jokowi dan rombongan menggunakan jalan yang biasa dipakai tim pemadam gambut.

Asap terus mengepul dari gambut yang kedalamannya mencapai 5 meter itu. Jokowi mendatangi dan menyalami tim Manggala Agni. Juga satgas penanggulangan bencana asap OKI yang tengah bekerja memadamkan api.

Setelah peninjauan itu, Jokowi baru mendengarkan paparan langsung dari Bupati OKI terkait areal yang terbakar. Presiden mendapat penjelasan kalau PT Tempirai sudah berkali-kali diperingatkan pemerintah setempat agar bertanggung jawab menjaga lahannya jamgam sampai terbakar.

“Lahan di sekitarnya saja itu, menjadi tanggung jawab perusahaan. Apalagi ini masuk dalam HGU-nya (PT Tempirai). Dan yang terbakar tidak sedikit,” kata Jokowi sedikit kesal.

Karenanya, Jokowi mengintruksikan agar izin PT Tempirai dicabut. “Sudah saya sampaikan ke Kemenhut, kalai iya (lalai) cabut…cabut,” ujar Presiden. Hak Guna Usaha PT Tempirai di Desa Pulau Geronggang seluas 7.200 ha. Hanya saja, baru 3.000 ha yang diusahakan.

Di lokasi 200 ha gambut yang terbakar sekarang ini, dipastikan tiap musim kemarau selalu jadi masalah. Pendek kata, menjadi penyumbang asap di Sumsel. “Sanksi tegas harus diberikan. Untuk kelalainnya ini, izin PT Tempirai bisa dicabut. Sudah keterlaluan. Hal ini harus menjadi perhatian bagi perusahaan lain. Jangan sampai terjadi lagi kebakaran.”

Jokowi juga akan memidana perusahaan yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan. “Sudah saya perintahkan ke Kapolri untuk menindak setegas-tegasnya, sekeras-kerasnya untuk perusahaan yang tidak mematuhi.”

Lanjut Jokowi, perusahaan yang memiliki kepentingan di hutan harus bertanggung jawab menjaga hutan. “Sebetulnya juga harus bertanggung jawab terhadap kanan kirinya, terhadap hak yang sudah kita berikan kepada mereka,” ungkapnya.

Jokowi mengaku dirinya sengaja memilih Kabupaten OKI karena di Sumsel, daerah itu termasuk yang banyak titik api. Diketahui, dari 6 provinsi yang terjadi kebakaran lahan, Sumsel termasuk yang tertinggi. Kabupaten OKI penyumbang terbesar.

Selain PT Tempirai, kebakaran 600 ha lainnya juga terjadi di perusahaan perkebunan sawit lainnya. Titik api juga menyebar. Kemarin terdata di Sumsel ada 350 hot spot.

Dia memperingatkan agar ke depan upaya penanggulangan kebakaran hutan diantisipasi jauh-jauh hari. “Saya lihat petanya sudah ada. Tempat-tempat yang rawan terbakar itu sudah terdata.”

Tinggal lagi, tambah Jokowi, bagaimana upaya untuk bersama-sama menanggulanginya. “Mulai Januari-April itu, harus sudah mulai mengantisipasi. Biar ke depan tidak ada lagi asap yang sangat-sangat mengganggu,” tambahnya.

Jokowi juga tak mau lagi bicara soal penyebab. “Solusinya apa. Semuanya sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Dia meminta agar semua aparat terkait segera menyelesaikan pemadaman api. “Sekarang ya sudah, kerjakan di lapangan. Tapi tahun depan pencegahan harus dinomorsatukan,” tegasnya.

Bupati OKI, Iskandar SE menegaskan pihaknya sudah memperingatkan tidak saja terhadap PT Tempirai, tapi tak terkecuali seluruh perusahaan yang ada di OKI. “Ada 50-an perusahaan di OKI. Kita minta mereka berpartisipasi dalam menjaga kebakaran di dalam areal izin perkebunan maupun di luar perkebunan. Tapi, memang areal PT Tempirai paling banyak terbakar.”

Iskandar yang adik mantan Menko Perekonomian Hatta Radjasa itu, mendukung adanya sanksi yang diberikan Presiden. “Kalau saya memiliki wewenang langsung saya cabut, tapi karena yang mengeluarkan izin HGU adalah pihak provinsi, saya tak bisa berbuat banyak,” pungkas Iskandar. Usai meninjau areal kebakaran lahan, Jokowi mampir ke rumah dinas bupati sebelum bertolak ke Palembang untuk kembali ke Jakarta. Di tengah perjalanan pulang itulah, dia bagi-bagi buku dan kaos dengan warga desa.

Diketahui, Presiden dengan pesawat kepresidenan, BBJ-2 dari pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sekitar pukul 10.05 WIB. Saat itu, jarak pandang sudah normal, 1 km (1.000 meter).

Turun pesawat, kabut asap masih terlihat. Presiden Jokowi disambut Gubernur Alex Noerdin. Langsung masuk ke ruang VVIP bandara. Mendengarkan paparan terkait kondisi kebakaran lahan dan titik api di Sumsel.

“Kita akan pantau ke OKI. Melihat areal yang terbakar,” kata Jokowi kepada media. “Silakan ikut. Wawancara di lapangan,” katanya sembari naik mobil sedan hitam kepresidenan. Duduk paling depan, Gubernur Alex Noerdin. Paling belakang, Presiden Jokowi dan istri Iriana Jokowi. Sedangkan bagian tengah penuh tumpukan buku dan baju.

Rombongan meluncur ke OKI. Di tengah perjalanan, selama 20 menit Jokowi meninjau proyek, Jalan Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) di titik Nol Desa Ibul Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Tiba pukul 11.15 WIB, Jokowi turun. Di tengah pekatnya kabut asap, Jokowi didampingi Menteri PU Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, berjalan menyusuri proyek hingga 300 meter. “Progres jalan tol ini luar biasa. Padahal groundbreaking-nya 30 April lalu. Artinya baru berjalan empat bulan sudah luar biasa pekerjaannya, hingga mencapai 8,5 km,” kata Jokowi kepada wartawan.

Proyek tol yang dibangun di atas rawa-rawa dan harus ditimbun. Tanah urukan untuk menimbun, kedalamannya hingga 3,5 meter. “Sebelum ditimbun, rawa-rawanya harus disedot. Makanya saya bilang, pekerjaan ini luar biasa. Saya targetkan akhir 2017, tol Palindra sepanjang 22 km bisa diselesaikan.”

Pembangunan tol, murni menggunakan APBN, tahun jamak. Nilainya Rp3,301 triliun. Konstruksi yang dipakai sistem vakum. Lebih efisiensi dalam hal penggunaan dana.

Sebelum meninggalkan lokasi proyek jalan tol, Jokowi melepaskan helm safety ketika akan masuk mobil kepresidennya. Ia serahkan kepada ajudannya untuk diletakkan di tempat semula. Hanya, tiba-tiba Jokowi kembali memerintahkan ajudannya untuk mengambil kembali helm tersebut dan dimasukkan ke bagasi mobil. Jokowi sempat makan siang dan menjadi imam saat slahat di mushala di RM Sederhana, Inderalaya, Ogan Ilir.

Segera Lakukan Pemeriksaan
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Iza Fadri, memerintahkan pihak Polres OKI untuk segera mengusut kelalaian PT Tempirai dalam mengendalikan api di lahan gambut areal usahanya. “Kita periksa saksi-saksi yang mengetahui kebakaran lahan di lokasi tersebut. Termasuk perusahaan maupun masyarakat sekitar,” kata Kapolda, tadi malam.

Nantinya, bila keterangan dan alat bukti lain telah lengkap dan dianggap lalai akan ditindak tegas. “Sekarang belum ada tersangka dalam kasus kebakaran lahan di lokasi tersebut (PT Tempirai), kita masih melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Selain di lokasi yang sempat dikunjungi Presiden Jokowi, kepolisian juga telah melakukan pemantauan di lokasi-lokasi lain. Termasuk di wilayah perusahaan maupun milik masyarakat di Sumsel.

“Hasil terbaru sudah ada tersangka di Ogan Ilir (OI) dilimpahkan tahap dua ke kejaksaan. Juga ada tangkap tangan oleh masyarakat, pelaku pembakaran menggunakan obor di Musi Banyuasin. Kita belum tahu apakah pihak perusahaan atau kebun masyarakat yang dibakar, masih diperiksa,” ungkapnya.

Ditambahkannya satuan tugas (satgas) penanggulangan asap bersama pemerintah daerah telah disebar di beberapa titik yang rawan kebakaran lahan dan hutan. Dilibatkan pula jajaran Brimob Polda Sumsel dalam satgas ini. “Polres serta tingkat polsek sekalipun kami perintahkan untuk mengawasi aksi pembakaran hutan atau lahan,” tuturnya. (hak/gti/wia/sid/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 7 September 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: