Dua Bocah Gagal Jual Sepeda Curian


Berniat Jajan dan Makan Bakso

Dua Bocah Gagal Jual Sepeda Curian
Disayangkan: Pencurian yang dilakukan dua bocah MS dan Ud, disayangkan Kapolsekta Kalidoni AKP Rahmat Sawal Pakpahan

_______________________________

Dua bocah yang diamankan aparat Polsekta Kalidoni ini telah mencuri sepeda yang diparkir di halaman salah satu sekolah pada Kamis (27/3). Dengan mudah keduanya dibekuk saat akan menjual sepeda tersebut. Bagaimana kisahnya?

================================

Agustriawan – Palembang

================================

MS (13) bocah kelas VII SMP warga Sukomulyo, Sematang Borang ini hanya tertunduk lesu di Mapolsekta Kalidoni. Borgol melekat di tangannya dan bergandeng dengan Ud (13), teman sekaligus tetangganya yang telah putus sekolah.

Mereka ditangkap karena laporan dua pelajar SD Negeri 210, Jl Taqwa, Mata Merah, Kalidoni yang kehilangan sepeda di bawah pohon halaman sekolah, Kamis, sekitar pukul 15.00 WIB. MS mencuri sepeda Everbest milik anak dari Desi Oktavia (38) warga Jl W Morong Sematang Borang. Sedangkan Ud mencuri sepeda BMX milik anak Yanto (43), warga Jl Taqwa, Kelurahan Sei Selincah,, Kalidoni.

Dengan polos Ud berdalih meminjam sepeda tersebut untuk membeli duku di kawasan Pasar Lemabang. Namun karena jaraknya cukup jauh, keduanya meminjam sepeda korban. “Minjam kami Kak, tapi tak ngomong,” kilah Ud.

Namun, seandainya korban tak tahu sepeda dicuri, MS dan Ud akan menjual sepeda tersebut dan hasilnya akan dipakai untuk jajan. “Sebenarnya pengen jajan Kak. Karena tak ada uang jadi ambil sepeda itu,” sambung Ud.

Terkuaknya pencurian ini, setelah pemilik bengkel jual beli sepeda di Jl Mayor Zen,, simpang Intirub, Kalidoni, Kamis sore curiga. Dua bocah itu hanya meminta R 50 ribu sebagai ganti dua sepeda yang dibawa mereka. Keduanya juga terlihat gugup dan takut. Ud, anak ketiga lima saudara ini putus sekolahsejak kelas IV SD. Ayahnya bekerja mencari belut, sedangkan ibunya hanya di rumah. Sehingga diri jarang mendapat uang jajan. Ud malah pernah bekerja di pecel lele.

Sedangkan MS bungsu dari tujuh saudara itu masih sekolah kelas VII SMP. Ayahnya buruh pikul di Pasar Lemabang, dan ibunya mengurus rumah tangga. “Aku nak jajan bakso Kak kalau itu laku dijual,” ujar MS.

Faktor ekonomi kembali jadi alasan. Betapa di usia yang masih sangat muda telah terlibat aksi kejahatan pencurian. Meski pertama kali dilakukan oleh keduanya, bisa jadi hal ini memberi dampak buruk bagi masa depan mereka.

Secara hukum, dua bocah ini terpaksa ditahan. Bermula dari laporan yang dibuat korban. Petugas patrol melihat Ud, salah satu tersangka diikat warga di tiang listrik karena ketahuan melakukan pencurian. MS yang telah kabur dan yang saat itu telah berada di rumah, akhirnya iku dijemput.

Kapolsekta Kalidoni, AKP Rahmat Sawal Pakpahan didampingi Kanit Reskrim, Iptu Bobby Eltarik mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) maupun Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Anak.

Sejumlah kasus kejahatan, baik pelaku maupun korbannya yang masih berusia anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan. “Proses hukumnya tetap berlanjut. Namun baiknya seperti apa akan kita kooordinasikan,” pungkasnya. (*/ce5)

Sumatera Ekspres, Minggu, 29 Maret 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: