Tak Hiraukan Keselamatan


Minim Angkutan Umum

Tak Hiraukan Keselamatan
Membahayakan: Minimnya angkutan umum di Kecamatan Tugumulyo memaksa pelajar naik atap angkutan yang melintas. Mereka tak lagi menghiraukan keselamatan. Pihak pemerintah bakal menertibkan dan merazia kendaraan seperti ini.

* * * * * * * * * * * * * * *

MUSI RAWAS – Apa yang dilakukan sejumlah pelajar di Kecamatan Tugumulyo tak patut dicontoh. Saat menumpang angkutan umum, mereka menaiki atap angkutan tersebut. Ini dilakukan usai pulang sekolah.

Kondisi ini membuat khawatir warga. Mereka meminta pemeritah bertindak tegas keberadaan angkutan umum yang dianggap meresahkan masyarakat. “Pengemudi atau sopir angkutan umum ini harus disanksi agar mereka jera dan tak mengangkut penumpang dengan cara seperti itu,” ujar Heriyadi (54), warga Kecamatan Tugumulyo.

Dirinya mengharapkan petugas disiagakan dan mengawasi para pengemudi nakal tersebut. “Kalau ada petugas yang mengawasi, mungkin sopir tidak berani. Yang jelas, itu sangat membahayakan masyarakat. Jika ada korban jiwa, siapa yang mau bertanggung jawab,” tuturnya.

Dani, pelajar kelas 9 mengaku sering menaiki kendaraan umum tersebut. “Ini karena sangat jarang adanya angkutan umum yang melintas di daerah sini,” ujar warga Desa Q1 Kecamatan Tugumulyo.

Dikatakan, kalau ada angkutan jumlah sangat sedikit. “Hanya ada saat kita pulang sekolah,” ujarnya. Tak takut jatuh naik di atap kendaraan? Dani mengaku tidak terlalu menghiraukan. “Mobil jalannya pelan, karena banyak penumpang. Jika banyak yang turun, maka kami turun dari atap angkutan dan mengisi bangku yang kosong,” katanya. (cj13/ce4)

Angkutan Ilegal, Bukan untuk Penumpang

Asisten II Pemkab Mura, Edi Iswanto, mengaku sangat prihatin. “Mobil yang digunakan untuk mengangkut penumpang ini ilegal dan tidak sesuai peraturan daerah yang berlaku,” ujarnya.

Dikatakan, itu mobil modifikasi bak terbuka dan seharusnya bukan untuk mengangkut penumpang. “Kami akan koordinasikan dengan pihak Dishubkominfo agar segera ditingdaklanjuti,” tegasnya.

Menurutnya, wajar saja jika para pengemudi tidak memperhatikan kenyamanan dan keselamatan penumpangnya. “Itu dikarenakan mereka ilegal dan tidak boleh beroperasi untuk mengangkut penumpang,” timpalnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Ari Narsa Js, membenarkan transportasi bak terbuka yang dimodif menjadi transportasi umum tersebut ilegal. “Kita akan tindak mobil-mobil itu sehingga tidak lagi membahayakan kondisi di masyarakat,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar razia. “Mobil modifikasi tidak boleh mengangkut penumpang. Itu menyalahi aturan yang berlaku. Kami akan kenakan sanksi tegas terhadap terhadap pengemudi jika menyalahi peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (cj13/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 4 September 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: