Gagalkan Peredaran 2.528 Butir Ekstasi


Gagalkan Peredaran 2.528 Butir Ekstasi
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting, dan Kasatres Narkoba Maruly Pardede, memperlihatkan ekstasi yang disita dari tersangka Riski (berdiri tengah, pakai sebo)

_______________________________________

PALEMBANGRibuan butir ekstasi kembali berhasil peredarannya di Kota Palembang. Yang terbaru, Selasa (18/11) sekitar pukul 17.00 WIB, aparat Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang mengamankan 2.528 butir ekstasi warna pink tanpa logo.

Narkoba senilai ratusan juta rupiah itu disita dari tersangka Riski (23), warga Kabupaten Aceh Besar, yang sudah sekitar satu tahun mengontrak sebuah bedeng di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba. Saat ditangkap di Jl Jenderal Sudirman, depan ruko dekat Masjid Agung, Palembang, tersangka Riski mengendarai mobil Toyota Fortuner warna hitam bernopol BG 1507 FB.

“Informasi awal, kami dapatkan dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi narkoba di seputaran Jl Jenderal Sudirman. Saat mobil Fortuner itu dikejar dan dilakukan penggeledahan, ternyata A1. Anggota kami menemukan kantong plastik yang di dalamnya berisi 2.528 butir ekstasi senilai Rp 500 juta,” terang Kapolesta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting didampingi Kasat Reserse Narkoba, Kompol Maruly Pardede, kemarin (19/11).

Bungkusan berisi ekstasi itu ditemukan dalam dashboard mobil, tersangka merupakan bandar narkoba karena saat ditemukan barang haram tersebut jumlahnya begitu banyak. Ekstasi dari Sungai Lilin, dibawa untuk diedarkan di Palembang. “Kami juga sudah melakukan penggeledahan di Sungai Lilin di sebuah bedeng kontrakan, namun saat digeledah penghuninya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Lanjut Ginting, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap tersangka, karena tidak menutup kemungkinan di Palembang ada home industry untuk pembuatan barang haram ini (ekstasi). “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bekerja sama memberantas peredaran narkoba. Selain itu bagi pelaku untuk menyerahkan diri,” katanya.

Sementara keterangan polisi, bertolak belakang dengan pengakuan tersangka Riski. Disebutkannya, justru ekstasi itu diambilnya di Palembang dari seseorang berinisial M (35), juga warga asal Aceh yang tinggal di Palembang. Mobil Fortuner hitam yang dikendarainya, diakuinya juga milik M yang dipinjamkannya.

Ekstasi tersebut rencananya akan dibawa ke Kecamatan Sungai Lilin dan sekitarnya, untuk diedarkan. Tersangka Riski juga membantah sebagai bandar narkoba, namun hanya sebatas kurir. “Saya hanya disuruh ambil, sekali ambil diupah Rp 2 juta. Ini sudah yang kedua kali, pertama ambil sebanyak 2.000 butir. Transaksinya juga di tempat yang sama, Jl Jenderal Sudirman, dekat Masjid Agung,” bebernya. (why/air/ce5)

Sumber: Sumatera Ekspres, Kamis, 20 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: