Tiang Atap Rapuh, Lantai Bolong


https://lemabang.files.wordpress.com/2015/02/sam_5181_-_lmb-2008.jpg?w=620&h=300
Bagian atap depan Rumah Limas di Museum Balaputera Dewa banyak yang sudah lapuk karena hujan

________________________________________

PALEMBANGRumah Limas, yang berada di Museum Balaputera Dewa, kondisinya cukup memprihatinkan. Ada beberapa bagian dari rumah khas Sumsel tersebut yang sudah rusak dan rapuh, seperti lantai, pintu, dan atap.

Pantauan koran ini, dari depan, tangga yang terbuat dari kayu sudah rapuh, begitupun tiang bagian atap depan suudah rusak. Memasuki ruangan tamu, beberapa lantai kayu terlihat bolong, bahkan piano peninggalan zaman Jerman Berlin sudah mengelupas.

“Piano ini ada sejak tanuh 1888, wajar jika kondisinya dimakan usia. Apalagi sering kena rembesan air hujan,” ujar Sudi, penjaga Rumah Limas, kepada koran ini, kemarin.

Dia mengaku, sejak Rumah Limas diresmikan tahun 1984, belum pernah direnovasi. Paling tidak, jika ada kondisi yang sudah rusak berat, akan diganti, seperti beberapa kayu lantai sudah ada yang diganti. Namun untuk bagian atap yang bocor, belum diperbaiki. Saat hujan turun, bagian depan basahh lantaran rembesan air yang turun. “Bangunan atap kan miring, jadi semua air turun ke bagian bawah,” terangnya.

Selain itu, beberapa bagian kaca kamar pengantin ada yang lepas. Untuk pemeliharaan, kata Sudi, setiap hari dirinya membersihkan Rumah Limas yang dibagi dua tersebut beserta peralatan peninggalan Belanda. “Untuk menjaga kebersihan rumah, setiap pagi saya bersihkan dan mengelap debu-debu peralatan yang ada di dalam Rumah Limas,” ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn sinaga mengaku, anggaran memang minim sehingga harus dibagi untuk kebutuhan kegiatan lain. Termasuk biaya perawatan dan perbaikan museum.

“Tapi, perlahan akan kita benahi semua. Termasuk perawatan, perbaikan termasuk hingga pengelolaan pariwisata di Sumsel. Rumah Limas memang ikon Sumsel dan harus masuk prioritas Disbudpar sebagai ajang promosi pariwisata,” tukasnya. (qiw/via/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Kamis, 19 Februari 2015

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: