Penjaga Malam Tewas Dikeroyok


10 Tusukan dan 2 Bacokan

Penjaga Malam Tewas DikeroyokPALEMBANGAndre Gunawan (30), ditemukan tewas bersimbah darah di Jl Bambang Utoyo, Lr Cianjur III, RT 01/01, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang, Senin (10/11) sekitar pukul 23.30 WIB. Penjaga malam itu menderita luka dua bacokan di lengan kiri dan pundak kanan. Kemudian 10 luka tusukan, yakni sembilan liang di punggung dan satu rusuk kiri.

Tidak ada warga yang mengaku melihat kejadian pengeroyokan terhadap korban, sehingga polisi masih belum menyimpulkan motif dari kasus pembunuhan tersebut. “Dari keterangan sejumlah saksi, mereka mengaku hanya mendengar teriakkan. Tapi tidak melihat langsung pertikaian yang melibatkan korban. Jadi motifnya masih kami selidiki, apakah perebutan lapak, perampokan, atau masalah utang piautang,” kata Kapolsekta IT II, AKP Ary Sudrajat ketika dikonfirmasi Koran Ini.

Namun diduga kuat, pelaku yang mengeroyok korban adalah orang yang dikenalnya. Sebab menurut istri korban, Emilia Juwita alias Emi (22), suaminya sempat menerima telepon sekitar pukul 19.30 WIB. Terdengar pembicaraan seperti cekcok. “Pembicaraan abang (korban, red) seperti bernada emosi. Terus dia langsung pamitan kepada saya ingin menemui temannya. Dia sempat menyebutkan nama temannya, tapi saya lupa,” kenang Emi saat ditemui di kamar jenazah RSMH Palembang, Selasa (11/11) dini hari.

Sambil menangis sesegukan, Emi juga mengatakan, setahunya suaminya itu tidak ada masalah dengan phak keluarga maupun di tempatnya bekerja. Namun ditambahkannya, selain cekcok mulut di telepon itu, sebelum maghrib suaminya kedatangan tamu seorang perempuan paruh baya. “Mereka membicarakan masalah lapak dagangan di pasar pagi. Abang kadang ikut mengurus lapak, karena ayahnya bertugas sebagai penjaga malam di pasar pagi,” terang Emi, yang bersama suaminya tinggal di Lr Cianjur II.

Dibagian lain, pascakejadian dompet dan handphone (hp) milk korban dikabarkan hilang. Sementara aparat Polsekta IT II dan SPKT Polresta Palembang yang melakukan penyisiran, berhasil menemukan sepeda motor Yamaha Vega ZR bernopol BG 2449 RE milik korban di parkiran sebuah tempat indekost berjarak sekitar 300 meter dari posisi mayatnya. Posisi motor dikunci cakram dan nasi bungkus masih tergantung di setang motor.

Di sanalha diduga sebagai tempat titik awal korban dikeroyok, sebab didapati tetesan darah, sandal jepit, dan belati sarung warna cokelat. Kepala SPK Terpadu Polresta Palembang, Aiptu Fajar yang mendatangi TKP menduga korban dikeroyok oleh pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang di depan tempat indekost itu. “Lalu korban diduga dikejar, hingga jatuh terkapar sekitar 300 meter, berada di pinggir jalan. Hanya, hampir setiap warga yang kami tanyai mengaku tidak melihat kejadian itu,” katanya. (cj13/air/ce5)

Sumber: Sumatera Ekspres, Rabu, 12 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: