Pencuri Baterai BTS Terjebak


Pagar Ditutup, Dikepung Warga

Pencuri Baterai BTS Terjebak

BANYUASINKomplotan pencuria baterai menara BTS (base transceiver station) milik salah satu operator seluler terjebak setalah pintu pagar ditutup warga. Keenam pelaku panik, sempat lari tunggang langgang, tapi kemudian berhasil ditangkap warga dan jajaran Polsek Rambutan, Sabtu (13/12) sekitar pukul 16.30 WIB.

Keenam tersangka itu, Isprihadi (30), warga Jl Lunjuk Jaya, Ilir Barat (IB) I, Palembang; Erwin (29), warga Jl Terusan, Seberang Ulu (SU) I, Palembang; Agus Salim (25), warga Kelurahan 14 Ilir, Ilir Timur (IT) I, Palembang; Indra (27), warga Perum Al Hafiz, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin; Armi Warta (29), arga Jl Ki Merogan, Kertapati, Palembang; dan Lepriansyah (23), warga Kelurahan 2 Ulu, Palembang.

Aksi pencurian tersebut berlangsung di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Menurut keterangan Aliah (57), sore itu sedang turun hujan deras. Datanglah para pelaku mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam bernopol BG 1436 MG. “Kata mereka mau memperbaiki AC tower yang rusak, saya curiga sebab dua hari lalu AC tower sudah diperbaiki oleh pihak XL,” ungkap Aliah, yang rumahnya berada dekat tower BTS tersebut.

Aliah sudah mulai curiga, ditambah lagi pelaku mengaku sebagai karyawan Telkomsel, sementara toewr BTS itu milik XL. Aliah kemudian menyuruh anaknya untuk meminta surat tugas pelaku. “Katanya dari Telkomsel, tapi mau perbaiki AC tower XL. Waktu dimintai surat tugasnya, malah beri surat tugas berlogo IM3,” ujar Aliah keheranan.

Melihat gelagat tidak beres itu, tetangga Aliah, Darwis, langsung menutup pintu pagar pekarangan rumah agar mobil pelaku tidak biisa keluar. Sebelumnnya ternyata, Darwis sudah mengintip dari jendela rumahnya. Bahkan ada yang bertugas memberitahu kepada warga lain, dan anggota Polair yang berdomisili di sana, Endang.

Begitu pintu pagar ditutup, para tersangka panik hingga berhamburan kabur. “Ada yang sempat lompat pagar, namun keburu ketangkap warga yang sudah mengepung,” ucapnya seraya menambahkan, anggota Polsek Rambutan juga datang mengamankan para tersangka dan barang buktinya.

Kapolsek Rambutan, AKP Alfian Nasution didampingi Kanit Reskrim, Ipda Rayders Munthe mengatakan, keenam tersangka dikenakan Pasal 363 jo 53 dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. “Diduga mereka ini spesialis pencurian baterai tower BTS, sebab dalam pemeriksaan mereka mengaku sudah beberapa kali mencuri baterai tower di Palembang dan Ogan Ilir. Aksi tersangka ini terbilang nekat, karena tower itu berdekatan dengan rumah warga,” beber Alfian.

Belakangan diketahui, otak dari komplotan pencurian itu adalah Agus. Saat ditemui kemarin, terangka Agus tidak menampik yang mengajak rekan-rekannya untuk mencuri. “Tapi baru sekali inilah, Pak, belajar mencuri ini dari mantan karyawan operator seluler itulah Pak, dio sekarang masih di penjaro kasus pencurian baterai tower jugo,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Lepriansyah, merupakan residivis yang baru satu bulan bebas dari penjara juga dalam kasus pencurian baterai tower. “Diajak kawan mencuri lagi, ketangkap lagi,” sesalnya. (qda/air/ce5)

Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 16 Desember 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: