Syarat Utama Terkabulnya Doa


Syarat Utama Terkabulnya Doa

Nofrizal Nawawi

Suatu kali, sahabat Nabi SAW melihat seorang laki-laki yang sedang asyik berdoa kepada Allah SWT. Lantas seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, kenapa Allah belum mengabulkan doanya? Rasulullah menjawab: Bagaimana Allah akan mengampini dosanya dan mengabulkan doanya? Sedangkan dia selalu bergelimang dengan yang haram, makanannya haram, minumannya haram, dan pekerjaannya haram.

Suatu peristiwa yang dilihat orang banyak dan dikomentari Rasulullah SAW sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita kaum muslimin. Di antaranya, kalau hanya berdoa tanpa mengerjakan perintah Allah, tidak akan dikabulkan Allah, meskipun dengan doa yang begitu panjang dan keluhan yang tidak putus-putusnya atau mengumpulkan orang banyak untuk berdoa, tapi orangnya bergelimang dengan perbuatan dosa, makanan, dan minuman bahkan perbuatan yang dilakukannya, perbuatan-perbuatan yang bernilai haram dan dilarang Allah, bagaimana Allah akan mengabulkannya? Doa memang sangat disenangi Allah dan merupakan otaknya ibadah dalam Islam, bahkan shalat yang kita kerjakan, ungkapan bacaannya adalah doa dan shalat itu secara bahasa berarti berdoa.

Allah menjanjikan akan mengabulkan doa orang yang berdoa, apalagi dalam suasana bulan Ramadhan, dan Rasulullah pernah mengatakan, doa orang yang sedang shiyam tidak akan ditolak-Nya, dalam surat Al-Baqarah Allah berfirman yang artinya:

“Apabila bertanya kepadamu hamba-Ku tentang Aku, katakanlah Aku dekat dan Aku akan mengabulkan doa orang yang berdoa maka hendaklah dia mengabulkan permintaan-Ku dan beriman kepada-Ku mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”

Memahami ayat di atas dan hadits tentang tidak terkabulnya doa orang yang selalu bergelimang dengan yang haram, memberikan pelajaran kepada kita bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang berdoa kalau orang itu mermiliki sifat-sifat berikut:

Pertama, Orang yang beriman dan selalu memperbaiki kualitas imannya, perbaikan kualitas iman adalah dengan memantapkan keyakinan dan aqidah kepada Allah yang akan memberikan dorongan untuk memperbanyak amal saleh. Dan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Kedua, Mengabulkan permintaan Allah dengan cara melaksanakan perintah dan aturan hidup yang ditetapkan-Nya dalam Al-Qur’an serta tidak melalaikan kewajiban untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Ketiga, Doa akan dikabulkan Allah kalau ada ikhtiar untuk mendapatkannya serta sabar dan tawakkal kepada Allah dalam menjalani kehidupan di alam yang fana ini.

Keempat, Menjqga dan menjauhkan diri agar jangan terjerumus kepada perbuatan yang haram, sebagaimana dicontohkan waktu seorang yang bergelimang dosa, tapi tidak dikabulkan Allah karena kehidupannya yang selalu diwarnai dengan yang haram. Sebagaimana seorang sahabat, doanya yang panjang belum juga dikabulkan Allah. Dijawab Rasulullah, kalau dia selalu berbuat yang haram. Jadi bagaimana doanya dikabulkan. na’udzubillahi min dzalik (NN/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 6 Juli 2015

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: