Air Laut Susupi Empat Sungai


2006, Hiu Capai Sekitar Ampera

Air Laut Susupi Empat Sungai
Kokoh Berdiri: Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang, masih berdiri kokoh meski sudah lebih dari setengah abad. Dikhawatirkan, intrusi air laut dapat mengancam kekokohan pilar bawah jembatan ini. Di sekitar jembatan ini pula pernah terjaring ikan hiu 2006 lalu

PALEMBANGMenyusupnya air laut ke daratan (intrusi) tak hanya terjadi di wilayah Jakarta. Di Sumsel, intrusi ait laut ke daratan mulai terlihat indikasinya. Menyusupnya air asin ini belum terlalu jauh. Tapi, sudah ada empat sungai di wilayah banyuasin yang dimasuki air asin ini.

“Indikasi air asin ditemukan di Sungai Telang, Sungai Simpang PU, Sungai Banyuasin, dan Sungai Gasing,” kata Kepala Dinas Perairan Provinsi Sumsel, H Samsul Bahri, kemarin. Menurutnya yang terdekat dengan Palembang, yakni Sungai Gasing. Para ahli menyatakan, intrusi terjadi karena air sungai yang dikeluarkan terlalu banyak karena tidak terkontrol menyebabkan ruang kosong atau pori-pori. Nah, ruang kosong itulah yang kemudian diisi air asin.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VII, Ir Bistok Simanjuntak Dipl HE menyatakan, memang tidak menutup kemungkinan air asin sudah masuk wilayah sungai. “Kemungkinan selalu ada terutama saat pasang.”

Pihaknya belum melakukan penelitian dalam. Terpisah Ahmad Bastari, Kabid Drainase dan PSDA PU Bina Marga Palembang juga belum tahu secara pasti sejauh mana air laut masuk wilayah sungai. “Tapi, untuk Sungai Borang memang sudah dimasuki air laut,” tandasnya.

Dampak intrusi ini tak hanya mengubah air tawar menjadi payau. Terhadap kesehatan juga dapat memicu beberapa penyakit. Salah satunya penyakit kulit, seperti gatal-gatal. Untuk jangka panjang, picu gangguan penyakit serius. Metabolism dan sensitivitas tubuh manusia terganggu karena air payau mengandung garam.

Direktur teknik PDAM Tirta Musi Palembang, Ir Stephanus mengatakan, pihaknya belum menemukan indikasi air Sungai Musi terkontraminasi air laut. Sementara itu Ahli Tata Air dan Hidrologi Fakultas Pertanian Unsri, Dr Momon Sodik Imanudin, memastikan intrusi air laut sudah memasuki perairan Sungai Musi. Salah satu tanda, ucapnya, saat kemarau banyak nelayan yang berhasil menjala ikan laut diperairan sekitar Pulau Kemaro.

“Bahkan, data Kementerian Perikanan tahun 2006, pernah ada ikan hiu masuk perairan Musi dan terjaring nelayan,” bebernya, kemarin. Hiu yang terjala jenis carcharhinus leucas, yang ukuran dewasanya bisa mencapai tiga meter. Di tempat lain pada perairan Musi, pernah juga terjala ikan pari jenis himantura chaophraya. Menurut Momon, inttrusi ini bisa fatal karena dampaknya luas.

Air Sungai Musi selama ini jadi penyokong kehidupan masyarakat. Apabila air asin sudah masuk ke daratan, PDAM akan kesulitan air baku. Belum lagi dampak di bidang pertanian. “Ada beberapa jenis tanaman tidak ahan dengan air asin, bisa gagal panen,” tuturnya.

Intrusi bisa terjaddi karena rusaknya ekosistem hutan mangrove di sepanjang pesisir pantai Sumsel. Air asin sangat terasa masuk ke perairan Sungai Musi setiap musim kemarau. “Pada Agustus nanti, kami akan lakukan pengecekan kembali,” tukasnya.

Informasi lain, pada 2007, sudah pernah dilakukan riset oleh kelompok peneliti lingkungan dan ekotoksilogi BRPPU. Salinitas (kadar garam) telah mencapai Selat Cemara di perairan Musi, sebesar 0,1 per mil atau 0,1 persen. (wia/chy/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 29 April 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: