319,2 Ha Kawasan Konservasi Terbakar


319,2 Ha Kawasan Konservasi Terbakar
Pesawat Cassa 212 bantuan BNPN untuk melakukan hujan buatan di Sumsel telah tiba di Palembang, kemarin. Tampak Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto (kiri), melihat dari dekat pesawat tersebut

— Sudah 250,02 Ha Dipadamkan
— Hari Ini, Cassa 212 Mulai Semai Awan

_________________________________________

PALEMBANGBrigade pengendalian kebakaran hutan Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, termasuk salah satu instansi yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan lewat jalur darat, hingga 19 Oktober lalu, sudah 250,02 hektare (Ha) kebakaran di kawasan konservasi berhasil dipadamkan. Kepala BKSDA, Nunu Anugrah SHut MSc menjelaskan, ada delapan kawasan konservasi di Sumsel.

Ada Suaka Margasatwa (SM) Betayan, luasnya 23.220 hektare, yang terbakar 93,5 hektare dan yang sudah dipadamkan 59,5 hektare. Lalu, ada SM Dangku, luasnya 44.419,34 hektare, yang terbakar 119,45 hektare, dan yang berhasil dipadamkan 95,45 hektare.

Kemudian ada SM Padang Sugihan, luasnya 86.932 hektare, yang terbakar 101,75 hektare, dan yang sudah dipadamkan 90,75 hektare. “Di SM Gunung Raya, luasnya 50,950 hektare, dan tidak ada yang terbakar lahannya,” beber Nunu. Di SM Isau-Isau Pasenah, luasnya 16.998 hektare, yang terbakar hanya 2,5 hektare, dan seluruhnya telah dipadamkan.

Lalu,, Hutan Suaka Alam (HAS) Gumai Tebing Tinggi, luasnya 46.122,60 hektare, yang terbakar 2 hektare, dan seluruhnya berhasil dipadamkan. Ada HAS pusat latihan gajah, luasnya 210 hektare, dan tidak ada yang terbakar. Begitu juga Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu, luasnya 50 hektare, dan tidak ada yang terbakar. “Jadi keseluruhan ada 319,2 hektare kawasan konservasi yang terbakar dan sudah 250,02 hektare yang berhasil dipadamkan,” tuturnya.

Dua bulan terakhir, 240 personel Manggala Agni siaga di empat daerah operasi (daops), yakni daops I Muba, daops II Banyuasin, daops III OKI, dan daops IV Lahat. “Lokasi kebakaran hutan maupun lahan jauh dari permukiman masyarakat sehingga sulit untuk dijangkau. Begitu pun dengan pasokan BBM, akomodasi, serta ketersediaan air untuk membantu upaya pemadaman,” tukasnya.

Mulai hari ini, Cassa 212 tipe 200 yang tiba kemarin (21/10) sore di Palembang akan mulai beroperasi. Pesawat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu akan digunakan untuk melakukan modifikasi teknologi cuaca (TMC).

“Pesawat Cassa ini akan fokus melakukan penyemaian awan di Sumsel. Meski potensi awan masih sedikit, tapi setidaknya sudah bisa terdeteksi di arah mana yang mulai banyak tumbuh,” beber Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto SH. (uni/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Rabu, 22 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: