Listrik Padam, Pelanggan Merana


Operasi Tertunda, Jalanan Macet, Belajar Di Emperan

Listrik Padam, Pelanggan MeranaPadamnya listrik di beberapa daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) berdampak pada berbagai sector. Terutama yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga, pelayanan publik hingga perkantoran.

______________________________

Dampak padamnya listrik yang terjadi beberapa hari terakhir ini membuat aktivitas warga lumpuh total. Khususnya pelaku usaha yang menggunakan tenaga listrik tak bisa berbuat banyak. Kerugian yang ditimbulkan pun mulai terasa. Agar aktivitas bisa berjalan, ada sebagian dari mereka (pelaku usaha, red) yang menggunakan genset.

Bagaimana dengan pelayanan publik? Pastinya terkena imbas. Terutama di lingkungan rumah sakit (RS), perkantoran hingga instansi pemerintahan. Bahkan, ada sekolah yang terpaksa melakukan proses belajar mengajar di emperan lantaran mati lampu. PT PLN (Persero) menyebut pemadaman listrik tersebut ada kerusakan di beberapa pembangkit, seperti PLTGU AGP Borang, Bukit Asam-Lahat, dan Keramasan.

Untuk tetap memberikan pelayanan kepada pasien, ada beberapa RS yang menyediakan genset. Seperti di RS dr Mohammad Hoesin (RSMH) menyiapkan dua genset berkapasitas 640 KPA, sehingga peralatan medis dan aktivitas di ruang operasi tetap berjalan lancar.

”Dari pagi, lampu kemarin mati sampai pukul 11.00 WIB, sebagai bentuk upaya agar aktivitas perawatan tetap jalan, kami back up dengan genset,” ujar H Sudarto ST MSi, Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Non Medik, kepada Sumatera Ekspres.

Dia mengaku, sebelum PLN melakukan pemadaman pihaknya telah menerima surat edaran untuk antisipasi RSMH. Selain itu, PLN juga memberikan bantuan sebuah genset berkapasitas 400 KPA. “Jadi jumlah keseluruhannya ada tig genset untuk menggantikan aliran listrik selama listrik padam,” ungkapnya. Menurutnya RS sangat memerlukan airan lisrik karena di beberapa ruangan seperti ICU, operasi, emergency memiliki alat penting yang membutuhkan suplai listrik. Pelayanan menyengkut nyawa seseorang, jadi RSMH tetap memberikan pelayanan terbaik meskipun ada kendala.

selain gangguan listrik, RS juga terkendala pasokan air bersih. 100 persen RSMH menggunakan air dari PDAM. Diakuinya, intake Karang Anyar distribusi air mati total sehingga air tidak bisa dialirkan. Sebagai upaya pelayanan, pihaknya membeli air bersih dari mobil tangki. Dalam satu hari, mereka memasok air sebanyak 30 tangki. “Tidak hanya listrik. RS juga membutuhkan air. Kamis (30/10) saja, kami sudah membeli air 15 tangki. Kemarin, kebutuhan air dapat mencapai 30 tangki,” ungkapnya.

Kepala Huma RUSD Palembang Bari, Lidia R Tarigan menyebutkan, akibat padamnya listrik dua jadwal operasi bedah sampai ditunda. Operasi baru bisa dilakukan setelah listrik menyala kembali. “Hari Kamis kemarin, dua jadwal operasi terpaksa kami tunda, karena listrik padam hingga sore hari.

Listrik kembali padam dari pagi hingga siang. “Untuk hari ini (kemarin, red) ad beberapa layanan yang terganggu, seperti alat CT sanyang mati total, serta radiologi yang juga mengalami gangguan penggunaan, termasuk alat kesehatan lain,” katanya.

Tidak hanya itu, lima unit pendingan ruangan (AC) mengalami rusak. “Sebenarnya genset kami ada dan dapat difungsikan, hanya saja untuk rentan waktu pemadaman yang cukup lama genset kami tidak cukup kuat,” katanya.

Untuk biaya operasional pun menurutnya harus dipertimbangkan rumah sakit, karena dua hari yang lalu saat pemadaman pihaknya sudah menghabiskan bahan bakar solar mencapai 1.200 liter.

Berbagai upaya dilakukan RSUD Bari agar pelayanan terhadap pasien tetap berjalan baik. Namun masih saja, lima unit mesin genset di RS tersebut tidak dapat meng- cover seluruh ruangan RS. Padamnya listrik justru berdampak juga pada penyaluran air pada PDAM ke hotel-hotel. Akibatnya, operasional cost hotel terhadap pemenuhan air bersih menjadi tinggi, ditambah lagi keluhan penghuni hotel terhadap fasilitas layanan.

”Seharusnya PDAM dalam hal ini yang menyalurkan air bersih ke hotel-hotel sudah memiliki antisipasi atas kejadian ini. Memang ini berawal dari pemadaman listrik, namun seharusnya PDAM juga ada cadangan listrik agar bisa mengalirkan air ke masyarakat,” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asifudin.

Akibat sulitnya air, pihaknya terpaksa membeli dari tangki air. Namun air dari tangki tersebut tidak mungkin mencukupi seluruh hotel yang ada di Pelambang. “Bayangkan saja kalau satu hotel bisa menghabiskan 20 tangki air. Jadi kalau ada ratusan hotel bagaimana bisa cukup,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada PDAM agar segera mencari alternatif untuk mengantisipasi terjadinya penghambatan penyaluran air tersebut. “Kami juga akan segera menggandeng agen-agen penjual air bersih sebagai antisipasi bila terhambatnya penyaluran air. Namun kami juga berharap perusahaan air bersih dalam hal ini PDAM juga melakukan antisipasi bila terjadinya pemadaman listrik,” tandasnya.

Selain itu, pemadaman listrik juga berdampak pada kemacetan jalan umum. Dimana banyak traffic light tidak menyala. Bahkan dari 45 traffic light 30 di antaranya tidak menyala dan hanya 15 titik yang berfungsi karena menggunakan solar cell.

Mengantisipasi kacaunya arus lalin (lalu lintas) karena lumpuhnya traffic light tersebut, Dishub Kota Palembang bekerja sama dengan aparat kepolisian menerjunkan personel khusus untuk berjaga-jaga di setipa persimpangan. “Kami bekerja sama dengan kepolisian langsung menurunkan tim,” ujar Kadishub Kota Palembang, H Masripin Toyib. Sementara aktivitas di Pemkot Palembang juga terlihat sedikit terganggu, karena listrik padam. Sekitar sembilan jam dari pagi dan baru menyala kembali pada pukul 15.00 WIB. (nni/qiw/may/chy/gti/asa/ce2)

Gangguan Transmisi Jadi Biang Kerok
___________________________________________________________

8 Kabupaten/kota Lumpuh
Lumpuhnya aktivitas warga akibat listrik padam dialami beberapa daerah di Sumsel. Seperti di Kabupaten OKI. Kondisi itu tidak hanya di dalam Kota Baturaja saja, melainkan di kecamatan-kecamatan lainnya.

”Dari semalam pemadaman terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Sekitar pukul 17.00 WIB baru menyala listriknya. Tidak tahu apa penyebabnya, tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN,” kata Wahid warga Paninjau, OKU, Juamt (31/10).

Manajer PLN Rayon Baturaja, Surpayitno mengatakan, pemadaman listrik disebabkan adanya gangguan pada pengantar transmisi 150 kilovolt (kV) dan under frekuensi yang mengakibatkan pengantar Bukit Asam (Tanjung Enim) – Baturaja trif dan sistem Lampung blackout. ”Petugas di sana masih menyusuri, di mana titik gangguan,” ujar Suprayitno.

Di Kabupaten OKU Timur, listrik padam selama 7 jam. Manajer PLN Cabang Lahat Ranting Martapura, Agung Fajar Santosa mengungkapkan, pemadaman listrik tidak hanya terjadi di wilayah OKU Timur, akan tetapi wilayah lain juga turut terkena imbasnya. Hal tersebut akibat terganggunya pembangkit dan transmisi pengantar 1 dan 2 pada gardu induk, sehingga sistem Sumatera bagian Selatan dan Sumatera bagian Tengah terpisah.

”Laporan yang saya terima terjadi gangguan sekitar pukul 01.45 WIB (31/10). Selain OKUT, wilayah lain yang sama menginduk dengan gardu Lahat seperti OKU, Prabumulih, dan Palembang ikut mengalami kendala, dikabarkan Bengkulu dan Lampung jug mengalami pemadaman,” ungkapnya.

Di Kabupaten Muara Enim, aktivitas warga dan perkantoran lumpuh. “Kalau listrik padam, terpaksa dak biso melayani pembuatan SKCK, nunggu lampu hidup dulu baru bisa begawe lagi,” kata seorang petugas Polres Muara Enim, Jumat (31/10). Akibat mati lampu tersebut membuat masyarakat yang melakukan aktivitas menggunakan jaringan listrk kecewa.

Manager Ranting PLN Muara Enim, Merlin ketika dikonfirmasi mengatakan listrik PLN saat ini tengah mengalami gangguan. “Saat ini listrik PLN memang tengah mengalami gangguan. Gangguan itu terjadi tidak hanya berdampak pada distribusi untuk PLN wilayah Muara Enim tetapi PLN Sumbagsel. Untuk lebih jelas penyebab terjadinya gangguan tersebut bisa ditanyakan kepada PLN wilayah,” tukasnya.

Di OKU Selatan, pemadaman listrik terjadi sejak pukul 02.00 WIB. Itu dikarenakan suplai listrik ke OKU Selatan padam total akibat listrik alamiblackout. Manajemen PLN Rayon Muaradua melalui staf pelayanan Sri mengatakan pemadaman tidak hanya di wilayah OKU Selatan tetapi di seluruh daerah di Sumsel karena mengalami blackout.

di Kabupaten Ogan Ilir (OI), bukan saja imbas dari karusakan pada pembangkit AGP Borang di Palembang, melainkan tidak terkoneksinya sistem transmisi pembangkit dari arah Lampung ke Gardu Induk (GI) simpang tiga Inderalaya.

”Pemadaman listrik hingga tiga kali yang terjadi hari ini, bukan karena akibat kerusakan Pembangkit AGP Borang di Palembang, melainkan tidak terkoneksinya transmisi pembangkit dari arah Lampung ke GI simpang tiga Inderalaya,” ujar Staf Teknik PLN Inderalaya Juniardi ketika ditemui koran ini di GI simpang tiga Inderalaya, kemarin.

Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pemadaman listrk terjadi sejak Jumat (31/10), mulai pukul 05.00 WIB. Pemadaman terjadi, akibat dampak kerusakandi pembangkit listrik AGP di Borang Palembang. Belum diketahui secara pasti kapan listrik bakal menyala di Bumi Serasan Sekate. Supervisor Jaringan PT PLN (Persero) Ranting Sekayu, Irsan, membenarkan listrik padam hampir di seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Muba. (gsm/dwa/bis/sal/yud/sid/qda/asa)

Sumber: Sumatera Ekspres, Sabtu, 1 November 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: