“KTP dan KK Kami Palembang”


Aspirasi Warga Tegal Binangun ke Pemprov-DPRD Sumsel

KTP dan KK Kami Palembang
Aksi Damai: Ratusan warga Tegal Binangun menggelar aksi damai menyuarakan aspirasi mereka di halaman Pemprov Sumsel, kemarin.

PALEMBANGTak cepat diselesaikan, persoalan batas wilayah Palembang-Banyuasin kian memanas. Kemarin (23/4), sekitar pukul 09.00 WIB, kurang lebih 800 warga Tegal Binangun menyuarakan aspirasi mereka ke Kantor Gubernur dan DPRR Sumsel.

Mereka datang menumpang beberapa, empat mobil pick up, dan ratusan sepeda motor. Berbagai spanduk bertuliskan aspirasi mereka ikut dibawa. Aksi damai ini diawali dengan yel-yel “Palembang Yes, Banyuasin No” yang diteriakkan berulang kali. “Kami Wong Palembang, bukan Banyuasin,” ucap koordinatoraksi Forum Masyarakat Plaju Darat Bersatu, Daryono. Tuntutan mereka, pemerintah segera menegaskan keingin mereka menjadi warga Palembang, baik dalam administrasi kependudukan maupun wilayah.

Diungkap Daryono, warga Tegal Binangun sudah mulai mengisi kawasan itu sejak 1955. Jika dihitung hingga sekarang, artinya sudah lebih dari setengah abad. Karenanya, warga mempertanyakan kenapa baru sekarang wilayah tersebut dipermasalahkan kedua pemerintah kabupaten dan kota.

Ditegal Binangun ada 28 RT dengan 11.460 jiwa. “KTP dan KK kami semuanya Paembang,” ujarnya. Bahkan, tiap masyarakat mencoblos pada pilkada Kota Palembang. Jika memang Tegal Binangun masuk Banyuasin, berarti hasi pemungutan suara selama ini tidak sah.

“Anggota DPRD ataupun kepala daerah juga tidak sah statusnya,” cetus Daryono. Ditambah koordinator lapangan aki tersebut, Sasmita, warga meminta persoalan ini segera diselesaikan oleh pemerintah.

“Tapi apa pun bentuk dan keputusannya, kami tetap akan menjadi warga Palembang,” teganya. Ia menyatakan, PP No 23 Tahun 1988 tidak bisa direalisasikan karena tidak sesuai dengan pelaksanaannya selama ini.

“Kenapa tidak dari dulu kami diusir,” imbuhnya. Aksi damai tersebut dditerima Kepala Bagian Pertanahan, Herman Jaya. Warga tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur H Alex Noerdin. “Pak Gubernur sedang tugas ke Empat Lawang,” jelas Herman. Hanya saja, Pemprov akan segera turun tangan menyelesaikan persoalan itu agar tidak berlarut-larut. “Tim penegaan bata provinsi akan bertemu di wilayah Tegal Binangun,” tandasnya. Karena tak ada solusi pasti, ratusan warga kecewa dan meraka melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Sumsel.

Aksi mereka di gedung DPRD Sumsel diterima Wakil Ketua Dewan, H Chairul S Matdiah SH MH. Ikut mendampingi, Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan Sulaiman Basyeban.

“DPRD Sumsel siap memfasilitasi mediasi mencari solusi dari permasalahan ini,” kata Chairul. DPRD akan segera menjadwalkan mediasi antara Pemprov, Pemkab Banyuasin, dan Pemkot Palembang. “Saya harap tidak ada yang memperkeruh keadaan ini, baik dari Palembang maupun Banyuasin. Sama-sama kita cooling down hingga ada titik terang,” tukasnya. (wia/ce4)

Perlu Kesepakatan Kedua Daerah

Asisten I Pemprov Sumsel Bidang Pemerintahan, Ikhwanuddin menyatakan, jika masyarakat Tegal Binangun bersikeras masuk Palembang, mereka hanya menyuarakan aspirasi itu ke DPRD Sumsel. “Nantinya, dewan akan panggil Pemprov Sumsel, Banyuasin, dan Palembang untuk mediasi,” ujarnya.

Soal keingin Palembang memperluas wilayahnya sebagai ibu kota provinsi, niat itu bisa dilakukan asal Banyuasin mau menyerahkan kawasan itu. “Intinya, harus ada kesepakatan antara dua daerah ini,” tegas Ikhwanuddin.

Tapi secara administrasi, Tegal Binangun jelas masuk wilayah Banyuasin. Landasan hukumnya, PP No 23 Tahun 1988. Ada juga dokumen penegasan dan pelacakan batas wilayah yang dilakukan pada 1993 oleh Pemkab Banyuasin dan Pemkot Palembang.

Kedua daerah setujubatas antara Palembang dan Banyuasin sesuai tapal batas yang diatur di PP No 23 Tahun 1988 itu. “Jadi sebenarnya tidak ada masalah, batas wilayah sudah clear dan Tegal Binangun masuk Banyuasin,” tukasnya. (wia/ce4)

Terima Apa pun Keputusan Pusat

Plt Wali Kota Palembang, H Harnojoyo, meminta masyarakat Tegal Binangun santn menyampaikan aspirasi mereka. “Silakan saja menyampaikan aspirasi asal jangan anarkis,” imbuhnya.

Untuk menyelesaikan konflik batas ini, Pemkot mengusahakan jajak pendapat dahulu. “Bila perlu, duduk satu meja dengan Pemkab Banyuasin,” imbuhnya. Harnojoyo juga mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan tinjauan langsung ke lokasi yang menjadi rebutan itu.

“Tapi apa pun nanti keputusan pusat, kami terima,” tukasnya. Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Palembang, Shinta Raharja mengungap, Pemkot berupaya untuk mengusulkan perluaan tapal batas wilayah. Perluasan itu untuk mengakomodasi rencana pembangunan waduk air bersih PDAM Tirta Musi. (chy/ce4)

Tetap Pedomani PP No 23Tahun 1988

Sikap bijak diambil Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian SH. Ia minta semua pihak menahan diri agar konflik batas di kawasan Tegal Binangun tidak makin panas. Namun, ia tidak menerima rencana jajak pendapat yang diusulkan DPRD Palembang.

Ia menyatakan, Pemkab Banyuasin tetap berpedoman pada aturan yang ada, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 1988 mengenai tapal batas KotaPalembang-Banyuasin. “Kita patuhi aturan yang ada,” ijbuhnya, dua hari lalu.

Yan menjawab diplomatis saat ditanya ada tidak rencana bertemu antarkepala daerah dengan Plt Wali Kota Palembang, ia hanya menyatakan, akan berkoordinasi lebih lanjut terkait hal itu. “Yang pasti, kami ingin masalah ini selesai,” tandasnya.

Senen Har, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Umum (Tapum) Banyuasin tidak mempermasalahkan aksi damai warga Tegal Binangun , kemarin. “Kalau memang ingin pindah ke Palembang, dipersilakan pindah dari Tegal Binangun yang merupakan wilayah Banyuasin,” katanya.<br /
Kalau pun ada yang ingin mengubah wilayah tersebut, maka PP No 23 Tahun 1988 harus diubah terlebih dahulu. “Itu ada prosesnya, tidak langsung serta merta begitu saja,” tandasnya. (qda/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat , 24 April 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: