Gua Jepang, Sebuah Kisah Klasik


Gua Jepang, Sebuah Kisah Klasik
Tak Terurus: Salah satu gua Jepang yang yang berada di Jalan AKBP H Umar Km 5.kondisinya terbangkalai dan tidak terawatt, padahal tempat ini merupakan bangunan bersejarah yang harus dilestarikan.

______________________________

Di Kota Palembang ada banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Namun, tak banyak orang tahu kalau tempat tersebut ada. Seperti, keberadaan gua Jepang dibeberapa titik di Kota Palembang.

* * * * * * * * * * * * * * *

Salah satu gua Jepang berada di tanah tinggi yang berada tepat di sebelah RS Charitas di Jalan Jenderal Sudirman. Di sini terdapat bunker peninggalan Jepang pada masa prakemerdekaan.

Dijelaskan Kemas Ari Panji, sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumsel, fungsi utama bunker sebagai tempat persembunyian tentara Jepang dari barbagai serangan.

Di Palembang, ada empat lokasi keberadaan bunker bawah tanah. Selain di Charitas, ada juga di Km 5, Plaju, dan Jakabaring. “Dari berbagai tutur cerita gua Jepang ini dikaitkan pada masa kesultanan ungkapnya.

Bunker ini jika dilihat dari luar tingginya hanya mencapai mencapai tiga meter, tapi ketika kita masuk ke dalam, tinggi dari tempat kaki berpijak sampaik ke langit-langit bunker dapat mencapai enam meter.

Bunker terdiri dari dua lantai. Lantai pertama ini yang hanya bisa dimasuki. Kondisi dalam bunker pengap dan gelap karena tertutup penuh tanpa ada celah udara dari dinding bunker. Udara hanya berasal dari satu sisi bagian depan yang disinari matahari.

Lantai kedua sekarang sudah tidak bisa dimasuki karena sudah tertutup lumpur. “Menurut cerita, di lantai dua ini terdapat lorong yang tersambung ke Benteng Kuto Besak. Tapi belum ada hasil penelitian yang menyatakan hal tersebut benar adanya,” ujar Kemas Ari.

Kabarnya di ruangan yang aksesnya terputus tersebut menyimpan sejumlah harta karun hingga menjadi daya tarik para pencari harta karun. Ruangan yang lumpurnya tak pernah surut itu pernah diusahakan untuk disedot lumpurnya namun tak kunjung kering, hingga hanya menyisakan bangkai-bangkai selang di dalam bunker tersebut.

Menurut Kemas Ari, gua Jepang ini memang sengaja tidak diurus karena terdapat sengketa kepemilikan dan tidak diizinkan untuk umum, sehingga isi dari bunker belum diketahui hingga sekarang karena belum ada penelitian lebih lanjut. “Di samping itu, masyarakat juga percaya kalau tempat tersebut menyimpan hal-hal mistis,” jelasnya.

Salah satu gua Jepang di kawasan tanah tinggi Charitas terdapat makam raja Kesultanan Palembang Darussalam. Makam ini diketahui sebagai makam Pangeran Raden Madi Alit.

Dari sejarah yang diceritakan oleh RA Syamsul Bachri selaku penjaga sekaligus keturunan Raden Satar, bahwasanya Raden Madi Alit ini masih keturunan dari Ki Gede Ing Suro Mudo.

Di tanah tinggi Charitas ini hanya ada satu makam Raden Madi Alit, makamnya tampak begitu sederhana, hanya ditandai dengan batu tidak seperti makam raja pada umumnya.

Sebelumnya makam ini memang tidak bernama dan jika dilihat tidak dapat dipastikan makam siapa karena tidak ada satu identitas pun yang tertera. Selain bebas dari penjajah, makam ini tetap tampak sederhana tampa identitas. Makam yang begitu sederhana ini bukan karena tidak terurus, tapi memang disengaja karena ahli waris mendapatkan wangsit agar membiarkan makam ini tetap tampak sederhana tanpa ada perubahan. Ini merupakan sejarah dan sejarah sepatutnya harus kita jaga. (rhv/ce5)

Sumatera Eskpres, Rabu, 12 Agustus 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: