Jeritan Arwah Model Seksi


Jeritan Arwah Model Seksi

Oleh: Hamid Nuri

Tentu anda tidak akan lupa dengan nama sebut saja Hana. Seorang foto model yang beberapa tahun silam sempat membuat geger tanah air dengan foto-foto syurnya di sejumlah majalah dewasa yang terbit di manca negara. Namun setelah kematiannya, foto-foto itu justru menjadi bumerang. Setiap kali ada yang mengungggah dan menyebarkannya, maka di dalam kubur Hana akan menjerit kesakitan.

______________________________

Sebagai foto model Hana memang cantik menawan. Bibirnya yang bagaikan delima merekah. Tubuh sintal. Wajahnya juga sangat fotogenik. Sehingga dengan dandanan apa saja, sudah bisa menarik perhatian siapa pun yang memandang. Sejumlah pengamat kecantikan menulis di majalah mode dengan mengumpamakan kalau Hana itu seperti penjelmaan bidadari yang mengejawatah di bumi. Ada pula yang mengatakan bagaikan Dewi Venus, dewi kecantikan dalam masyarakat Yunani. Bagaikan Dewi Ratih, dewi kecantikan dalam dunia pewayangan.

Apalagi ditambah dengan berbagai affair yang pernah diberitakan sejumlah media infotaiment. Sehingga namanya jadi meroket. Tampaknya ia bisa memanfaatkan berbagai sensasi yang dibuatnya. Karena itu Hana tidak hanya sebagai model yang laris, tapi juga membintangi sejumlah film yang selalu dipromosikan sebagai film panas. Karena itu ia sempat meraih gelar sebagai bom seks. Paling tidak sebutan itu sering dijadikan sebagai iklan penarik penonton untuk mau datang menyaksikan aksinya di sineplek atau bioskop di tanah air. Sejumlah pengamat film menulis bahwa kalau menyebut tentang bintang-bintang film yang saat itu tampil “panas” di depan kamera, maka harus menyebut nama Hana.

Foto syurnya yang dia umbar di website pribadinya juga sejumlah jejaring sosial selalu menbuat penasaran para kaum Adam untuk mengunduhnya. Sejumlah sensasi tak habis-habisnya dia buat agar namanya selalu eksis. Dengan demikian namanyaselalu berkibar. Maka setiap show yang menggandeng dia dipastikan akan laris.

“Satu mimpi saya adalah bisa tampil dalam film-film produksi Holywood,” cetusnya dalam setiap wawancara dengan wartawan. Sayang, impian untuk tampil dalam film buatan pusat film di Amerika belum kesampaian sudah keburu dengan maut yang datang menjemputnya tanpa memberi isyarat terlebih dahulu.

Kematiannya yang juga tak kalah heboh membuat media-media seakan berlomba-lomba untuk menuliskan cerita kematiannya yang tragis di halaman pertama. Setelah itu beberapa minggu setelah Hana dimakamkan muncul berbagai cerita terus menghiasi media yang berkenaan dengan cerita hidup Hana saat hidup dulu. Mulai dari orang terdekat seperti orang tua, saudara, pacar, hingga para teman akrab. Termasuk mereka yang dulunya sering dikatakan sebagi rivalnya.

Sebulan setelah itu, berita tentang Hana, model seksi yang tewas itu pun tidak ditemukan lagi. Di ganti berita-berita terbaru yang lebih hangat. Apalagi situasi politik yang sedikih hangat akhir-akhir ini membuat berita yang berhubungang dengan selebritis kehilangan gema. Cuma sejumlah media-media infotaiment dan hiburan yang masih tetap setia memberitakan gosip seputar artis. Tentu saja artis-artiis yang sedang naik daun saat ini.

Bagi Elisabeth (nama samaran), ibunya Hana tak ada lagi berita seputar anaknya malah membuatnya senang. Sebab berita seputar anaknya yang dilansir media nfotaiment itu tidak semua mengenakkan. Banyak berita gosip yang sering malah menjelekkan nama almarhumah anaknya. Semakin banyak disebar di media bukan cerita tentang kencantikan lagi diungkap tapi tentang berbagai borok almarhumah. Dari mulai isu tetang obat terlarang atau narkoba, gonta-ganti pasangan atau berita miring lainnya.

“Tolong jangan beberkan lagi berita tentang almarhumah anak saya. Biarlah arwah anak saya menghadap Tuhan dengan tenang,” katanya mengiba-iba kepada kru infotaimen yang datang untuk konfrmasi tentang cerita seputar anaknya dari cerita salah satu artis yang konon dulu teman arab Hana.

Namun walau mengiba-iba. Berbagai media infotaimen tetap saja memberitakan. Gara-gara itu, Elisabeth sempat stress dan mencoba mengasingkan diriya di tempat yang sulit didatangi para kru infotaimen. Apalagi Elisabeth masih mempunyai beban yang tak kalah rumit, ia beberapa kali didatangi almarhumah anaknya yang membuat hatinya jadi perih, dalam setiap mimpinya anaknya selalu menangis menjerit-jerit. Sepertinya ia minta tolong. Hanya permintaan apa yang diminta anaknya ia belum tahu.

Soal ini tentu jangan sampai diketahui oleh para kru infotaimen. Apalagi mereka yang hanya ingin mendapatkan sensasi saja. Bu Elisabeth sebenarnya juga sudah melakukan berbagai acara doa agar anaknya bisa tenang dan tak lagi mendatangi lewat mimpi. Namun, tetap saja, arwah Hana datang. Memamg kalau diadakan doa, beberapa hari arwah Hana tidak datang lewat mimpi. Namun saat sudah tidak ada kegiatan doa mengirim si anak. Kembali anaknya datang lewat mimpi. Dengan mata berkaca-kaca, Hana seperti ingin meminta sesuatu. Tapi tak ada suara.

Elisabeth makin sedih. Ia coba inventarisasikan berbagai kesalahan. Mungkin dulu anaknya pernah menyakiti orang lain. Atau berhutang pada orang lain. Setiap kenalan Hana ia datangi. Pada yang bersangkutan Elisabeth memintakan maaf kalau pernah berbuat kesalahan. Juga kalau ada yang berhutang, Elisabeth akan melunasi. Tapi walau Bu Elisabeth berusaha menemui para sahabat dan kenalan, tapi tenyata sang anak tetap menjumpai ibunya dalam mimpi. Dengan tangis yang terisak-isak.

Akhirnya karena merasa sudah tidak ada jalan lain, Bu Elisabeth mencoba menemui seorang ustadz yang dikenal mempunyai kemampuan dalam soal supranatural. Dan akhirnya berkat seorang ustadz bernama Wildan, Elisabeth bisa mengetauhi rahasia kenapa Hana selalu menjumpai lewat mimpi dalam keadaan yang mengenaskan. Ini berkait dengan kesukaan mengumbar aurat di kala. Ia selalu menjerit kesakitan manakala akun-akun jejaring sosial yang banyak menampilkan fotonya diunggah dan disebarkan. Sebab dosanya terus bertambah. “Ibu bisa menemui kawan-kawan yang akrab, mungkin mengetahu password dari berbagai akun jejaring sosial anak ibu,” nasehat Ustadz Wildan.

Itu harus cepat diketahui agar dosa jariah dari anak kesayangannya tidak bertambah. Dan sang anak tidak mengalami siksa kubur yang amat berat. Karena masih banyak orang iseng yang membuka foto-foto seksi almarhumah saat masih hidup. Semakin cepat, tampilan website pribadi dan juga tampilan pribadi di jejaring sosial bisa ditutup semakin baik.

Tentu saja mencari password atau sandi untuk website dan akun di jejaring sosial sangat sulit, karena soal itu masalah pribadi. Sudah beberapa kali menemui para sahabat anaknya, juga sejumlah mantan pacarnya, semua tidak mengetahui password dari jejaring sosial anaknya. Barulah setelah menemui teman anaknya yang keseratus, ia bisa mengetahui password dari jejaring sosial buah hatinya, itu saja juga berkat bantuan dari ahli telematika yang kesohor.

Ternyata password dari jejaring sosial si anak sangat simple. Yaitu tanggal dan tahun kelahiran anaknya. Dengan cara di balik. Tahunnya lebih dahulu, tanggal kelahiran yang terakhir. Elisabeth menangis melihat tampilan jejaring sosial anaknya yang penuh dengan pose foto yang dikategorikan pornografi. Ia mengaku kalau yang terjadi juga karena dirinya yang tidak terlalu memperdulikan anaknya. Mungkin karena haus kasih sayang akhirnya mencari pelampiasan dengan menjadi foto model untuk majalah dewasa. Juga menjadi artis untuk film-film yang bertema seks.

Elisabeth berulangkali istighfar. Ia meminta maaf atas kekhlilafan yang dilakukan dirinya pada anaknya. Sekaligus minta maaf kelakukan anaknya, karena selama ini selalu pamer aurat dalam setiap kesempatan. Ia tahu, anaknya tentunya akan menanggung banyak dosa di pengadilan akhir nanti. Dia juga tentu tidak luput dari pengadilan di pengadilan akhirat nanti karena anaknya salah jalan juga tak lepas dari akibat kurang pengawasan dia dan suaminya. Tapi ia yakin dengansudahh ditutup akun si anak akan berkurang siksaan yang dialami anaknya di alam kubur.

Ia berharap dengan telah ditutupnya akun jejaring sosial tidak ada lagi orang-oranng iseng yang ingin melihat tubuh semlohai anakya di internet. Karena kalau tetap masih ada orang iseng yang masih ingin melihat tubuh molek alhamarhumah anaknya sama juga dengan mengirimkan dosa baru untuk anaknya. Maka pada majalah ini, Elisabeth berpesan kasihanilah anaknya, dengan cara tidakk mencoba-coba membuka foto syur anaknya yang mungkin masih ada di majalah-majalah lama, di berbagai situs internet. “Karena membuka berbagai situs syur itu selain Anda berdosa, juga bisa mengirimkan dosa baru pada anak saya.”

Itu imbauan yang diberikan pada mereka yang suka mengunggah foto-foto syur di internet, termasuk foto-foto dari artis bom seks yang sudah almarhum. Karena selain menambah dosa juga mengirimkan dosa kepada artis yang bersangkutan.

Untuk menebus dosa anaknya, Elisabeth mencoba dengan banyak beramal. Termasuk sejumlah kekayaan anaknya yang didapatkan sebagai foto model dan film sensual disedekahkan untuk panti asuhan yatim piatu. Juga sejumlah rumah ibadah dan lembaga pendidikan. Elisabeth berharap uang dari kekayaan Hana bisa membuat anak yatim bersekolah setinggi mungkin. Dan bisa menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Jadi terkenal lewat ilmu pengetahuan dan agama jauh lebih barokah daripada jadi kondang karena berani buka-buka aurat.

Elisabeth juga berharap agar apa yang menimpa almarhumah Hana, anaknya itu juga bisa jadi pelajaran bagi para gadis-gadis agar tidak gampak tampil seronok di depan kamera. Apalagi sampai lepas baju dan memamerkan tubuhnya yang molek. Karena itu sama saja dengan menanamkan dosa-dosa. Kalau amal jariah memang bisa mengirimkan pahala saat yang beramal sudah meninggal dunia. Tapi kalau “dosa” jariah hanya akan membuahkan dosa yang terus bertumbuh saat yang pelaku sudah meninggal. Maka waspadalah. (*)

Sumber: Misteri Edisi 596 Tahun 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: