Aniaya Istri 12 Bacokan


Aniaya Istri 12 Bacokan

BATURAJAPengunjung Pasar Atas, Baturaja, Kabupaten OKU, Rabu (22/10) pagi geger dengan ulah pedagang pecah belah, Deni Aktafian (35) yang menganiaya istrinya, Fajariani (28). Tidak tanggung-tanggung, Fajariani menderita 12 bacokan hingga sekarat bersimbah darah. Terluka bacokan di bagian kepala dan tangan.

Belum diketahui motif dari kejadian itu, sebab tersangka Deni sendiri terlihat shock kemudian sempat tidak sadarkan diri. “Saat kami tiba di TKP, pelaku sedang memeluk istrinya yang sudah bersimbah darah. Serta alat bukti berupa sebilah parang berad tidak jauh dari keduanya,” kata Kapolsek Baturaja Timur, AKP Sumaryono SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Indra Wilis.

Kini, tersangka Deni dan barang bukti parang yang digunakan untuk membaok istrinya sudah diamankan di Mapolsek Baturaja Timur. Warga Jl Letnan Tukiran, Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat itu disel dengan pengawasa ketat. Serta didampingi orang yang dikenalnya, antissipasi tersangka berbuat nekat semisal bunuh diri karena menyesali perbuatannya.

Sementara korban Fajariani masih dalam perawatan intensif di RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja. “Menurut keterangan dokter terdapat 12 luka bacokan di tubuh korban. Sedangkan pelaku belum bis dimintai keterangan karena masih shock. Menurut keterangan di lapangan, keduanya memang sudah lama sering cekcok. Penyebabnya apa, masih kami dalami,” pungkas Sumaryono.

Informasi sementara yang didapat polisi dari saksi yang tidak disebutkan namanya, pagi sekitar pukul 08.30 WIB pasutri tersebut baru membuka lapak dagangan pecah belahnya. Kemudian terdengar cekcok mulut, korban sempat memukul wajah suaminya. Diduga kalap, tersangka melihat golok terselip di lapak warung kelapa yang masih tutup dan mengambilnya.

Langsung saja dibacokkannya bertubi-tubi ke arah kepala istrinya, hingga juga mengenai tangan istrinya yang berusaha menangkis. Akibatnya, korban menderita 12 luka bacokan. Seperti di bagian kening, kepala bagian atas, tengkuk (belakang leher), tangan kanan dan kiri, serta bagian tubuh yang lainnya.

Dari tindak penganiayaan berat itu, adik kandung korban, Lukman (23), mewakili pihak keluarga membuat laporan polis (LP) ke Polsek Baturaja Barat. Dikatakannya, korban dan pelaku sudah dikaruniai dua orang anak. Sejak menikah tahun 2003 silam, mereka memang sudah sering bertengkar.

“Dia (tersangka, red) sering main tangan. Ayuk (korban, red) sering mengadu dengan aku. Tapi kalau di rumah tidak berani, karena ada aku. Belum lama ini, ayuk ngomong lagi kalau ribut dan tangannya diplintir oleh dia (tersangka, red),” beber Lukman.

Lukman juga belum bisa memastikan penyebab keributan itu masalah ekonomi atau ada orang ketiga seperti kabar yang berkembang. “Ayuk (korban, red) idak pernah cerito soal itu,” tutupnya. (gsm/air/ce5)

Sumber: Sumatera Ekspres, Kamis, 23 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: