Usulkan Hujan Buatan Sendiri


Usulkan Hujan Buatan Sendiri
Pekat: Kabut asap di Jalintim Palembang-Jambi, tepatnya daerah Kecamatan Sungai Lilin, sangat pekat di pagi hari. Pengendara pun diimbau barhati-hati dan menyalakan lampu kendaraannya atau berkendara di atas pukul 07.00 WIB agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

* * * * * * * * * * * * * * *

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Kehutanan kewalahan melakukan pemadaman kebakaran hutan gambut yang terjadi. Berdasarkan data dari Satelit Terra (Aqua Modis), tercatat sebanyak 162 hot spot tersebar di wilayah Bumi Serasan Sekate.

Meliputi Kecamatan Babat Toman ditemukan 1 hot spot, Kecamatan Batang Hari Leko ditemukan 9 hot spot, Kecamatan Bayung Lincir terbanyak 142 hot spot, Kecamatan Lais ditemukan 1 hot spot, Kecamatan Lalan ditemukan 8 hot spot.

Lalu, Kecamatan Sanga Desa ditemukan 1 hot spot. “Jumlah hot spot ini berdasarkan data Satelit Terra pada 30 Agustus lalu,” kata Drs Bustanul Arifin, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kemarin (1/9).

Berbagai pemadaman telah dilakukan. Mulai dari mengerahkan pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kelompok masyarakat, dan perusahaan perkebunana yang ada. Upaya itu terkesan sia-sia.

Belum lagi, upaya pemadaman menemui banyak kendala. Seperti kebakaran hutan di Kecamatan Bayung Lencir, sangatlah sulit menjangkau lokasi. Pihaknya pun meminjam dan mengerahkan satu helikopter milik perusahaan Sinar Mas melakukan water bombing. “Upaya ini pun tetap tak berhasil,” katanya.

Namun, pemadaman yang paling efektif melalui hujan buatan seperti yang dilakukan Provinsi Sumsel. “Bulan kemarin, hot spot pernah nihil di Kabupaten Muba. Ini dikarenakan proses hujan buatan berhasil. Terbukti hujan deras mengguyur Kabupaten Muba,” jelasnya.

Menurutnya, sepatutnya pemkab diberi wewenang memproses hujan buatan sendiri. Bila diberikan, Kabupaten Muba bisa menyelesaikan kebakaran hutan yang terjadi.

Pihaknya akan berkoordinasi dan meminta mekanisme proses hujan buatan itu. Apakah harus relokasi dana APBD? Untuk saat ini, pihaknya memohon bantuan Pemprov Sumsel, melakukan water bombing di wilayah hot spot. Ini dikarenakan pelaksanaan water bombing lebih prioritas ke Kabupaten OI dan OKI. “Padahal hot spot terus bertambah dan mengkhawatirkan di Kabupaten Muba,” tegas. (yud/lia/ce4)

Hindari Melintas Pagi Hari

SUNGAI LILIN – Kondisi sejumlah kecamatan di wilayah Jalintim Muba saat ini masih diselimuti kabut asap pekat. Bahkan selain memengaruhi kesehatan, jarak pandang di Jalintim juga semakin minim, terutama pagi hari.

“Bukan kabut, melainkan asap, terutama paling tebal pagi hari mulai jam 5 pagi sampai jam 7 pagi. Jarak pandang hanya sekitar 50 meter,” uncap Kasatlantas Polres Muba, AKP Asep Supriadi, kepada koran ini, kemarin (1/9).

Karena itu, Asep meminta para pengendara yang melintas di Jalintim Muba untuk menghindari jam-jam tersebut. “Kalau mau lewat agak siang. Asapnya mulai berkurang dan jarak pandang agak lebih baik,” tukasnya.

Asep meminta para pengendara waspada, tidak terburu-buru. Selain itu, nyalakan lampu utama kendaraan. “Bagi roda dua, kenakan masker,” cetusnya.

Sementara pantauan koran ini, kondisi asap kian pekat terutama saat pagi hari. “Kondisi udara tidak baik. Karenanya, kami minta masyarakat yang mau ke luar rumah agar mengenakan masker,” kata Dirut RSUD Sungai Lilin, dr H Mulyadi, kepada koran ini. (kur/lia/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 2 September 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: