Tunggu Kelulusan, Menjambret


Tunggu Kelulusan, Menjambret
Sepeda motor Yamaha MX hitam BG 2653 AAD hangus diibakar massa di Jl RHA Rozak Palembang, kemarin (19/4). (foto kanan) kedua pelaku penjambretan, Khaidir alias Kodir dan WW, diamankan di Mapolsekta Kalidoni

PALEMBANGJajaran Polsekta Kalidoni dan Ilir Timur (IT) II, tampaknya harus ekstra memburu pelaku penjambretan yang berakksi di wilayah hukumnya. Sebab dari beberapa pelaku yang tertangkap sebelumnya, rata-rata sudah belasan kali beraksi di wilayah Kalidoni dan IT II. Seperti Rega Satriawan (20), Hidayat (23), Rahmat Alaisalam (20), dan lainnya. Sementara nama-nama lainnya seperti Ys, ST, Wy, dan Dn, masih bebas berkeliaran mencari mangsa.

Apalagi kemarin (19/4), ada pengakuan baru dari dua penjambret yang tertangkap dan motornya dibakar massa, di Jl RHA Rozak, Kecamatan Kalidoni. Khaidir alias Kodir (19), mengaku sudah 34 kali menjambret. Sementara duet menjambret, berinisial WW (17), baru ikut dua kali. WW mengku hanya ikut-ikutan menjambret setelah menyelesaikan Ujian Nasional (UN), sambil pelajar kelas XII SMK tersebut menunggu pengumuman kelulusan 16 Mei mendatang.

Petualangan bandit jalanan itu berakhir sesaat setelah menjambret tas sandang milik Rosnani (46), PNS Polda Sumsel. Sekitar pukul 11.00 WIB, kemarin. Rosnani dibonceng motor oleh suaminya, Sudirman (51) mereka hendak pergi kondangan ke gedung serbaguna Pusri. Begitu melintas dari lampu merah simpang Sekojo, motor mereka dipotong oleh kedua pengendara motor Yamaha Yupiter MX warna hitam bernopol BG 2653 AAD.

“Mereka sempat berhenti usai memotong kami, tapi kami tidak curiga. Jalan terus kerena mau kondangan ke Pusri,” ungkap korban Rosnani, wrga Jl Pangeran Ayin, Kelurahan Sukamaju, Sako. Tak lama kedua tersangka kembali memacu motornya, memepet motor korban dari sebelah kanan. Tersangka WW yang dibonceng Kodir menarik tas sandang korban.

“Kami terkejut, mau mengejar tapi mereka ngebut. Kami sempat berhenti, berpikir mau ke polsek dulu atau kondangan dulu,” tambah korban. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi kondangan terlebih dahulu. Tapi di simpang empat Jl RHA Rozak dan Jl Wolter Monginsidi, pasangan suami istri (pasutri) itu bertemu keramaian, adanya kecelakaan lalu lintas.

Ternyata, kkedua penjambret itu terjatuh setelah serempetan dengan motor lain. “Waktu saya lihat keduua tersangka, langsung saya bilang kalau mereka jambret,” terang korban. Tak ayal, warga yang sebelumnya sudah curiga karena WW membawa tas sandang perempuan, langsung menghajar kedua penjambret itu.

Beruntung ada anggota UKL Polsekta Kalidoni dan anggota Brimob yang melintas, langsung mengamankan kedua tersangka ke dalam mobil jenis Kiang Kapsul warna silver. Tak puas mengajar tersangka, warga melampiaskan dengan membakar motor penjambret tersebut. “Motornya dibakar sebelum sempat dibawa anggota ke Polsek,” kata Kapolsekta Kalidoni, AKP Rachmat Syawal Pakpahan didampingi Kanit Reskrim, Iptu Bobby Eltarik.

Pengakuan sementara, lanjut Pakpahan, tersangka Kodir mengaku sudah 34 kali menjambret di wilayah Kalidoni dan Lemabang. “Satu pelaku lagi masih berstatus pelajar, berinisial WW. Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP tetang Curas. Kasusnya akan kami kembangkan untuk menangkap pelaku lainnya. Seperti Ys, yang disebutkan Kodir,” tegas Pakpahan.

Ditemui di Mapolsekta Kalidoni, tersangka WW mengaku baru dua kali menjambret selama dua hari terakhir. “Aku baru ujian Kak, nunggu kelulusan. Terus diajak Kodir jalan, tahunya dia nyuruh aku narik tas,” aku WW, pelajar SMK jurusan Otomotif. Dia mengaku belum dapat bagian selama menjambret, hanya ditraktir makan oleh Kodir.

Tersangka Kodir tidak tahu bagaimana nasibnya ke depan, padahal selulus SMK dia berencana mendaftar secaba Polri. WW yang kesehariannya berdagang gorengan sepulang sekolah, mengaku takut dengan Kodir. “Jadi aku nurut bae waktu diajaknyo menjambret, daripada ditinggal di tengah jalan. Dak berani aku dengan dio (Kodir, red),” sesalnya.

Tersangka Kodir mengaku 34 kali menjambret, itu hanya terhitung Februari-April 2015. Dengan WW, dia baru dua kali. Sedangkan puluhan kali lainnya, bersama Ys (DPO). Di wilayah Kalidoni, seingatkan 20 kali. Seperti di Jl RHA Rozak, Mayor Zen, dan sebagian RE Martadinata. Sedangkan wilayah IT II sekitar 14 kali, seperti Jl Rajawali, Dr M Isa, Bambang Utoyo, sampai Jl Veteran. “Aku beraksi di jalan besak bae, kalu masuk lorong dak berani. Pake motor Yupiter MX aku inilah,” aku Kodir.

Setiap kali menjambret, Kodir mengaku biasanya dapat bagian handphone (hp) dan uang Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Kodir juga mengenal komplotan penjambret di wilayah Kalidoni dan Lemabang, seperti Dn dan St, yang merupakan komplotan Rega. “Samo Dn dan St aku kenal, budak kami tulah. Tapi dengan Rega idak kenal,” ucap Kodir, warga Jl Mayor Zen, Lr Taruna, RT 8/2, Keluahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni.

Terpisah, Kabid SMP/SMA Disdikpora Palembang, Lukman Haris, mengatakan belum mendengar ada siswa kelas XII salah satu SMK swasta yang ditangkap menjambret, kemarin (19/4). “Akan kami kroscek, tetapi siswa yang bersangkutan tetap diberikan haknya sebagai pelajar untuk menunggu pengumuman kelulusan,” terangnya.

Meskipun siswa tersebut nanti akan dikenakan sanki pidana, tambah Lukman, pihak sekolah tidak diperkenankan untuk tidak meluluskan siswa yang bersangkutan. “Ya, memang penilaian kelulusan tahun ini diserahkan kepada sekolah. Tetapi sekolah tidak diperkenankan untuk tidak meluluskan siswa tersebut, dengan alasan karena terlibat pidana. Karena nilai kelulusan berdasarkan nilai selama siswa di sekolah,” imbuhnya. (gti/but/air/ce5)

Sumatera Ekspres, Senin, 20 April 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: