52 Kelurahan Kategori Kumuh


52 Kelurahan Kategori Kumuh
Rutinitas MCK: Aktivitas masyarakat pinggirang Sungai Musi di pagi hari. Air sungai yang tidak bersih menjadi kebutuhan penting untuk mereka mandi, cuci, dan kakus (MCK)

Pembenahan Start Tahun Depan

Bakal Terima Rp 70 M dari APBN

________________________________________

PALEMBANGMasih banyak kawasan kumuh di Metropolis. Menurut data yang dimliki Dinas PU Cipta Karya Palembang, ada 52 kelurahan yang masuk kategori kumuh. Semua kelurahan itu tersebar pada enam kecamatan. Jumlah tersebut berada di wilayah Seberang Ulu, yakni Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) II, Plaju, dan Kertapati. Sisanya di Seberang Ilir. “Saat ini, kami sedang dalam tahap pendataan kawasan kumuh. Kemungkinan akhir tahun nanti selesai. Untuk sementara, ada sekitar 52 kelurahan yang masih kumuh,” kata Albert Midinato, Kabid Perumahan PU Cipta Karya Kota Palembang, kemarin (15/10).

Nantinya, akan dibagi tiga kategori, kumuh berat, sedang, dan ringan. Khusus kawasan Seberang Ulu I dan Kertapati, dinilai masuk dalam kategori kumuh berat. “Kedua daerah ini memang sudah masuk dalam SK Wali Kota, dinyatakan sebagai kawasan kumuh,” ujarnya.

Yang belum diketahui secara pasti, berapa luas kawasan yang dinyatakan kumuh dan memerlukan perhatian. “Dari kementerian meminta data terbaru kawasan kumuh. Mereka tampaknya ingin tahu, apakah jumlah daerah dan luasnya yang kumuh sudah berkurang atau belum,” imbuh Albert.

Terhitung 2015, Pemkot Palembang melalui Dinas PU Cipta Karya akan memulai program pemberantasan kawasan kumuh, selaras dengan program kementerian pusat. “Rencananya, ad dana sekitar Rp 70 miliar yang bersumber dari APBN untuk pengentasan kawasan kumuh di Palembang,” tuturnya.

Dana tersebut masing-masing Rp 50 miliar untuk pengembangan kawasan kumuh, termasuk pengadaan fasilitas pendukung. Di beberapa kelurahan, mulai tahun depan akan ada pembangunan sanitasi, perbaikan lingkungan, irigasi, dan pembenahan lainnya untuk mengentaskan kekumhan yang ada.br />
Sisanya Rp 20 miliar diperuntukkan membangun kawasan baru untuk mengatasi kekumuhan tersebut. “Sesuai dengan program kementerian. Targetnya, 2019 mendatang bebas kumuh. Jadi, pengentasan kumuh ini merupakan program berkelanjutan, finish-nya pada 2019,” ungkap Albert.

Selain pembenahan fisik, juga akan ada pemberdayaan masyarakat di daerah kumuh itu dalam skala kecil. Sedangkan untuk pengerjaan skala besar, akan melibatkan jasa pihak ketiga.

Kata Albert, Pemkot Palembang sudah mulai dengan program bedah 1.000 rumah. Saat ini, progresnya sudah mencapai angka 55 persen. “Bedah rumah yang difokuskan di kawasan Seberang Ulu tersisa 45 persen lagi pengerjaan fisiknya. Pekerjaan targetnya kelar akhir tahun ini juga,” tukasnya. (chy/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: