Tingkat Pelanggaran Lalin dalam Operasi Zebra 2014


Karyawan Terbanyak Langgar Lalin

Tingkat Pelanggaran Lalin dalam Operasi Zebra 2014

Guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan tertib berlalu lintas (lalin), Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Operasi Zebra hingga 9 Desember 2014 nanti. Berikut laporan operasi sepekan terakhir.

________________________________________

Memasuki hari ketujuh Operasi Zebra, tingkat pelanggaran lalin mencapai 4.688 kasus. angka ini meningkat 38,48 persen dari tahun 2013 sebesar 3484 kasus. Ini diungkap Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Suharsono SH MHum melalui Kabag Bin Opsnal AKBP Satrio Wibowo SIK, kemarin (5/12).

“Angka itu kemungkinan besar bertambah hingga akhir operasi nanti,” ujarnya. Meningkatnya angka pelanggaran bisa dipicu rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Selain hal tersebut, lanjut Satrio, saat ini volume kendaraan lampaui batas jalan dan tidak ada penambahan infrastruktur. Dari tingginya angka pelanggaran, justru kecelakaan menurun. Pada 2013 terjadi 15 kasus, meninggal dunia 4 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 17 orang. Pada 2014 terjadi tujuh kasus meninggal dunia (MD), luka berat (LB) 6 orang, luka ringan (LR) 6 orang.br />
“Secara keseluruhan laka lantas mengalami penurunan 53,3 persen, mencakup luka berat (LB) 25 persen, luka ringan 35 persen,” beber Satrio.

Jika dilihat dari jenis pelanggaran, kebanyakan pelanggar dari pengguna sepeda motor yang tidak memakai helm mencapai 1.328 kasus, kemudian diikuti tidak adanya surat-surat 907 kasus, melawan arus 600 kasus, dan kelengkapan 178 kasus.

Dari hasil operasi barang bukti disita kebanyakan STNK mencapai 2.161 lembar, yang didominasi oleh sepeda motor mencapai 3.568 unit. “Dominan pelanggar usia 21-25 tahun mencapai 1.151 orang, dari kalangan karyawan mencapai 2.542 orang, disusul pelajar dan mahasiswa mencapai 982 orang,” terang AKBP Satrio.

Katanya, selama oparesi pihaknya telah melaksanakan 545 kali pada 2014, sedangkan 2013 melaksanakan 2.472 kali atau meningkat 120,67 persen. “Kawasan pemukiman menjadi objek terbanyak dalam Operasi Zebra 2014 mencapai 2.755 kasus, kemudian kawasan perbelanjaan 1.313 kasus, perkantoran 591 kasus,” terangnya.

Diakui, giat lantas mengalami penurunan sebesar 20.20 persen, tahun 2013 mencapai 3.089 kali sedangkan 2014 sebanyak 2.465 kali. Untuk regiat, seluruh satgas telah melaksanakan gelar pasukan di halaman Mapolda Sumsel dan telah melaksanakan sidang di tempat.

“Pelanggar dilakukan sidang di tempat, untuk Palembang salah satunya di kawasan Cinde,” ulasnya. Guna menekan angka kecelakaan, nantinya, pada peringatan Natal dan Tahun Baru juga akan dilakukan operasi. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini, tidak lain sebagai bahan evaluasi sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan pimpinan. “Dalam rangka Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas menjelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015,” ungkapnya.

Sementara, Polri berkomitmen Operasi Zebra yang akan digelar selama 16 hari hingga 9 Desember tersebut, ditargetkan akan menurunkan angka pelanggaran lalin. Sesuai data Polri, pada 2012 jumlah pelanggaran kendaraan bermotor mencapai 300.072 kasus kasus dan pada 2013 jumlah pelanggaran lalin meningkat hampir seratus persen mencapai 768.374 untuk seluruh Indonesia.

Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, peningkatan jumlah pelanggaran lalin ini merupakan masalah yang perlu disikapi. Salah satunya dengan Operasi Zebra tersebut. “Ini operasi yang digelar setiap setahun sekali, biasanya pada akhir tahun,” terangnya. Dalam Operasi Zebra ini, Polri fokus untuk melakukan penegakan hukum agar membuat jera para pelanggar. (nni/idr/asa/ce1)

Operasi Beri Efek Jera

Tingginya angka kecelakaan di Tanah Air membuat Polri menggelar Operasi Zebra serentak. Dengan operasi tersebut diharapkan tingkat kesadaran pengemudi makin meningkat. Sehingga angka kecelakaan bisa diminimalisir.

Pengamat hukum asal Unversitas Sriwijaya, Amzulian Rifai, mengatakan, saat ini angka kecelakaan di Indonesia terbilang sangat buruk. Bahkan tertinggi di Asia. Hal itu disebabkan kesadaran pengendara yang masih minim.

Dengan dilakukannya penertiban yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan. “Kesadaran pengendara perlu ditingkatkan. Sebab, kalau tidak ada aparat pengendara sering sekali melanggar lalu lintas,” ujarnya.

Menurutnya, pelanggaran lalu lintas tersebut sangat berisiko bagi pengendara itu sendiri dan pengendara lain. Sebab, hal inilah yang seringkali terjadinya kecelakaan. “Kalau semua pengendara tertib, kecelakaan dan kemacetan pasti berkurang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Amzulian menilai kebijakan yang dilakukan Polri saat ini sangat tepat. Diharapkan kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar pengendara yang melanggar juga akan jera. “Kalau ada aparat yang jaga, pengendara ini akan lebih berhati-hati. Jadi, langkah ini sangat bagus,” ungkapnya.

Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramandha Nazaputra Kiemas, mengatakan, langkah diambil Polri ini sudah tepat mengingat angka kecelakaan di Indonesia saat ini sudah terbilang tinggi. “Semoga dengan Operasi Zebra ini bisa menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan pengendara,” ungkapnya.

Menurut Giri, langkah ini juga bisa mengurai angka kemacetan di jalan raya. Sebab, bagi masyarakat yang sudah tahu ada Operasi Zebra dan tidak memiliki kelengkapan seperti SIM, STNK dan sebagainya akan menunda perjalanan mereka. (art/nni/asa/ce1)

Langsung Sidang di Tempat

Giat Operasi Zebra 2014 terus digelar di sejumlah daerah di Sumatera Selatan. Seperti halnya di Pagaralam. Nah, di daerah ini ternyat tingkat pelanggaran lalu lintas (lalin) masih tinggi. Ini terbukti dari gelaran Operasi Zebra yang berlangsung sepekan terakhir.

Kapolres Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK melalui Kasatlantas AKP Herry Widodo SH, mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Zebra sepekan terakhir, pelanggaran lalin di Kota Pagaralam masih tinggi. “Belum berakhir jadwal Operasi Zebra, Satlantas Polres Pagaralam mencatat 288 pelanggaran. Terdiri dari 147 STNK, 40 SIM, 91 R2 dan 10 R4, terpaksa diamankan di Kantor Satlantas Polres Pagaralam,” ungkapnya.

Pelanggaran yang behasil dicatat ini kata Herry, dari Operasi Zebra yang dilakukan di berbagai tempat, seperti di Simpang Empat Tanjung Aro, Kelurahan Kuripan Babas, Tugu Jam Gadang, Taman Alun-alun Utara, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara, Simpang Manna, Kelurahan Ul Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Dusun Karang Dalo, Kelurahan Karang Dalo. Kecamatan Dempo Tengah serta sudut Kota Pagaralam yang lainnya.

Di Martapura, Operasi Zebra melibatkan tim gabungan Satlantas Polres OKU Timur melakukan razia kendaraan di simpang Lingot Kotabaru Martapura. Terdiri dari Provos TNI AD, Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura, hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Baturaja OKU, Dinas Perhubungan (Dishub).

Sebanyak 50 pengendara R2 maupun R4 yang tidak lengkap surat menyuratnya langsung dilakukan sidang di tempat. Dan juga sebagian pengendara yang terkena razia sepeda motornya ditahan dan harus mengikuti sidang di PN Baturaja. (ald/sal/asa/ce1)

Sumber: Sumatera Ekspres, Sabtu, 6 Desember 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: