Pemprov Ambil Alih Transmusi


Jika Persoalan Karyawan Tak Selesai

Pemprov Ambil Alih Transmusi
Adukan Nasib: Ratusan buru yang di-PHK sepihak saat mengadukan nasib mereka ke Pemprov Sumsel, kemarin

________________________________________

PALEMBANGTiga kelompok buruh mengadukan nasibnya ke Pemprov Sumsel, kemarin. Ada ratusan karyawan Transmusi yang dianggap mengundurkan diri oleh manajemen PT SP2J, security PLN Keramasan dan PT Pusri yang dirumahkan secara sepihak.

Forum karyawan Transmusi (Fortrass) yang datang lebih awal hanya menyampaiikan dua unek-unek mereka kepada Gubernur Sumsel. “Kami masih ingin tetap bekerja. Tapi jika tidak dipercaya lagi oleh perusahaan, kami minta agar dikeluarkan pesangon dan hak-hak kami sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar koordinator lapangan, Vidian Chandra, didampingi koordinator aksi, Rahman Awaludin.

Ditegaskan Vidian, mereka tidak pernah membuat ataupun mengajukan surat pengunduran diri kepada manajemen perusahaan. “Tapi kami diberi surat yang menyatakan bahwa kami dianggap mengundurkan diri,” bebernya. Mereka yang dianggap mengundurkan diri berjumlah sekitar 400 orang, terdiri dari para sopir dan pramugara.

Tak lama, datang puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). Meeka mendampingi security PLN Keramasan dan PT Pusri yang merasa di-PHK secara sepihak oleh perusahaan.

“Persoalan perburuhan dari Sumsel kian banyak. Kali ini dari dua perusahaan BUMN, yakni PT PLN dan PT Pusri. Kasus ini menjadi sorotan karena PHK yang dilakukan terhadap security didua BUMN itu,” kata koordinator lapangan, Ramli, dari SBSI.

Tuntutan pekerja hanya minta agar dipekerjakan kembali. “Kami juga menolak kenaikan harga BBM,” imbuhnya. Perwakilan dari masing-masing massa aksi berkesempatan menemui Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sumsel, H Ikhwanuddin SSos.

Hasilnya, Pemprov Sumsel akan memediasi karyawan Transmusi yang dianggap mengundurkan diri untuk bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Disnaker Kota Palembang dan manajemen PT SP2J pada 17 Oktober nanti. “Jika masalah ini tidak selesai juga, maka Pemprov akan mengambil alih operasional Transmusi. Untuk semua permasalahan buruh, akan kembali dibahas nantinya bersama semua instansi terkait,” tandasnya. Sedangkan tuntutan security PLN Keramasan dan PT Pusri, dalam proses lebih lanjut. Kedua BUMN itu sudah dua kali dipanggil. Secepatnya dalam minggu ini akan ada pertemuan lanjutan. (wia/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Rabu, 15 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: