Gunakan Kartu Kredit saat Ramadhan-Lebaran, Awas Mau Untung Malah Buntung


Tak Pintar, Denda Berlipat-lipat

Gunakan Kartu Kredit saat Ramadhan-Lebaran, Awas Mau Untung Malah Buntung
Tinggal Gesek: Konsumen menggunakan kartu kredit Mandiri Skyz saat membayar produk pakaian yang dia beli di salah satu butik, kemarin. Banyak merchant bekerja sama dengan bank menggelar promo kartu kredit

* * * * * * * * * *

Kebutuhan Ramadhan dan berlebaran kian tinggi. Masyarakat berpikir keras bagaimana harus memenuhi kebutuhan itu, sementara pendapatan terbatas. Biasanya program cicilan menjadi solusi yang cepat agar semua kebutuhan terpenuhi. Wajar jika kartu kredit jadi pilihan. Selain praktis, bisa mencicil, juga banyak promonya. Tapi awas, mau nutung justru malah buntung.

_________________________

Pusat perbelanjaan Matahari PSX Mall sudah ramai pukul 10.30 WIB, kemarin. Septi (30), warga Perumnas Kenten ini sudah ke Matahari pagi-pagi. Kartu kredit Bank Mandiri dan Bukopin tak lupa dia bawa. Mujur-mujur ada program promo kartu kredit di department store itu.

Selain ingin berbelanja produk-produk fashion untuk berlebaran, juga produk makanan. Bahkan dia pun sering berbuka puasa di resto-resto mall atau pusat perbelanjaan. Kartu kredit sering jadi pilihan penggunaan supaya dapat diskon, hadiah, dan lain sebagainya. Karena setiap bank punya program kartu kredit yang menarik, maka Septi pun membikin tak hanya satu kartu, tapi dua kartu kredit.

“Sudah lama, sekitar tiga tahun lebih menggunakan kartu kredit,” ujar ibu dua anak ini. Dia mengaku tertarik menggunakan kartu kredit karena bank memanjakan dengan potongan harga dan promo barang bekerja sama dengan merchant-merchant seperti pusat perbelanjaan, resto, salon, hotel, dan lain sebagainya. Tentu saja ini memudahkan.

“Kalau kita buka puasa di di resto yang sedang ada promo kartu kredit bisa daapat potongan harga,” ucapnya. Tak hanya belanja selama Ramadhan, saat menginap di hotel pun bisa bayar kamar lebih murah karena diskon. “Jadi memang enak. Tak perlu bawa uang tunai, praktis, dapat diskon, pas lagi butuh masih bisa belanja dengan dibayar cicilan,” ucapnya. Tetapi memang, mau untung awas buntung. “Tidak enaknya itu, suka lupa ngerem belanja. Ada diskon, mau belanja terus. Kalau belum dibayar cicilan, serasa dililit utang,” lanjut dia.

Dia juga beralsan aman saat bepergian tidak perlu bawa uang tunai yang banyak. “Transaksi memang tidak tergantung kebutuhan. Penggunaannya di tempat-tempat tertentu, paling di mall saat mau makan, shopping, atau beli barang elektronik,” ucapnya lagi. Dia menyebut, memang cicilan kartu kredit tidak dikenai denda jika membayar sebelum jatuh tempo, tapi setelah itu bisa berlipat.

Makanya, kalau menggunakan kartu kredit ya harus pintar jangan sekedar pakai. “Saya selalu pakai saat ada promo dari bank saja saja dengan bunga juga lagi promo misalnya bunganya maksimal 1 persen,” cetusnya. Selama, membayar tepat waktu maka tagihan tidak akan bengkak. Dia mengaku dulu saja membeli AC di salah satu toko elektronik. Pihak toko menawarkan dengan rendah dan bunga ringan nol persen dengan kartu kredit bank tertentu, makanya tanpa pikir panjang dia langsung ambil. “Dengan begitu tak perlu membayar bungan besar hanya membayar tahunan yang sudah ditetapkan dari kartu kredit berkisar Rp 200 ribu per bulan,” terang ibu rumah tangga ini.

Serupa diungkapkan Cinta (55), pengguna kartu kredit Bank Mandiri dan Bank Mega ini juga tertarik jadi nasabah kartu kredit karena banyak promo. “Kartu kredit mempermudah transaksi. Nggak perlu bawa banyak uang tunai apa lagi saat jalan-jalan ke luar negeri,” ungkap staf pengajar Universitas PGRI ini.

Jadi, kata dia, kalau mata uang negara yang kita kunjungi habis, tak perlu repot menukar lagi, cukup bayar dengan kartu kredit saja. Dia juga mengaku kadang tergiur dengan banyaknya promo yang ditawarkan bank di setiap merchant. “Kalau tak ingat tagihan, bisa kebablasan. Secara saya modis, alias modal diskon,” ucapnya sambil tertawa.

Dia mengaku takut denda kartu kredit yang besar, makanya selalu membayar tagihan tepat waktu. “Nggak pernah nunggak, biasanya penggunaan kartu kredit untuk bayar tiket, belanja, dan hotel,” cetus warga yang tinggal di Jalan Gotong Royong, Plaju ini. Jadi setiap habis belanja, selalu dia ingat-ingat jangan kelupaan.

Dijelaskan, transaksi bulanannya tidak menentu tergantung pemakaian. “Yang besar itu kalau lagi jalan-jalan ke luar negeri. Plafon kartu kredit Bank Mega maksimal Rp 18 juta , dan Mandiri Rp 4 juta. Memang besar, tapi tetap harus diatur,” terangnya.

Yanti (42), warga Dwikora yang tinggal persis di belakang RS Bunda ini, menjelaskan dia menggunakan kartu kredit hanya untuk kepentingan tertentu atau pembelian dalam jumlah besar. “Terpenting saat nggak punya uang alias buntu,” ucapnya sambil tersenyum.

Saat koran ini menjumpainya di pusat perbelanjaan yang ada di Palembang, Yanti mengaku sudah lama pakai kartu kredit hanya memang digunakan saat mendesak saja. Biasanya untuk belanja kebutuhan saat berada di luar negeri. “Untuk pembayaran kalau ada uang dibayar lunas, kalau keuangan menipis bayar minimum,” terang karyawan swasta ini.

Soal denda dia tidak terlalu khawatir, sebab memakai kartu kredit tergantung pengelolaan pemiliknya. “Walaupun ada kartu kredit, saya tidak terlalu sering menggunakannya saat belanja. Hitumg-hitungan,” tukas pengguna kartu kredit Mega Credit Card (Carrefour), Mega Visa, BNI, dan Permata ini.

Koran ini juga menemui Marisa (30) di Diamond, Palembang Trade Center (PTC) Mall. Dia mengaku sudah lama menjadi pengguna kartu kredit BNI dan Mandiri. “Saya sering gunakan untuk belanja bulanan di Diamond, Palembang Icon atau Matahari,” ujar warga MP Mangkunegara ini. Baik itu belanja bahan kebutuhan pokok maupun pakaian. “Kalau di mall-mall atau pusat perbelanjaan itu sering ada diskon dari kartu kredit,” terang alumni Fakultas Hukum Unsri ini. Dia mengaku banyak keuntungan didapat misalnya gratis lounge bandara. “Kalau ke Malaysia belanja bisa memakai kartu kredit, begitu pula beli tiket di Traveloka,” tandas dia. (roz/nni/fad/ce1)

Belanja Rp 3 Juta, Bayar Rp 4 Juta

Banyak pula nasabah yang merasa tidak diuntungkan menggunakan kartu kredit. Alih-alih supaya bisa dapat harga barang yang murah dan mencicil, justru dikenai denda berlipat-lipat. Itu dialami oleh Dandi (30), karyawan swasta yang sempat memiliki tiga kartu kredit, yakni Bank Mega, BNI, dan BRI.

Kini semua kartu kredit itu sudah dia tutup dua tahun lalu, karena terlalu pusing memikirkan cicilan yang tak habis-habis dan denda berlipat-lipat. Belum lagi debt collector sering datang menagih angsuran kartu kredit ke rumah, sering ditelepon ditawari promo-promo dan lain sebagainya.

Dia mengaku,. Masing-masing kartu kredit miliknya dulu diberikan plafon antara Rp 3 juta-Rp 4 juta sebulan. “Jumlahnya yang cukup besar membuat saya khilaf untuk berbelanja,” tuturnya. Banyaknya promo diskon dan berhadiah membuatnya makin ketagihan, tanpa hitung-hitungan lagi berapa nilai plafon yang sudah dipakai.

“Tapi saya lepaskan diri dari cengkraman kartu kredit karena tidak sanggup menanggung beban bungan yang semakin besar. Ya, memang kalau bayar sebelum tempo tidak dikenai bunga. Tapi jika telat awas denda bisa berlipat-lipat. Belum lagi harus membayar biaya administrasi setiap tahun mencapai Rp 200 ribu per kartu,” terangnya.

Dia mengaku, pernah merasakan besarnya beban bunga yang harus ditanggung karena telat membayar. “Bunganya terus terakumulasi, sementara saya harus menyelesaikan cicilan pada bulan-bulan sebelumnya. Bukanya untung malah buntung. Belanja Rp 3 juta, eh bayarnya jadi Rp 4 juta karena telat,” tegasnya. Jadi, daripada pusing dia tutup semua kartu kredit itu.

Dikatakan, dia hanya bertahan menjadi nasabah kartu kredit lebih dari 1,5 tahun. “Intinya dulu awalnya saya jadi pengguna kartu kredit karena tergiur diskon, tapi telat bayar setelah jatuh tempo 15 hari, bunga semakin berlipat,” jelas dia. Dia juga kadang mempermasalahkan ada bungan ‘siluman’ yang wajib dia bayar karena telat. “Tanpa saya tahu rincian yang sebenarnya,” tutup dia. (roz/fad/ce1)

Promo Credit Card Katrol Transaksi

Konsumsi barang dan jasa jelang Ramadhan-Lebaran meningkat dibanding bulan-bulan lainnya. Ini membawa implikasi pada peningkatan penggunaan kartu kredit. Sebab beberapa konsumen merasa nyaman menggunakan kartu kredit sebagai sarana transaksi di gerai-gerai ritel maupun pusat perbelanjaan. Apalagi banyak promo yang diberikan bank penerbit kartu kredit.

Walau memang, menurut Fadliyah Sari, City Genaral Manager PT Trans Retail Indonesia (Carrefour), sejauh ini penggunaan kartu kredit oleh pelanggan Carrefour masih belum sebanyak transaksi tunai (cash). “Apalagi saat ini sudah memasuki masa gajian, jadi masyarakat lebih memilih pembayaran cash ketimbang kartu kredit,” ujar dia kepada koran ini, kemarin.

Namun, memang momen Ramadhan-Lebaran ini, transaksi meningkat begitu pula Mega Cradit Card (MCC) yang co-branding dengan Carrefour. “Kita rutin gelar program diskon 10 persen untuk semua barang di Carrefour termasuk barang elektronik dan promosi. Program ini berlaku sejak 14 Mei lalu bagi pengguna MCC,” lanjut dia.

Dia mengakui, program ini nyatanya cukup menarik minat pelanggan. “Karena selalu ada promo, beberapa pelanggan pemilik kartu kredit atau pengguna baru tertarik membikin MCC,” cetusnya. Menurutnya, banyak yang memilih transaksi kartu kredit karena promo yang ditawarkan. Ini keunggulannya dibanding bayar tunai. Dia berharap transaksi non-tunai melalui kartu kredit ini bisa meningkat pesat hingga menyamai transaksi tunai.

“Kalau di Jakarta, pelanggan yang menggunakan kartu kredit sudah mayoritas. Palembang ini belum signifikan, masih banyak tunai,” cetusnya. Dikatakan, selain MCC juga ada konsumen yang menggunakan kartu kredit bank lain, namun tidak sebanyak MCC. Dia mengakui, lonjakan penggunaan kartu kredit karena konsumsi umat muslim di bulan Ramadhan meningkat.

Dia menjelaskan, menggunakan kartu kredit juga tidak repot tanpa perlu membawa banyak uang tunai. “Menghindari dari uang palsu dan lebih aman dari potensi risiko kejahatan, seperti perampokan jika membawa uang tunai dalam jumlah yang besar,” tukasnya.

Selain Carrefour, Matahari Dept Store PSX Mall juga menawarkan banyak promo diskon via kartu kredit. Regina, kasir Matahari PSX Mall mengatakan, sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2015, pihaknya menggelar promo Merchant Detail Holiday Season Sale. Jadi setiap transaksi minimal Rp 500 ribu dengan kartu BNI MasterCard dan kartu MCC (Matahari Club Card) mendapatkan kupon undian.

“Kartu MCC Beauty atau Premium mendapatkan dua kupon, berlaku kelipatan. Kartu MCC Reguler mendapatkan 1 kupon, berlaku kelipatan,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, pembelanjaan minimal Rp 750 ribu mendapatkan exclusive bag selama persediaan masih ada tidak berlaku kelipatan. “Saat ini juga ada hadiah undian berupa, 1 unit Honda Mobilio, 50 units motor Yamaha, 250 Matahari Vouchers @Rp500 ribu,” terangnya.

Promo hanya berlaku bagi Kartu Debit dan Kartu Kredit BNI yang berlogo MasterCard. “Saat ini kartu kredit BNI sangat banyak bahkan sekarang bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” tukasnya. (roz/nni/fad/ce1)

HOTEL

Dipotong Hingga 3 Persen
Hotel-hotel di Metropolis juga banyak memanfaatkan program kartu kredit bank guna mengontrol transaksi. Wajar jika banyak hotel menjalin kerja sama win-win solution dengan banyak bank. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Aspiudin menjelaskan, mayoritas yang memanfaatkan program kartu kredit itu hotel bintang 2-5 di Sumsel. “Ini bentuk layanan guna memudahkan tamu yang datang. Selain itu ikut memberi keuntungan. Bagi hotel, targetnya transaksi bisa naik tinggi, bagi tamu kemudahan didapat,” cetusnya.

Biasanya, transaksi dengan credit card ada diskon atau promo tertentu. Misalnya, setiap transaksi di hotel dikenakan potongan hingga 3 persen. “Minat pengguna kartu kredit cukup tinggi,” cetusnya. Bagi hotel transaksi via kartu kredit juga lebih aman tanpa harus menyimpan banyak uang cash. (uni/fad/ce1)

PERBANKAN

Tawarkan Perlindungan Kartu
Kartu kredit juga tak lepas dari penyalahgunaan oleh bukan pemilik. Untuk itu, beberapa bank menyiasati dengan memberikan perlindungan atas bahaya kejahatan itu. Untuk melindungi nasabah dari risiko kerugian itu, Bank Mandiri berkolaborasi dengan AXA Mandiri meluncurkan produk Perlindungan Kartu Kredit (Fraudulent Credit Card).

Perlindungan ini merupakan penggantian dari risiko kerugian atas transaksi kartu kredit akibat penyalahgunaan kartu kredit yang hilang, termasuk pencurian dan penarikan uang tunai dengan kartu kredit di ATM oleh nasabah yang berada di bawah ancaman.

SVP Credit Cards Bank Mandiri Boyke Yurista, menjelaskan, produk ini inovasi terbaru yang ditawarkan agar nasabah nyaman saat bertransaksi. Dia menerangkan, sejauh ini Bank Mandiri sudah berhasil membukukan transaksi kartu kredit sebanyak 32 juta transaksi pada 2014 senilai Rp 27 triliun. Transaksi itu tumbuh 29 persen dari tahun lalu Rp 20,9 triliun. Secara keseluruhan, pengguna kartu kredit di Indonesia meningkat 6,7 persen dari 15,09 juta orang di 2013 menjadi 16,04 juta orang di tahun lalu. Data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), kerugian akibat kejahatan penyalahgunaan kartu kredit sebesar Rp 600 miliar sepanjang 2013. (dri/fad/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 29 Juni 2015

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: