Suami Disiram Cuka Para


Karena Gaji Bulanan Tak Cukup

Suami Disiram Cuka Para
Luka bakar: Zainal Abidin didampingi keluarganya memperlihatkan luka bakar di tubuhnya akibat disiram cuka para oleh istrinya sendiri Yun.

________________________________________

PALEMBANGPersoalan ekonomi terkadang membuat kalap. Hanya gara-gara gaji bulanan tak mencukupi, Yun (48), tega menyiram suaminya Zainal Abidin (51), pakai air keras atau cuka para saat tertidur lelap. Kejadiannya sendiri di rumah istri Dusun Benawa, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI, Minggu (2/11), sekitar pukul 05.00 WIB.

Akibatnya, korban yang tercatat warga Jl Talang Keranggo, RT 22, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang ini mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh. Yakni di wajah, leher, punggung, dada, pinggang, perut dan kaki kanan. Informasi yang beredar, selain dsebabkan masalah uang bulanan, Yun menuding suaminya telah berselingkuh.

“Aku idak tahu menahu, waktu itu aku sedang tedok. Ngusap-nguap muko ado banyu aku tekejut langsung bangun, ruponyo bini aku lagi nyiram pake cuko para. Teraso panas, berasep, nyengat nusuk idung. Aku lari ke kamar mandi, langsung berendem,” cerita korban, kemarin ditemui di kediamannya di Palembang.

Dituturkan korban, tiga bulan sebelum terjadi peristiwa itu, korban dan istrinya terlibat cekcok mulut, lantaran uang gaji bulanan yang biasa diberikan Zainal sebesar Rp 3 juta berkurang menjadi Rp 2,4 juta. Zainal dituding memiliki selingkuhan dan uang yang kurang tersebut diberikan kepada wanita lain.

“Aku idak katek selingkuhan, memang ado cewek yang deket samo aku. Tapi idak pernah aku maen peliharo cewek itu. Duit kurang kareno aku begawe 24 hari, sisonyo dipotong libur. Bini aku dak nak tahu menahu, dio taunyo duit gaji full 30 hari tulah. Aku nih cuma buruh serabutan Pak,” cerita Zainal.

Setelah disiram menggunakan air keras, akhirnya Zainal harus menjalani perawatan di RS Muhammadiyah Palembang. Karena tidak terima perlakuan dari sang istri, korban yang menderita luka bakar hampir di sekujur tubuh ini, hendak melaporkan istrinya ke Polda Sumsel.

“Aku belum biso keluar rumah ekarang ini Pak, kulit yang terbakar ini masih lengket. Yang jelas aku pasti bakal ngelaporke bini aku itu ke Polda Sumsel. Dio sekarang masih di Dusun, aku idak terimo kalu dianiayo pecak ini,” ungkapnya singkat.

Sementara itu, Rina (44) keponakan korban yang mendampinginya berencana secepatnya akan membuat laporan tersebut, agar kasus yang dialami pamannya ini, segera bisa ditangani kepolisian. Sehingga pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. “Kita harap kasus ini bisa diproses secara hukum, kami masih menunggu keadaan fisik korban yang kini masih menjalani perawatan. Mungkin besok atau lusa baru bisa kami antar ke Polda Sumsel,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Dan jika korban belum melapor, diharapkannya segera melaporkan kejadian tersebut secepatnya agar bisa dtindaklanjuti. “Ya dilaporkan dulu baru nanti polisi yang tangani,” ujarnya. (cj13/asa/ce1)

Sumber: Sumatera Ekspres, Jumat, 7 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: