Aktivitas Eks Karyawan Transmusi Pascadianggap Mengundurkan diri


Urus Burung di Rumah hingga Jadi Kuli Bangunan

Aktivitas Eks Karyawan Transmusi Pascadianggap Mengundurkan diri
Mediasi: Suasana mediasi eks karyawan Transmusi dengan PT SP2J oleh Kadisnaker Palembang, Ir Gunawan, kemarin

________________________________________

Sebanyak 411 eks karyawan Transmusi mengikuti upaya mediasi dengan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) dengan bantuan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang. Keinginan mereka tidak banyak, bisa diperkerjakan kembali atau pesangon mereka dibayar.

================================

Khoirunnisak – Palembang

================================

tidak seluruh karyawan yang dianggap mengundurkan diri mendatangi kantor Disnaker Palembang untuk mengikuti mediasi tersebut. Mereka mewakilkan aspirasinya kepada sekitar 25 orang teman-temannya. Dengan segudang harapan, para eks karyawan Transmusi ini sudah datang sejak pukul 08.30 WIB.

salah seorang yang terlihat hadir, yakni Julianyah (34), driver Transmusi. Katanya, sejak dianggap mengundurkan diri oleh manajemen Transmusi, dia tidak lagi bekerja. Tepatnya mulai 10 Oktober lalu, pascamenerima gaji tiga bulan terakhir yang belum dibayarkan saat itu. “Saya hanya di rumah, menjadi bapak rumah tangga,” katanya. Gaji tiga bulan yang telah diterima sebesar Rp 7,5 juta lebih, sudah habis dibayarkan utang. Selama tidak mendapatkan gaji, ia dan keluarganya terpakksa meminjam uang kepada kerabat untuk membeli kebutuhan hidup sehar-hari. “Sehari-hari di rumah saja, memberi makan ayam peliharaan,” imbuhnya. Dalam mediasi tersebut, dia dan aryawan lain hanya ingin meminta kejelasan dari PT SP2J selaku induk perusahaan pelat merah Transmusi.

“Kalau memang kami diputus kerja sepihak, kami ingin mendapatkan pesangon sesuai peraturan perundang-undangan Nomor 13 Tahun 2003,” cetusnya. Juliansyah menuturkan, tidak mudah bagi mereka bisa punya kesempatan bekerja di Transmusi.

“Kami sebelumnya mengikuti rangkaian tes driver, psikologi hingga training selama sembilan bulan,” ungkap pria yang mengaku sudah empat tahun bekerja di Transmusi.

Usman (28), eks pramugara Transmusi yang bekerja tiga tahun terakhir di Transmusi, juga mengaku kecewa dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Belum lagi, gaji yang ia terima harus dipotong Rp 600 ribu sehingga hanya menerima Rp 5,7 juta dari total awal Rp 6,3 juta.

“Wah, gaji sudah lama habis dibayarkan utang dan beli keperluan sehari-hari,” cetusnya. Demi menghidupi anak istri, kini Usman bekerja sebagai kuli bangunan. Katanya, jika Transmusi kembali normal, ia berharap bersama karyawan lain bisa dipekerjakan kembali. “Kalau memang tidak bisa, kami menuntut hak kami sesuai ketentuan yang berlaku di UU,” bebernya.

Usman mengaku bingung mencari cara untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. “Kalau diberi pesangon, mungkin nanti bisa dibuat modal berdagang kecil-kecilan. Harapan kami bisa dipekerjakan kembali,” bebernya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Syaker dan Kepsek Disnaker Palembang, Hj Yusna SH MM mengatakan, pihaknya memanggil perwakilan pekerja untuk mendengarkan secara langsung aspirasi eks karyawan Transmusi. “Hari ini (kemarin) kami memang baru mendengarkan keluh-kesah para pekerja yang dianggap telah mengundurkan diri. Kami akan mediasi hingga ada solusi terbaik,” imbuhnya.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Abdullah Anang menambahkan, pihaknya membantu penyelesaian masalah yang dihadapi eks karyawan SP2J. Sayang, keinginan para eks karyawan tampaknya tak sejalan dengan keputusan manajemen SP2J.

Mereke menilai tidak ada yang namanya pemberhentian sepihak. Karena para karyawan mogok kerja selama lima hari berturut-turut tanpa pemberitahuan, maka dianggap mengundurkan diri. “Padahal kami sudah berikan teguran, tapi tidak dihiraukan,” jelas Direktur Utama PT SP2J, Marwan Hasmen.

Karena itulah, tidak ada yang namanya pesangon. Hanya saja, manajemen SP2J berpikir ada semacam uang pisah sambut yang besarannya sekitar 15 persen dari gaji. Itu pun akan dinegosiasikan terlebih dahulu. “Tidak semua pegawai tersebut yang diberhentikan. Nanti akan ada yang dipanggil kembali untuk dipekerjakan. Tapi, mereka harus ikut tes psikologi. Sekarang semua dirumahkan karena manajemen sedang fokus melakukan perbaikan armada yang rusak,” bebernya. (*/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Kamis, 23 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: