Siswa bergelantungan, Sopir Anggap Biasa


Sekedar Senang, Tak Pikir Nyawa

Siswa bergelantungan, Sopir Anggap Biasa
Tanpa memperdulikan keselamatannya, para siswa di Kalidoni Palembang bergelantungan hingga berjubel di atas bak dump truk saat pulang sekolah

__________________________________________

Melihat siswa bergelantungan di bus kota, angkutan kota (angkot) dan angkutan umum saat pergi dan pulang sekolah, belakangan menjadi pemandangan yang lumrah. Padahal, tindakan tersebut sangat berbahaya terhadap keselamatannya. Akankah pemerintah membiarkan kebiasaan tersebut?

====================================================

Belum ada tindakan tegas dari aparat terhadap ulah oknum sopir yang membiarkan siswa bergelantungan hingga duduk di atas atap mobil. Padahal, ini sangat berbahaya, ironisnya, hal ini dianggap biasa oleh sebagian orang hingga sopir sendiri.

Umumnya, aksi nekad tersebut dilakukan siswa laki-laki. Tanpa takut mereka naik ke atap mobil baik itu bus kota hingga angkot. Tak sampai di situ, mereka pun bergelantungan di pintu mobil. Pantau Sumatera Ekspres di lapangan pemandangan seperti ini banyak ditemui di sudut Kota Palembang. Seperti di kawasan Merah Mata. Kemudian di kawasan Kertapati, Plaju, Gandus, dan Sukarami, hingga Km 12.

Bus kota dan angkot jadi sasaran favorit mereka. Tanpa berpikir panjang dan sebab akibatnya, para siswa ini dengan santai menaiki mobil dan bergelantungan sambil bercanda ria. Padahal kendaraan yang ditumpangi mereka melintasi jalur padat kendaraan.

Adi salah satunya, siswa SMA swasta di Plaju yang ketika dijumpai baru turun dari bus yang ditumpanginya mengatakan, aksi nekat dilakukannya bersama teman-temannya menurutnya hanya sekedar senang-senang.

“Saat di bus tidak ada pikiran apa-apa, kita bisa ngobrol atau cerita. Karena tidak ada tempat duduk lagi makanya saya dan kawan-kawan berdiri hingga di depan pintu bus,” ujar Adi saat dibincangi Sumatera Ekspres kemarin (30/1).

Ia mengatakan, dirinya rela naik bus berebutan dengan pelajar lain. Karena takut terlambat datang ke sekolah dan dihukum pihak sekolah. “Daripado telat mendeng naik mobil deak-desakan atau naik di atas atap mobil cak itu mbak,” ucap Adi sambil tersenyum.

Adi menyadari kondisi itu membahayakan keselamatannya. Namun tidak ada pilihan karena harus sampai ke sekolah tepat waktu. Dengan alasan keterbatasan angkutan umum dan takut terlambat tiba di sekolah, ia bersama teman sekolahnya hampir setiap hari nekat naik ke atas atap mobil angkot saat berangkat maupun pulang dari sekolah.

Bersama dua temannya yang lain berharap pemerintah menyediakan angkutan khusus bagi pelajar guna mengatasi kondisi tersebut yang menurutnya saat ini di daerah Plaju kekurangan angkutan umum. “Mestinya jangan hanya Transmusi, angkutan khusus pelajar juga,” harapnya.

Menurut Adi, angkutan bagi pelajar harus diutamakan. Karena kondisi sekarang dimana pelajar naik di atap bus sangat membahayakan. “Naik di atas bus itu sangat bahaya, tetapi teman-teman (pelajar, red) harus sampai ke sekolah. Maka pemerintah harus mencarikan solusi ini,” cetusnya.

Iwan, warga 16 Ulu Plaju yang keseharian berprofesi sebagai tukang becak di kawasan Plaju membenarkan, pemandangan tersebut kerap dijumpainya setiap anak-anak pulang sekolah. Bahkan menurutnya ada yang nekat naik di atas atap mobil.

“Kita sudah biasa melihat anak-anak naik angkutan dengan gaya ugal-ugalan atau bergelantungan. Sebagai warga sekitar, kami sudah serng menegur karena takutnya nanti terjatuh,” ujar abang becak ini.

Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Palembang Drs H Budiono Marihan MM, menuturkan, aksi nekat sebagian para siswa dan sopir itu melanggar peraturan, dan pihak kepolisian harus menegakkan hukum. “Bila perlu tilang saja sopir-sopir nakal itu, berdampak fatal jika dibiarkan bisa-bisa membuat nyawa melayang. SMAN 5 hampir setia Senin pagi mengingatkan siswa untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas di jalan, termasuk para siswa yang naik kendaraan sendiri,” katanya.

Kabid SMP/SM Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Drs Lukman Haris MSi menegaskan, ulah yang dilakukan sebagian pelajar ini harus ditopang dari berbagai sisi dan peran untuk mencegah agar mereka (pelajar, red) tidak lagi melakukan aksi nekat itu. “Ada empat yang harus berperan penting yakni, sopir, sekolah, orang tua, dan keamanan. Semua harus kerja sama mengingatkan dan mencegah tidak bisa saling lempar tanggung jawab apalagi saling menyalahkan,” tegasnya. (nni/roz/asa/ce1)

Tanggung Jawab Sopir

Kebiasaan pelajar bergelantungan di atas bus kota, angkot, serta angkutan umum lainnya membuat masyarakat dan orang tua resah. Menanggapi hal itu, Kadishub Kota Palembang, H Masripin Toyib melalui Kabid Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Isranedy, mengatakan, untuk keselamatan penumpang sepenuhnya ditanggung oleh sopir.

Namun tentu saja bergelantungan pada angkutan umum jelas tidak diperbolehkan dan melanggar tata tertib berlalu lintas. “Jelas itu tidak boleh karena membahayakan keselamatan penumpang. Karena selama berkendaraan, keselamatan penumpang ditanggung oleh sopir,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam keselamatan berlalu lintas, sudah diatur dalam UU No 22/2009. Yang jelas para sopir yang mengangkut penumpang dengan membiarkannya bergelantungan dapat diberi saksi.

“Sanksinya berupa penilangan surat izin mengemudi dan akan diproses secara hukum,” tegasnya. Dari Dishub, setiap tahun selalu mengadakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas ke sekolah-sekolah yang tersebar di Metropolis. Mulai dari SD, SMP, dan SMA. (chy/asa/c1)

Pengemudi Bisa Dipidana

Pelajar yang suka bergelantungan di bus kota maupun angkutan umum di Palembang dan Sumsel tentu menjadi perhatian jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. Segala upaya dilakukan seperti melakukan imbauan maupun memberikan informasi mengenai keselamatan bagi pengguna jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Suharsono melalui AKBP Hermanto, Kasubdit Dikyasa mengatakan, agar para penumpang termasuk pelajar untuk bisa bersabar. Karena bahaya bergelantungan di atas angkutan umum, selain bagi diri sendiri juga bagi pengguna jalan yang lain. Pihaknya sering melakukan imbauan ke sekolah-sekolah mengenai keselamatan lalu lintas.

Bagi pengemudi angkutan, lanjut dia, diharapkan dapat menghentikan kendaraannya agar penumpang bisa tertib. Lantaran bila terjadi apa-apa terhadap penumpang, tentu pengemudi bisa terkena sanksi pidana. “Pengemudi kendaraan bisa terkena sanksi pidana. Sanksinya tergantung pada apa kondis korban. Pengemudi bisa dijerat UU Lalu Lintas maupun Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” tegasnya.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarot Padakova, sanksi terhadap pengemudi bisa dijerat KUHP Pasal 359 yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana pejara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun. Bisa juga Pasal 360, yakni ayat (1), barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Dan ayat (2), berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa, sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM Giri Ramnda N Kiemas mengatakan, kondisi ini sangat dilematis. Sebab di satu sisi para pelajar ini rela bergelantungan di mobil angkutan penumpang, hanya untuk menghindari terlambat sampai di sekolah. Sementara di sisi lain, kenekatan itu akan sangat mengancam keselamatan para pelajar. (gti/roz/asa/ce1)

Sumber: Sumatera Ekspres, Sabtu, 31 Januari 2015

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: