Dikejar, Pencopet Pindah Bus Kota


Dikejar, Pencopet Pindah Bus Kota
Anggota Polri dan TNI berusaha melindungi Ardiansyah, tersangka pencopet dalam bus kota yang tertangkap dan dihajar massa. Sebelum ditangkap, tersangka mengambil besi hendak menghajar korbannya yang melakukan pengejaran

___________________________________________

Usai beraksi dalam bus kota, pelaku pencopetan kerap berpindah ke bus kota lain untuk menghilangkan jejak. Namun, kemarin (22/11), modus klasik M Ardiansyah (31) itu masih terlacak. Dia berhasil dikejar korban dan kerabat korban , tertangkap tangan hingga dihajar massa. Namun rekannya mencopet, Riko, sudah lebih dulu melarikan diri. Bagaimana kejadiannya?

Diketahui dalam aksinya, terangka Ardiansyah cs mencopet dompet milik Aulia (24), warga Jl Kolonel H Barlian, Kompleks Kelapa Gading, RT 01, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang. Dimana korban dan tersangka sama-sama menumpang bus kota jurusan Km 12 – Plaju, Sabtu (22/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

Begitu melintas di Jl Kolonel H Barlian, korban Aulia turun di depan Hotel Alam Sutera. PNS itu berencana ke rumah rekannya, namun saat turun dari bus kota dia merasa dompetnya ditarik oleh penumpang yang duduk di sebelah kirinya.

“Aku la dari bus kota itu, terus aku naik lagi nyari dompet aku. Ruponyo dompet itu di tangan dio (tersangka Ardiansyah, red). Aku tarik dopet itu dari tangan dio, ado kawannyo nahan aku. Kawannyo dorong aku sampe jatuh dari bus kota,” ucap korban, kepada petugas Polsekta IT I Palembang.

Kebetulan saat itu temannya melintas, korban minta pertolongan. Mereka mengejar bus kota yang ditumpangi tersangka menuju arah pusat kota. Alhasil sampai di depan RSMH Palembang, keduanya turun dari bus kota. Mereka kemudian berjalan, dan menyeberang jalan. Lalu naik bus kota jurusan Plaju – Perumnas, di depan Makodam II/Sriwijaya.

“Aku langsung setop bus kota itu Pak, aku teriakke ado copet. Pas nak naek ke bus kota itu, dio (tersangka, red) bawa besi panjang nak mukul aku Pak. Untung ado anggota polisi samo tentara yang liat, copet itu diturunke pakso dari bus kota. Lalu dihajar massa,” beber Aulia. Tersangka Ardiansyah kemudian dibonceng naik motor untuk diserahkan ke polisi.

Ditemui di Mapolsekta IT I, tersangka Ardiansyah tetap berkelit dan tidak mengakui perbuatannya. Meskipun telah tertangkap tangan oleh korbannya sendiri, tersangka mencari dalih tidak ada saksi yang melihatnya. “Banyak yang liat bukan aku pelakunyo Pak. Itu kawan aku, Rico yang naik dompet dio. Aku idak tau di mano Riko sekarang, dio sudah lari duluan naek bus lain,” cetus Ardiansyah, warga Jl Palembang – Betung, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Kapolsekta IT I, Kompol Afria Jaya, melalui Kanit Reskrim Ipda Alhadi SH, pihaknya sudah memintai keterangan korban dan tersangka. “Karena tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Polsekta Sukarami, kami akan serahkan tersangka ke Polsekta Sukarami agar diproses lebih lanjut,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan, satu besi dongkrak, satu buah dompet warna cokelat berisi uang Rp 200 ribu dan surat-surat berharga lainnya. (cj13/air/ce6)

Sumber: Sumatera Ekspres, Minggu, 23 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: