Segel Pabrik Jelly Ilegal


Izin Tangerang, Produksi Palembang

Segel Pabrik Jelly Ilegal
Pabrik makanan anak-anak berua jelly, kemarin disegel BBPOM. Selain tak punya izin, pengelola juga memalsukan kode MD dan izin produksi dari Depkes RI

________________________________

PALEMBANG“Gawat ketahuan gawe kito ini,” ujar seorang karyawan wanita tergesa-gesa meninggalkan PT Saripati Mas Mahkota Indonesia. Kemarin (24/3), sekitar pukul 13.00 WIB, pabrik yang memproduksi jelly itu, digerebek oleh BBPOM.

Seluruh karyawan yang notabenya kaum hawa, keluar dari pabrik. Setengah jam kedatangan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, kondisi pabrik makanan anak itu. “Na, jadi cak mano ini,” timpal karyawan lain dengan nada suara khawatir.

Pabrik di Jl Tanjung Api-api, Gang Mekar Jaya RT/RW : 004/002, Kelurahan Talang Keramat, Talang Kelapa tersebut, sudah beroperasi sejak 2008. Hasil sidak, produk jelly yang mereka hasilkan tak memiliki izin edar dari BBPOM. Bahkan, pengelola dengan sengaja memalsukan kode MD milik BBPOM dan izin produksi dari Departemen Kesehatan (Depkes) RI.

“Harusnya produksi jelly-nya di Tangerang,” ujar Plh Kepala BBPOM Palembang, Devi Lidiarti di sela-sela sidak. Hanya saja, tambah dia, terungkap kalau pengelola memproduksinya di Palembang. “Jelas pelanggaran izin,” katanya lagi.

Devi menjelaskan penggerebekan bermula dari laporan masyarakat. Setelah itu, tim melakukan penyelidikan dan bisa dipastikan pengelola ttidak mengantongi izin edar dan kode MD yang ada bukan dari BBPOM. “Kita segel dan hentikan dulu produksinya.”
Disamping itu, pihaknya juga memeriksa dan menyita produk untuk sampel laboratorium. “Kita teliti kandungan bahan makanan yang digunakan,” tukasnya.

BBPOM menyelidiki Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes). Apakah benar-benar ada atau terjadi pemalsuan berulang. “PIRT bukan wewenang BBPOM. Kondisi pabrik juga bukan industry rumah tangga.”

Lanjut Devi, wilayah pemasaran produk jelly ilegal itu, tak ditemukan di Sumsel. Tapi, mereka distribusikan ke Jambi dan Bengkulu. “Dalam kasus ini, pengelola bisa disanksi penjara lima tahun atau denda ratusan juta rupiah.”

Ketua RT 004, Sunardi membenarkan pabrik tersebut sudahh beroperasi sejak 2008 lalu. Hanya, selama itu, pengelola tak pernah melapor atau meminta izin kepada pihaknya. “Tapi, pabrik punya IMB.”

Sunardi tak tahu persis apa aktivitas dalam pabrik. Mereka beroprasi siang dan malam. Sedangkan karyawan rata-rata warga sekitar. Pengelola PT Saripati Mas Mahkota Indonesia tak ada ditempat saat penggerebekan dilakukan. Para karyawan juga memilih bungkam saat ditanya siapa bos mereka.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Ir Permana menuturkan, setiap industri rumah tangga, usaha kecil, menengah, maupun perusahaan makanan harus memiliki izin kesehatan, mutu kualitas, dan izin penjualan. “Jika tidak ada, ataupun palsu memang harus ditindak.”

Permana mengapresiasi penemuan BBPOM Palembang. Ke depan, pihaknya akan terus mengawasi setiap UKM yang ada di Sumsel, baik Palembang dan sekitarnya agar kejadian itu tidak ditemukan kembali. “Kita memiliki 13 orang penyidik,” ungkapnya. Mereka tidak banyak, namun tetao bisa bekerja. “Kita prioritas untuk produk di pasaran,” jelasnya.

Terpisah Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP Richard mengatakan, anggotanya ikut mendampingi petugas BBPOM saat melakukan penyitaan ribuan makanan yang diduga ilegal tersebut. “Jadi Polri hanya mendampingi BBPOM,” katanya.

Ahli Gizi klinik Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Yenita DCN MPH menjelaskan, kandungan jelly dari PT Saripati Mas Mahkota-Indonesia seperti yang tertera dalam kemasan yakni water, sugar, carrageenan, dan citric acid. Lalu, potassium citrate, dan sodium benzolate. “Tapi, itu belum bisa terbukti dari bahan makanan yang aman dikonsumsi atau tidak.”

Apalagi, kata dia, produksi jelly oleh pabrik tersebut terbilang ilegal dan harus diteliti secara laboratorium. Kebanyakan jelly yang diproduksi dengan kemasan dan tampilan menarik membuat anak-anak menyukai pangan ini. Terlebih lagi dengan rasa manis dari aneka buah yang ditawarkan.

“Rasa buah dari jelly juga harus tetap dicari tahu, apakah alami atau dari bahan buatan berbahaya untuk dikonsumsi,” jelasnya. Jika ternyata, dari bahan berbahaya dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare, batuk hingga merusak saluran pencernaan. (may/wia/why)

Sumatera Ekspres, Rabu, 25 Maret 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: