Ruas Jalan Palembang-Inderalaya Lumpuh


Ribuan Kendaraan Bermalam di Jalintim

Ruas Jalan Palembang–Inderalaya Lumpuh
Macet: Jalintim Inderalaya-Palembang lumpuh total akibat truk pembawa kayu log terbalik setelah bertabrakan dengan tronton di Km 24 Pipa Bengkok, Desa Pulau Sambu, Inderalaya Utara, Ogan Ilir (OI), Minggu, pukul 19:55 WIB

________________________________________

INDERALAYAKemacetan panjang menyebabkan Jalan Raya Palembang-Inderalaya, ruas jalan lintas timur (jalintim) lumpuh. Kemacetan terjadi Minggu (16/11), sekitar pukul 20.00 WIB, dan baru terurai kemarin (17/11), pukul 15.00 WIB. Selama 19 jam, ribuan kendaraan bersama pengendara dan penumpangnya bermalam di jalanan. Apa penyebabnya?

Kemacetan yang terjadi karena sebuah truk PS bernopol BG 9098 OL bermuatan kayu log milik PT TEL Muara Enim Enim terbalik. Gelondongan kayu tumpah dan menutup ruas jalan. Ini terjadi setelah truk bermuatan kayu tersebut bertabrakan dengan sebuah tronton di Km 24 Pipa Bengkok, Desa Pulau Sambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Minggu sekitar pukul 19.55 WIB.

Kepadatan kendaraan yang melintas ditambah ketidaksabaran pengguna jalan yang saling serobot dari dua arah berlawanan membuat jalanan tersebut lumpuh total. Hujan deras yang turun malam itu membuat anggota Satlantas Polres Ogan Ilir yang dikerahkan untuk mengevakuasi truk yang terbalik tak mampu berbuat banyak.

Ruas jalan Palembang-Inderalaya yang kiri kanannya telah dilebarkan dengan cor beton, masing-masing elebar dua meter tak mampu memecahkan kemacetan itu. Usaha Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat bersama puluhan anggotanya membuahkan hasil. Dibantu jajaran Dishub, sekitar pukul 15.00 WIB, kemarin, penumpukan kendaraan mulai mencair, meski masih daam keadaan padat merayap.

”Sebab kemacetan karena ada truk pengangkut kayu log terbalik. Kendaraan lain saling serobot, akhirnya jalur lumpuh. Kalau ada kejadian seperti ini lagi, asaya pesan bersabar dan jangan saling mendahului. Kalau tidak, akan bermalam di jalanan,” bebernya.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, AKP Sukamto menyatakan, pihaknya tidak bisa memastikan truk kayu kelebihan muatan atau tidak. Presiden BEM Unsri Khoirunizar didampingi Menteri Bidang Eksternal, Ilham mengatakan , macet ini menyebabkan menyebabkan aktivitas perkuliahan terganggu.

”Kami harapkan Pemprov dan pemerintah pusat bekerja sama menyelesaikan pelebaran ruas Jalan Paembang-Inderalaya. Juga mempercepat pembangunan jalan tol Inderalaya-Palembang,” ujanya.

Kepala Bidang (Kabid) LLAJ dan Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel, H Sudirman HM mengatakan, khusus untuk truk batu bara, sudah ada peraturan yang melarangnya melintas di jalan umum. Larangan itu telah berlaku sejak 1 Januari 2013.

Hanya saja, penilangan angkutan kendaraan dianggap tidak efektif dan tidak memberkan efek jera. Masih sering ditemukan kendaraan yang mengangkut batu bara melintas sehingga terpaksa ditilang.

”Banyak pengusaha yang melakukan pengiriman batu bara melalui jalan raya secara kucing-kucingan. Mereka bergerak mulai pukul 21.00 WIB sehingga tidak terdeteksi jajaran Dishub di tiap kabupaten/kota,” bebernya.

Penindakan terhadap pelanggaran ini merupakan kewenangan kepolisian. Tim gabungan sudah pernah dibentuk,, tapi tidak efektif. “Pernah kita dapat 700-an truk, besoknya sudah jalan lagi. Tidak jera sama sekali. Mereka kucing-kucingan. Razia di Prabumulih, mereka setop di RM Muara Enim. Dalam waktu dekat kita akan razia lagi,” tandasnya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III, Taspirin S menyatakan, pelebaran jalan mulai dilakukan dari Palembang menuju Inderalaya. “Jalan diperlebar demi mengatasi kemacetan lalu lintas kendaraan yang sering terjadi,” ujarnya.

Saat ini pelebaran jalan sudah memasuki tahap dua, penimbunan dengan tambahan agregat kelas B. tahap pertama penimbunan. “Pada awal 2015 nanti, kami akan lanjutkan penimbunan lagi sampai ke hotmix (pengaspalan) sepanjang 2,4 km dari Km 14 Palembang-Inderalaya. Ini kan proyek bertahap, jadi memang butuh waktu,” imbuh Tasripin.

Diungkapnya, mereka menunggu seattle, tanah padat secara keseluruhan. Dari sisi dana, alokasi APBN juga tidak besar. “Mulai pengerjaan pada dari tender baru pada Maret nanti, pengaspalan sekitar Agustus 2015. Selesai pelebaran antara November atau Desember. Bisa digunakan pada awal 2016.

Ditambahkan Heru Setiawan, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumsel, pihaknya masih dalam tahap melebarkan jalan Palembang-Inderalaya. Pelebaran dilakukan dari batas Palembang hingga Km 16,4 arah Inderalaya, tepatnya hingga jembatan simpang Y Inderalaya.

”PT Wira Buana yang menjadi pelaksana tender tahun 2014 sudah bekerja maksimal. Sudah dilakukan penimbunan tahap 1 dan 2 serta agregat. Median jalan kini sudah berdiri kokoh,” jelasnya.

Diakui, pelebaran jalan 2 x 7 meteritu memang hanya sampai Km 16,4. Mulai dari Km 16,4 hingga Km 30 akan di bangun tol Palembang-Inderalaya (Palindra). Pengaspalan jalan yang dilebarkan akan dimulai Maret 2015. “Kami masih menunggu pemenang tendernya dahulu,” imbuh Heru.

Soal kemacetan, Heru menegaskan itu bukan karena proyek pelebaran jalan. “Kemacetan akibat pengguna jalan yang kurang sabar atau kecelakaan. Jalan eksisting di Sumsel ini masih di bawah normal. Jika terjadi satu kesalahan pengguna jalan, maka terjadi kemacetan yang panjang,” jelasnya.

Kepala Dinas PUBM Sumsel, Rizal Abdullah menyatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada BBPJN Wilayah III agar peleberan jalan hingga Km 16,4 dengan ukuran 2-7-2 meter. “Jika tidak dipercepat penyelesaiannya, saat ada kecelakaan atau mobil mogok pasti terjadi kemacetan panjang,” ungkapnya.

Mulai dari Km 16,4 hingga Km 30 memang akan dibangun jalan tol dari Jakabaring ke Inderalaya, melalui kawasan Pelabuhan Dalam (Pemulutan) dan KTM Rambutan. “Kita akan usahakan secepatnya tol Palindra terwujud,” cetusnya.

Selain pelebaran jalan, pihaknya juga akan membangun holding bay atau tempat peristirahatan berupa lahan yang tidak begitu besar dan bisa bermanfaat sebagai tempat berhentinya mobil di sepanjang Jalan Palembang-Inderalaya. Holding bay akan dibangun setiap beberapa kilometer.

Humas PT Tanjung Enim Lestari (PT TEL) Pulp and Paper, Suparno mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan produksi pabrik, pihaknya meminta bantuan pihak ketiga untuk pengangkutan kayu akasia dari Kalimantan.

Transportasi pengangkutan ditangani bagian/divisi Log Procuremen Departemen (LPD) atau bagian pembelian kayu PT TEL. Suparno mengaku tidak terlalu mengetahui persis detil aturan dalam masalah angkutan tersebut.

Aturan transportasi di jalan harus dipatuhi pihak transpotir. “Kami sangat patuh dengan aturan, safety di jalan menjadi penekanan kepada transporter,” tegasnya.

Misalnya, bak truk harus menggunakan penutup terpal, konvoi tidak boleh panjang dan lainnya. “Tapi mungkis sopirnya lalai dengan aturan safety di jalan tersebut. Soal sanksi bagi sopir yang melanggar, itu kewenangan manajemen,” tukasnya. (sid/wia/bis/ce1)

Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 18 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: