Kecepatan Maksimal 40 km/Jam


Jumat, Uji Beban

Kecepatan Maksimal 40 km/Jam
Uji coba Duplikasi Jembatan Mus II berjalan sukses, kemarin (23/3). Pengemudi kendaraan diimbau agar mengurangi kecepatan saat melintas di jembatan tersebut. Untuk mengetahui kekuatan jembatan, Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan uju beban, 27 Maret nanti

_______________________________

PALEMBANGJembatan duplikasi Musi II, kemarin (23/3), mulai dilakukan uji coba. Meski mundur 1 jam dari jadwal diitetapkan, pelaksanaan uju coba berjalan sukses. Uji coba dibuka dengan mengibarkan bendera putih. Dimulai dengan dua mobil patrol Polresta, mobil Pertamina, sepeda motor, dan kendaraan pribadi lainnya mengikuti dari belakang melewati kembaran Musi II tersebut.

Aidil Fitri, Kasatker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) dan Metropolitan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) III mengatakan, kecepatan maksimal kendaraan yang melintas dibatasi 40 km/jam. Uji coba kendaraan pengoperasian duplikasi Musi II ini nantinya semua kendaraan bisa melintas. Namun ditahap awal, baru kendaraan ringan terlebih dahulu yang boleh melintas.

“Besok kami akan rapat di Jakarta, Jumat diusahkan dilakukan uji beban,” katanya di sela-sela uji coba duplikasi Musi II, kemarin (23/3). Kalau jembatan duplikasi Musi II dibuka, 4 lajur dan 2 lajur akan difungsikan semua.

Untuk simulasinya, pihaknya mengharapkan bantuan Polresta dan Ditlantas. “Kita buka dari rute paling awal, sebelah Ulu,” terangnya. Rencananya, Senin mendatang pihaknya mulai membuka dulpikasi Musi II. Namun untuk peresmiannya sendiri, belum bisa dipastikan.

Lebih lanjut dikatakan Aidil, untuk mengecek beban maksimal, akan disimulasikan kendaraan berat dump truck yang bakal dijejerkan di setiap jembatan. “Akan kita siapkan. Ada beberapa dump truck yang akan diuji beban,” imbuhnya. Soal jumlah dan bobot, tergantung evaluasi.

Yang jelas, duplikasi Musi II mempunyai MST (muatan sumbu terberat) 10 ton dan sudah ada safety factor. Selain itu, duplikasi Musi II juga akan dilakukan pemeliharaan selama tiga tahun berdasarkan kewajiban kontraktor.

Setelahnya, baru akan diserahkan ke PU sebagai pengguna. Untuk jembatan, bisa bertahan 100 tahun. Sementara itu, Jembatan Musi II existing (jembatan lama), juga akan ada pemeliharaan berkala.

“Rencananya akan dilakukan penggantian lantai jembatan,” sambung Aidil. Akan tetapi, bakal dievaluasi dulu sejauh mana kerusakan yang terjadi. Sementara kondisi jalan di sepanjang Musi II, ada beberapa ruas jalan nasional lintas timur, mulai simpang Inderalaya, Jl Sriwijaya Raya, Jl Yusuf Singadekanade, Jl Alamsyah Ratu Perwiranegara hingga Soekarno-Hatta sedang diberlakukan proses lelang untuk meningkatkan struktur jalan.

Ditambahkan A Djunaidi, Kabid Pelaksanaan BBPJN III, duplikasi Musi II menggunakan tipe baja pelengkung. “Merupakan jembatan nomor dua di Indonesia setelah Sulawaesi,” ujarnya. (chy/asa/ce4)

Kecepatan Maksimal 40 km/Jam

Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Maret 2015

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: