Rumah Rakit Terancam Punah


Pemkot Tak Berdaya

Rumah Rakit Terancam Punah
Salah satu rumah rakit yang masih ada saat ini sedang berpindah tempat. Layaknya perahu, rumah rakit tersebut mengapung di Sungai Musi

________________________________________

PALEMBANG – Apa kabar rumah rakit? Sudah lama tak terdengar nasib rumah yang menjadi salah satu ciri khas Kota Palembang ini. Mungkin tak ada lagi yang peduli keberadaannya. Kecuali, mereka yang hingga saat ini masih berdiam di rumah-rumah itu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sendiri tak berdaya untuk melestarikannya. Diakui Sekretaris Disbudpar Palembang, A Zazuli, seyogyanya diperlukan upaya untuk melestarikan keberadaan rumah rakit itu.

Namun, semua keinginan kandas karena terkendala dana. “Apalagi, hampir semua rumah rakit yang ada milik masyarakat,” ucapnya, kemarin. Karena milik pribadi, Pemkot tak bisa mengalokasikan dana perawatan.

Pemkot sendiri tak punya lagi rumah rakit yang menjadi aset negara. Terakhir, sekitar tahun 2006, ada rumah rakit milik Pemkot yang difungsikan sebagai resort terapung. Tapi, fisik bangunannya sudah tidak ada lagi, hancur dimakan usia, lalu tenggelam.

Pihaknya memang tak punya data persis rmuah rakit yang tersisa saat ini. Tapi, Zazuli tak menampik kalau keberadaan rumah khas warga pinggiran Sungai Musi itu hampir punah. Kalaupun ada, paling di pinggiran Sungai Musi kawasan Seberang Ulu. Misalnya, di perairan Kiai Muara Ogan, arah Pulau Kemaro dan beberapa titik lain.

“Di Seberang Ilir, tidak bisa dibangun rumah rakit,” tuturnya. Menurutnya, arus dari Sungai Ogan mengarah ke Seberang Ilir. Karenanya, rumah rakit yang dibangun di kawasan itu otomatis akan hanyut dibawa arus dan gelombang.

Secara legal formal, rumah rakit sama sekali tak terdaftar. Rumah tipe ini tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). “IMB pun tak bisa dikeluarkan karena posisinya tidak menempel di daratan,” jelasnya.

Pada dasarnya, rumah rakit hanyalah tempat tinggal sementara. Rumah rakit merupakan cagar budaya tak benda. Tak bisa mutlak sebagai cagar budaya karena paling hanya mampu bertahan 10 tahun. “Wujud rumah rakit susah dipertahankan,” tandasnya. (chy/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 13 Maret 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: