Bacok Mobil Fortuner Polisi


Belasan Diamankan, 2 Tewas Dimassa

Bacok Mobil Fortuner Polisi
Empat remaja yang diamankan anggota Satresnarkoba Polresta Palembang, Deni, Dedi, Ds, dan Kk (di lantai), diserahkan ke Polsekta Sukarami. Dari Deni, didapatan sebilah parang

_________________________________________

Palembangaksi brutal beberapa kelompok komunitas sepeda motor kebali pecah, Sabtu malam Minggu. Melakukan pembacokan sehingga berhasil kabur membawa sepeda motor Yahama Mio J warna merah bernopol BG 3571 ZO milik Gusti Isranda (18). Mobil Toyota Fortuner yang dikendarai polisi pun dibacok pelaku, saat berusaha mengejar puluhan anggota komunitas motor yang ulah brutalnya mengarah gank motor.

Diceritakan koban Gusti, malam itu dia bersepeda motor membonceng temannya, Jaya, pergi hendak membeli rokok. Sebelumnya, mereka berkumpul membuat dekorasi di tempat hajatan. Saat motornya melintas di Jl Batujajar, Kecamatan Sukarami, Sabtu (17/1) sekitar pukul 23.30 WIB, mereka berpapasan dengan komunitas motor berinisial SR. “Mereka sekitar 20-30 motor, pakai baju hitam gambar tengkorak, pakai topeng, dan topi, SR itu biaso bonceng tigo, ado pake motor Ninja, V-Ixion, Mio,” ujar Gusti.

Begitu melihat rombongan komunitas SR, Gusti langsung waswas dan berusaha menepi sampai ke semak. Tiba-tiba, pelaku yang dibonceng motor Kawasaki Ninja, langsung membacokkan sajam sejenis samurai atau parang panjang. “Untung dak keno kawan akuyang dibonceng, tapi masih keno bacok bagian belakang motor aku. Kami belari ninggalke motor, berteriak minta tolong samo warga,” terang Gusti, warga Jl Sukarela, Lr Swadaya, RT 43, Kecamatan Sukarami, saat membuat laporan polisi di Mapolsekta Sukarami.

Aparat Polsekta Sukarami sukarami di-back up Polresta Palembang yang patroli rutin malam Minggu untuk menghalau aksi-aksi diduga gank motor itu, bergerak melaku pengejaran ke Jl Sukarela. Kapolsekta Sukarami, Kompol Imam Tarmudi SIK MH mengatakan, begitu mereka datang sudah ada empat remaja yang diamankan warga. Sempat dihajar massa dan babak belur, sehingga harus dilarikan ke RSMH Palembang. “Satu yang bernama Alvin, usia sekitar 18-19 tahun, meninggal dunia di IGD RSMH sekitar pukul 05.30 WIB,” ujar Imam, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Heri.

Belasan terduga pelaku lainnya berhasil diamankan aparat Polsekta Sukarami. Didapati barang bukti gear motor dan sabuk yang biasa digunakan untuk tawuran. Sementara anggota Satresnarkoba Polresta Palembang yang mem-back up melakukan pengejaran, mobil Toyota Fortuner yang dikendarai sempat dibacok. Tapi empat orang berhasil diamankan, masing-masing berinisial Ds (17), Dedi Hermanto (19), Kk (15), dan Deni Apriawan (20). Dari Deni inilah, polisi mendapatkan barang bukti sebilah parang.

Imam menambahkan, dari 14 orang remaja yang diamankan, terdiri 11 laki-laki dan 3 perempuan. Sedangkan barang bukti yang diamankan sebilah parang, gear motor dan sabuk, serta 12 sepeda motor. Empat dari 14 remaja itu, termasuk yang dibawa ke IGD RSMH Palembang. Alvin yang meninggal dunia sekitar pukul 05.30 WIB itu bernama lengkap Alfiliansyah (16) warga Jl Peltu Kohar, Lr Swadaya, RT 26, Kecamatan Kalidoni. Identitasnya dketahui setelah keluarganya datang, membawa pulang jasad Alvin.

Awalnya, Alvin dinyatakan sebagai Mr X. Hanya diketahui ciri, tato bertuliskan Alivin di dada kanannya. Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB, menyusul tewas lagi atas nama Dewa Azaropy. Sementara satu lagi bernama Salim, dia juga harus menjalani operasi. “Yang meninggal itu Alvin alias Alfiliansyah, sama Dewa Azaropy,” ungkap Salim. Sementara satu lagi yang dibawa ke RSMH Palembang, belum diketahui identitasnya.

Pantauan koran ini, malam itu yang turut diamankan adalah Rio (18), warga Jl Naskah 2, yang dibonceng dengan perempuan berinisial PW (17), warga Kelurahan 26 Ilir. Ternyata, dia teman semasa SD dari korban Gusti. Keduanya pun sempat adu mulut di ruang penyidik Polsekta Sukarami. “Kau nilah Rio, buktinyo kau ditangkep di Batujajar. Kau tu galak ngajak rombongan kau,” ucap Gusti kepada Rio. “Bukan aku Gus (gusti, red), yang bacok kau tu rombongan komunitas SR, budak Palimo galo itu,” bantahnya.

Di bagian lain, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK melalui Kabag Ops Kompol Tulus Sinaga SIK menambahkan, selain Polsekta Sukarami yang berhasil menangkap belasan anggota gank motor, jajaran Polsek lain dilingkup Polresta Palembang juga ikut menggelar razia serupa pada Sabtu malam.

Beberapa hasil yang didapat, aparat Polsekta IB I mengamankan dua orang remaja membawa sajam, Polsekta Kemuning amankan tiga terduga anggota gank motor, empat orang diduga anggota gank motor dan dua membawa sajam juga diamankan di Polsekta IT I. “Giat rutin patrol dan razia in terus kami lakukan sebagai antisipasi maraknya kejahatan jalanan. Karenanya kami juga harapakan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Terkait proses hukum para pelaku yang memang masih berusia remaja, pihaknya memastikan akan tetap ditindaklanjut. Dikembali kepada Polsekta masing-masing yang melakukan penangkapan, ataupun Satreskrim Polresta Palembang. “Kejadian ini memang terus berulang, namun selain memang harus melakukan razia di tempat dan waktu yang dianggap rawan, proses hukum tetap kami jalanankan,” timpal Kasat Reskrim Kompol Suryadi SIK. (why/aja/air/ce5)

Bentuk Pembiaran Orang Tua

Aksi kejahatan yang dilakukan remaja di Palembang, yang makin marak akhir-akhir ini semakin mangkhawatirkan. Khususnya dalam kasus dugaan gank motor yang merebak dengan dalih kelompok komunitas dan suporter. Para pelaku secara bergerombol membawa sajam seperti parang dan sebagainya, melakukan perampasan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Palembang, Adi Sangadi mengatakan, pembiaran atau ketidakperdulian orang tua semakin memperburuk keadaan. “Korban sudah banyak, akan semakin banyak lagi jika dibiarkan. Padahal, orang tua (keluaerga dan agama) merupakan benteng awal perilaku menyimpang,” ujar Adi Sangadi beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga tak henti mengimbau keluarga dan orang tua di rumah untuk ikut terjun memperbaiki mental remaja. Didukung pihak sekolah, yang menerapkan pembelajaran etika dan bersosialisasi yang baik agar remaja tersebut tidak terjerumus lebih dalam.

“Untuk yang telah tertangkap dan berusia di bawah umur, jelas kami berkoordinasi dengan Polresta Palembang dalam penanganan kasusnya. Tapi, hal ini akan berulang jika kita semua seolah tidak peduli. Semua harus terlibat agar masa depan remaja ini tidak berantakan,” imbuhnya.

Terbaru, pada kejadian Minggu dini hari saat dua orang pelaku sampai tewas dimassa. Adi menilai hal ini menjadi bukti kegeraman masyarakat terhadap aksi yang semakin meresahkan. Meski memang, dirinya cukup menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan tewasnya pelaku yang masih remaja.

“Makanya akan kami koodinasikan terus hingga ke level atas (pemerintah) untuk dapat bersama-sama kita turun tangan. Masyarakat sudah gerah dengan hal ini, kita semua harus bertanggung jawab. Untuk pelaku lain, tentu tetap akan kami dampingi, dan upayakan mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya,” pungkas Adi Sangadi dikonfirmasi tadi malam. (aja/air/ce5)

Sumber: Sumatera Ekspres, Senin, 19 Januari 2015

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: