Bangunan Kedua Rumah Kapitan Hancur


Aset Kampung Kapitan Tak Terawat

Bangunan Kedua Rumah Kapitan Hancur
Tunggu Roboh: Inilah bangunan kedua rumah peninggalan Kapitan Tjoa di Kampung Kapitan, 7 Ulu, yang hancur dan tinggal menunggu waktunya roboh

_________________________________________

PALEMBANGIni bukti tak adanya perhatian pemerintah terhadap aset wisata yang ada. Rumah kedua dari tiga rumah besar di Kampung Kapitan, 7 Ulu hancur. Pantauan Sumatera Ekspres kemarin (1/2), bangunan bersejarah yang pernah jadi tempat tinggal Kapitan Tjoa, perwira Tiongkok dari Kerajaan Dinasti Ming, itu tinggal rangka dan tiangnya saja.

Nyaris tak ada dinding papan yang tersisa. Atap dari genteng pun sudah miring tinggal menunggu waktunya roboh. Sedangkan bangunan lain juga mulai rusak tak terawat namun masih bisa ditinggali ahli waris keturunan sang Kapitan.

Besarnya biaya perawatan rumah peninggalan sejarah ini membuat keturunan Kapitan Tjoa tak mampu menahan kerusakan rumah tersebut. “Sekarang ini ada beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan ada yang telah hancur, yakni bangunan kedua dari tiga bangunan rumah ini. Kerusakan ini akibat kami tidak mampu melakukan perawatan,” kata Mulyadi atau Tjoa Tiong Gi, salah seorang ahli waris keturunan Kapitan Tjoa, yang ada di Palembang.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu mereka melestarikan bangunan sejarah yang tersisa. Kampung Kapitan ini merupakan kawasan perkampungan di pinggir Sungai Musi dengan luas sekitar 20 hektare. Kini luasnya tersisa sekitr 1 hektare. Pada abad ke 14 lalu, bangunan ini merupakan tempat Kapitan Tjoa bersama keluarganya.

Rumah ini kental dengan gaya arsitek Tiongkok yang dipadu dengan adat istiadat Palembang. Rumah Limas. Bangunan bersejarah itu awalnya ada tiga bangunan. “Dari dua bangunan yang tersisa sekarang, salah satunya juga sudah sebagian rusak parah, perlu segera diselamatkan agar tidak roboh,” beber Mulyadi.

Interior rumah itu sejak dahulu tidak pernah beruba. Kayu unglen, tembesu, dan jati menjadi ciri khas betapa rumah bersejarah ini merupakan peninggalan yang tak ternilai harganya. “Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Kampung Kapitan telah melegenda dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan luar negeri. Cukup banyak turis yang berkunjung ke sini,” tandasnya. (wia/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Senin, 2 Februari 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: