Hutan Terbakar, Asap Kian Pekat


Hutan Terbakar, Aap Kian Pekat
Kebakaran lahan di sisi Jalintim Km 56, Desa Lubuk Lancang, Suak Tapeh, Banyuasin kembali terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin (9/10). Api juga membakar jaringan listrik PLN

________________________________________

Diduga akibat puntung rokok, hutan belukar di tepian Jalan Merdeka, Kilometer 9, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar. Tidak ayal, kebakaran lahan hutan seluas satu hektare membuat pengendara yang melintas di jalan utama menuju Ibu Kota Pendopo terganggu akibat tebalnya asap.

Menurut Minto (35), warga setempat, api secara tiba-tiba muncul. “Tadi aku melintas di jalan itu, api sudah besar ditambah tiupan angin. Tidak lama kemudian mobil pemadam kebakaran datang,” ujarnya, kemarin (9/10).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Husni Zailaini mengatakan,, kebakaran hutan diduga ada warga yang membuang puntung rokok. “Dua unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten PALI telah digerakkan ke lokasi. Memang akibat kebakaran sempat mengganggu arus lalu lintas, namun tidak berlangsung lama,” katanya.

Sementara itu, kebakaran di sisi Jalintim Km 56, Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin kembali terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin. Api juga membakar jaringan listrik PLN yang berdekatan dengan lokasi yang terbakar sehingga terputus. “Kami sudah melakukan pemadaman secara manual,” ujar Kepala Desa Lubuk Lancang, Rusdi Tamrin, kemarin.

Pihaknya juga memanggil petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk memadamkan api. Masih kata dia, diduga penyebab kebakaran karena puntung rokok yang dibuang secara sembarangan sehingga menulut api di semak-semak. “Kemungkinan besar dari puntung rokok yang dibuang di semak-semak yang relah mengering, sehingga langsung menyulut api yang dalam waktu singkat membesar,” terangnya.

Kepala BPBD dan Kesatuan Bangsa Kabupaten Banyuasin, Harobin Mustofa mengatakan, kebakaran lahan kosong harus diwaspadai oleh masyarakat memasuki puncak musim kemarau. “Apalagi beberapa pekan ini merupakan puncak musim kemarau,” katanya. (ebi/qda/lia/ce5)

Sumber: Sumatera Ekspres, Jumat, 10 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: