Ratusan Liter Tuak Diamankan


Dari Banyuasin Pasok Pelambang

Ratusan Liter Tuak Diamankan
Kanit Turjali Satsabhara Polresta Palembang, Iptu Aidil Fitri hitung jumlah jerigen tuak yang disita

PALEMBANGRatusan liter menuman keras jenis tuak dari puluhan jerigen disita jajaran Unit Turjawali Satua Sabhara Polresta Palembang. Pasokan dari wilayah Kabupaten Banyuasin yang akan disuplai ke sejumlah warung di Kota Palembang ini diamankan dari perbatasan Banyuasi–Palembang, Jl Tanjung Api-Api (TAA), Selasa (11/11) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kanit Turjawali Satuan Sabhara Polresta Palembang, Iptu Aidil Fitri SH MH mengatakan, ratusan liter tuak diangkut dengan empat mobil dan dua sepeda motor. “Mereka ini akan mengisi warung-warung kecil yang menjual tuak, kami tangkap karena akibat mengonsumsi tuak, orang dibuatnya mabuk dan bisa berkelahi serta melakukan tindakan kriminal lainnya,” ujar Aidil, mantan Kanit Pidum Satreskrim Polresta Banyuasin.

Aidil yang juga pernah menjabat Kanit Reskrim Polsek Talang Kelapa Banyuasin mengatakan, perdagangan tuak dilarang, melanggar Perda Kota Palembang, melanggar kantibmas dan mengonsumsinya dapat merusak kesehatan. “Kami akan catat barang bukti yang disita dan pembawa atau pemiliknya, lalu diserahkan ke SPK Terpadu Polresta Palembang untuk dapat ditindaklanjuti oleh Satreskrim,” beber Aidil yang semasa bintara juga pernah bertugas di Unit Resmob Satreskrim Poltabes Palembang.

Salah seorang pembawa tuak yang diamankan, Napitupulu (47) mengatakan, tuak ini dibawanya dari daerah jalur di banyuasin. “Kalu aku pake motor empat jerigen, memang sudah biaso aku embek. Seminggu duo kali, bolak-balek Jalur-Palembang, untuk ambil tuak ini. Terus anter ke (warung, red) tempat langganan,” ungkapnya. Dari tempatnya mengambil, tuak dibeli Rp 40 ribu per jerigen, lalu dijualnya lagi Rp 60 ribu per jerigen 40 liter.

Napitupulu mengaku terpaksa menjadi penyalur tuak ke warung-warung untuk menafkahi keluarganya. Meski mengambil untung Rp 20 ribu dari tiap jerigen yang terjual. “Harusnyo jangan kami yang bawa ini bae yang ditangkep, yang buatnyo harus ditangkep jugo. Lihat coba di Medan, Pekanbaru, semua penjual tuak tidak pernah diamanke,” cetusnya. (why/air/ce5)

Sumber: Sumatera Ekpres, Rabu, 12 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: