Anak tiri Jadi Pelampiasan


Anak tiri Jadi Pelampiasan
Aparat Unit PPA Satreskriim Polresta Palembang, Sabtu sore (18/4) menggerebek Najib yang sedang mencuci tangan di rumahnya. Sopir itu dilaporkan menganiaya anak tirinya

___________________________________

Ketika Najib Ribut dengan Istri
Dipukul, Dicekik, Sudut Api Rokok

PALEMBANGTiga laporan polisi dugaan tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur, masuk ke Polresta Palembang, Jumat (17/4). Dua soal murid melaporkan oknum gurunya, satunya laporan bocah yang dianiaya ayah tirinya pakai rokok. Kasus yang terlapornya sopir, cepat ditindaklanjuti.

Tersangka Najib (40), kemarin sore (18/4), ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Perum Persada Blok F-13, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang. Sopir truk angkutan itu, sedang mencuci tangan saat digerebek aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang, bersama KPAID Palembang.

Awalnya dia membantah, malakukan penganiayaan terhadap anak tirinya, seperti yang dituduhkan kepadanya. Namun dia tak dapat berkelit lagi, saat polisi menunjukkan urat perintah penangkapan, berdasarkan laporan polisi anak tirinya, berinisial GT (9) dan bibinya, Mersidayanti (42). “Kesel kadang tu galak ribut dengan istri, Pak. Aku khilaf, tapi paling cuma kucubit bae, Pak,” kilahnya.

Tersangka Najib mengaku, saat menikah dengan Ade, istrinya itu sudah membawa tiga orang anak. GT saat itu masih balita. Ketika Najib sedang ribut dengan istrinya, ketiga anakk tirinya itu kerap jadi pelampiasan Najib. Sementara melihat suaminya ditangkap polisi, Ade hanya bisa terdiam. Di satu sisi yang dianiaya anak kandungnya, sedangkan yang ditangkap adalah suaminya.

Ade kemarin, sambil menggendong anaknya yang lain berinisial FR (4). FR yang digendong Ade, disebut juga kerap dianiaya Najib. “Anak aku tigo, FR, GT, satu lagi dititipkan di panti sosial,” beber Ade. Dari rumah tersebut, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga dijadikan alat oleh Najib, untuk menganiaya anak tirinya.

Barang yang disita, seperti martul, sampai racun nyamuk bakar. “Kejadian seperti ini membuat anak trauma. Ini langkah tepat dan tegas dari kepolisian,” kata Ketua KPAID Kota Palembang, Adi Sangadi, yang ikut menyaksikan proses penangkapan, kemarin.

Sementara, Kanit Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi SIK, melalui Kanit PPA Iptu Imelda Rachmat SH, menyatakan tersangka Najib terancam kurungan lima tahun penjara. “Terbukti melanggar pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Langsung diproses,” tegasnya, di lokasi penangkapan.

Sekedar diketahui, korban GT yang merupakan siswi kelas III SD, nekad kabur dari rumah, Selasa (14/4), sekitar pukul 19.00 WIB. Dia sudah tidak tahan lagi, kerap dianiaya ayah tirinya, Najib. GT menceritakan apa yang dialami selama beberapa tahun terakhir, kepada bibinya, Mersidayanti (42).

Kasihan melihat keponakannya yang dicekik, dipukul, sampai disudut pakai rokok, Mersidayanti berinisiatif membawa GT membuat laporan polisi ke Polresta Palembang, Jumat (17/4). “Sedih nian lihatnyo ni, Pak. Mukonyo bengkak-bengkak, kaki dan leher tebakar, disudut rokok pas datang ke rumah aku,” beber Mersidayanti. (aja/air/ce1)

Sumatara Ekspres, Minggu, 19 April 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: