Sesi Sempat Diancam Dibakar Hidup-Hidup


Sesi Sempat Diancam Dibakar Hidup-Hidup PALEMBANGPengembangan kasus meledaknya bom rakitan low explosive di kediaman Evi Sukaesih alias Evi (37) di Jl SMB II, Lr Margo, Nomor 3000, RT 30/06, Kelurahan Sukodadi, kecamatan Sukarami, Palembang terus dilakukan pihak kepolisian.

Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi Dedi Irawan 27) mantan suami Karlesi alias Sesi — adik kandung korban Evi yang dicurigai sebagai pengirim sekaligus pembuat bom rakitan tersebut di Mapolsekta Sukarami . Pantauan koran ini, kemarin (12/10) sekitar pukul 13.00 WIB, hanya terdapat sejumlah petugas yang sedang berjaga.

Sayangnya,tidak ada satu pun petinggi kepolisian yang bersedia memberikan keterangan terkait proses pengembangan tersebut. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam dalam kasus tersebut. Saat ini anggota masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. “Kasusnya ditangani oleh Ditreskrimum,” terang Djarod saat dihubungi.

Sebelumnya, Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk menegaskan, pihaknya dan tim gabungan masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka. “Kami masih mencari bukti dulu, kami sudah menggelar pro-rekonstruksi. Kita biarkan dulu proses penyelidikan berjalan, jika bukti sudah ditemukan kita baru menetapkan tersangka,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Sesi mengaku tidak mengetahui informasi bahwa mantan suaminya tersebut dibawa ke luar Mapolsekta Sukarami terkait pengembangan kasus ledakan bom rakitan di kediamannya. “Mungkin nian Pak, kalu dio dibawak ke daerah Pulau Rimau, Sumbawa sano tempat mamangnyo si Zakaria. Atau dibawa ke tempat dio begawe di Desa Riding, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tapi kalu ke sini dan katek Pak,” ujar Sesi.

Kecuriaan pengirim dan pembuatan bom rakitan tersebut adalah Dedi karena mantan suaminya tersebut sempat mengajak rujuk. Meski sudah ditolak mentah-mentah Dedi tetap ngotot ingin menikahi Sesi lagi. Bahkan sempat mengancam ingin membakarnya hidup-hidup.

“kalu maslaha lain aku idak punyo Pak, baik itu digawean maupun di lingkungan sini. Aku sempat pindah gawe dari Kafe Raja Tungkal di Soekarno Hatta ke Mastaria di Jl Tanjung Api-Api, gara-gara galak diteror oleh Dedi, laju aku berenti di situ,” ungkapnya.

Teror tersebut kembali berlanjut saat jelang perayaan Hari Raya Idul Adha lalu, setelah Sesi mengatakan kepada Dedi bahwa dirinya telah menerima pinangan dari laki-laki lain. “Dio nak ngancuri galo kehidupan au, dio sempat ngomong nak bakar aku hidup-hidup,” ucap Sesi.

Sementara itu, tempat kejadian perkara (TKP) masih terpasang garis polisi (police line). Menurutnya, saat ini kondisi korban Evi sudahh membaik, dan diperbolehkan oleh pihak RS Myria pulang ke rumah.

Terpisah, Chika–rekan Sesi yang bekerja di Cafe Mastaria mengatakan, Sesi baru dua minggu bekerja di kafe tersebut. “Setahu aku selama bekerja Sesi tidak pernah terlibat dalam perselisihan,” tukasnya.

Diwartakan sebelumnya, bom rakitan tersebut meledak dan mengenai bagian tubuh Evi. Akibatnya korban mengalami luka-luka sayat dan luka robek tangan kanan sampai payudara sebelah kanan terkena pecahan gelas dan serpihan bom rakitan. Evi ayuk kandung Karlesi alias Sesi (28), yang seharusnya menerima bingkisan. Evi dan Sesi, pelayan di Kafe Mastaria. (cj13/war/vin/ce2)

Sumber: Sumatera Ekspres, Senin, 13 Oktober 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: