Petugas Kewalahan dan Kelelahan


Titik Api Naik Dua Kali Lipat

Petugas Kewalahan dan Kelelahan
Makin Menjadi: Lahan warga Kecamatan Cengal diduga sengaja dibakar untuk persiapan menanam padi sonor atau padi hamburan.

* * * * * * * * * * * * * * *

KAYUAGUNG – Tim terpadu dari BPBD OKI, Manggala Agni, petugas kehutanan yang dibantu sejumlah perusahaan yang ada di OKI bekerja keras memadamkan api dari lahan yang tebakar. Namun, bukannya berkurang.

Jumlah hot spot (titik api) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) justru makin bertambah. Jika pada Jumat (28/8) lalu hanya ada 38 titik api, maka kemarin (29/8), tercatat sebanyak 89 titik api.

Bertambah hingga lebih dari dua kali lipat. Sebanyak 89 titik api tersebut tersebar di sejumlah wilayah OKI. Rinciannya, Kecamatan Pampangan 46 titik, Tulung Selapan 11 titik, Pedamaran 5 titik, Cengal 13 titik. Kemudian Kayuagubg 5 titik, Air Sugihan 2 titik, dan Pematang Panggang 6 titik.

Data tersebut bersumber dari BMKG melalui pantauan satelit modis Terra Aqua. Kepala Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Azhar SE mejelaskan, jumlah titik api di OKI selalu berubah-ubah. “Terkadang turun, terkadang naik,” ungkapnya.

Upaya pemadaman titik api terus dilakukan. Namun hingga kini belum dapat dikendalikan. Bahkan, anggota tim terpadu dari Satgas BPBD OKI, Manggala Agni dibantu sejumlah perusahaan sampai kewalahan dan kelelahan melakukan pemadaman.

Ditambahkan Azhar, titik api atau kebakaran semakin menjadi-jadi terutama di Kecamatan Pampangan, Air Sugihan, Kayuagung, Pedamaran, Pematang Panggang/Sungai Menang, dan Tulung Selapan.

Mempercepat proses penanggulangan kebakaran lahan, pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan aparat desa setempat untuk melakukan pemadaman dan melakukan upaya-upaya antisipasi di lapangan agar api tidak meluas.

“Saat memasuki musim panas seperti saat ini, setiap hari kita terus melakukan pemantauan di mana muncul titik api, jika api sangat besar dan luas, kita tentu berkoordinasi dengan BPBD provinsi untuk melakukan pemadaman melalui udara,” jelasnya.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) OKI Rosidi didampingi Kabid Perlindungan Hutan Junaidi mengatakan, pihaknya meminta seluruh kades melarang masyarakatnya untuk membakar hutan untuk kepentingan apa pun. “Pembakaran hutan dengan alasan dalam rangka membuka lahan pertanian itu tidak dibenarkan karena akan menimbulkan asap yang akan membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Mencegah para petani agar tidak membakar lahan saat membuka lahan pertanian, sangat sulit, mengingat wilayah OKI yang sangat luas.

Pantauan koran ini di empat kecamatan yakni Kecamatan Kayuagung, Pedamaran Timur, Sungai Menang, dan Cengal banyak lahan warga yang sengaja dibakar, lahan tersebut setelah dibakar digunakan warga selian untuk menanam singkong, untuk menghambur padi sonor. Sehingga akibat warga membakar lahan kabut asap di empat kecematan tersebut cukup pekat, apalagi kalau menjelang pagi sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB tidak tembus pandang. (hak/ce2)

Sumatera Ekspres, Minggu, 30 Agustus 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: