Mengenal Tradisi Cap Go Meh di Pulau Kemaro


Potong Kambing hitam dan Lepas Lampion terbang

Mengenal Tradisi Cap Go Meh di Pulau Kemaro
Kunjungan umat dan wisatawan mulai meramaikan Pulau Kemaro, kemarin. Hari ini, puncak perayaan Cap Go Meh digelar di sana

______________________________

Cap Go Meh merupakan istilah yang berasal dari dialek Hokkian. Artinya adalah malam kelima belas. Merupakan tanggal 15 bulan pertama dan hari terakhir dari perayaan tahun baru Imlek (Sin Cia). Di Palembang, perayaan ini dipusatkan di Pulau Kemaro. Tradisi itu dilestarikan hingga kini.

================================

Dwi Apriani – Palembang

================================

Pulau Kemaro. Nyaris tak ada yang tidak pernah mendengar nama lokasi ini. Sebuah daratan kecil di pinggir Sungai Musi. Pulu ini mengingatkan kisah cinta seorang putra raja dari negara China bernama Tan Bun Ann dan putri raja setempat, Siti Fatimah.

Untuk menuju ke sana, bisa melewati ponton sepanjang 180 meter yang membentang dari dermaga eks Intirub ke Pulau Kemaro. Bisa pula menggunakan jasa tongkang gratis yang disediakan panitia Cap Go Meh.

Pengunjung juga bisa berangkat dari dermaga Gudang Garam 13 Ilir dan plaza Benteng Kuto Besak (BKB). Waktu tempuh ke Pulau Kemaro sekitar 45 menit. Sejak beberapa hari ini, Pulau Kemaro memang begitu semarak. Tak kurang dari 2.000 lampion terpasang di pulau kecil itu. Puluhan stan disiapkan untuk tempat berjualan aneka barang dan makanan bagi pengunjung yang datang ke sana. Semua persiapan itu untuk menyambut puncak perayaan Cap Go Meh, malam ini (3/3). “Semua persiapan telah selesai dilakukan,” kata Chandra Husin, Ketua Pelaksana Cap Go Meh. Pria yang menjabat Ketua Majelis Rohaniawan Tridharma seluruh Indonesia (Matrisia) Komda Sumsel itu selalu jadi salah seorang yang sibuk mempersiapkan semua untuk perayaan tersebut.

Ia memastikan, puluhan ribu pengunjung akan datang memeriahkan Cap Go Meh. Keyakinannya itu berbekal evaluasi dari tahun ke tahun tradisi ini. Tahun lalu saja pengunjung lebih dari 80 ribu orang. Tak hanya domestik asal Sumsel dan proovinsi lain di Indonesia, banyak juga yang datang dari luar negeri.

“Yang sudah konfirmasi akan datang yakni wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Hongkong,” beber pria berkacamata itu. Gaung Cap Go Meh di Pulau Kemaro ini rupanya telah sampai ke telinga para pelancong negara tetangga. Mungkin ada rasa penasaran sehingga mereka ingin menyaksikannya secara langsung ke Palembang.

Rangkaian acara perayaan Cap Go Meh sebenarnya telah dimulai sejak beberapa hari lalu. Tapi yang datang memang belum terlalu ramai. Kebanyakan hanya ummat yang ingin beribadah. Sisanya, warga Palembang dan sekitarnya yang ingin berwisata religi.

Tengah malam nanti (malam ini), tepat pukul 24.00 WIB, ritual dan doa akan dipanjatkan. Semua itu bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. “Lalu ada ritual penyembelihan kambing, yang warnanya hitam,” ujar Chandra. Setelah sembahyang dan doa, kambing kurban itu terlebih dahulu diajak keliling makan Siti Fatimah sebanyak tujuh kali.

Setelahnya, baru disembelih. Dagingnya akan dimasak dan dibagikan kepada semua umat. Selain kambing itu, ada kambing sumbangan dari umat. Yang terdata saat ini mencapai 30 ekor. Tahun lalu, sumbangan kambing mencapai ratusan ekor.

Biasanya, di hari puncak, sumbangan itu akan berdatangan. Tak hanya ritual, perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan pertunjukan seni. Inilah letak keunikan tradisi yang terus dilestarikan hingga sekarang. Ada wayang orang, wayang potehi, tanjidor, musik tradisional Tingkok, barongsai dan lainnya.

Sebenarnya, tujuan panitia Cap Go Meh lebih dari itu, yakni memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Tionghoa kepada generasi sekarang.

Mempersiapkan semua itu, Chandra tak bisa sendirian. Humas Pulau Kemaro, Tjik Harun, salah seorang yang ikut sibuk. Katanya, telah disiapkan jalan khusus terbuat dari beberapa tongkang. Jalan itu untuk pengunjung menyeberang dari dermaga eks Intirub ke Pulau Kemaro.

Ada 100 stan aneka produk yang telah berdiri di area Pulau Kemaro. Pada tahun ini, pengunjung juga tak lagi kesulitan air bersih. Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, telah merealisasikan bantuan masuknya air bersih ke sana. Penerangan di sana tak hanya oleh lampion dan kembang api. Akan ada puluhan lampion yang akan menghiasi langit Pulau Kemaro tengah malam nanti (malam ini). (*/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 3 Maret 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: