Dikira Lampu, Bom Rakitan Meledak


Satu Korban Luka, Pelaku Diduga Mantan Suami

Dikira Lampu, Bom Rakitan MeledakUsai melakukan olah TKP, petugas gabungan memasang garis polisi di lokasi kejadian meledaknya bom rakitan yang menyebabkan satu korban terluka

_________________________________________

PALEMBANGSebuah bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive), sekitar pukul 03.00 WIB, kkemarin (9/10), meledak disebuah rumah permanen bilangan Jl SMB II, Lr Margo, No 3000, RT 30/06, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, pemilik rumah Evi Sukaesih (37) menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Evi menderita luka sayat dan robek di tangan kanan hingga payudara sebelah kanan terkena pecahan gelas dan serpihan bom rakitan. Setelah menjalani operasi, ia haru menjalani perawatan intensif RS Myria Palembang.

Bagaimana kejadiannya? Begini. Bermula saat korban pulang dari tempat kerjanya di salah satu kafe Jl Letjen Harun Sohar (Tanjung Api-Api) bersama Karlesi alias Sei (28). Keduanya diantar oleh Mushadi, teman laki-laki yang baru mereka kenal.

Evi dan Sesi tinggal satu rumah mirip bedeng beda pintu. Saat di depan pintu teras rumah Evi, Sesi menemukan kantong kresek warna hitam di atas meja yang ternyata di dalamnya ada bingkisan berbentuk kotak.

Lalu kantong tersebut oleh Sesi diserahkan kepada Evi dan diletakkan begitu saja di atas meja yang ada di teras. Sesi masuk ke rumah dan membuatkan kopi untuk Mushadi. Sekitar 10 menit kemudian, Evi yang penasaran langsung membuka kotak tersebut yang berisi lampu emergency merek Kiseki Led, warna putih hijau.

Evi menekan tombol lampu emergency dan tak pelak, lampu emergency yang diduga kuat sebagai pemicu (detonator) langsung meledak di tangan. Evi sempat terpental ke teras rumah Sesi. “Aku jingok pertamo kali ado kotak lampu emergency di pucuk meja, Pak. Warno hijau, aku bukak kotaknyo cak lampu emegency nian, terus aku tarok di meja lagi. Nah, terus aku buat kopi. Ayuk aku (Evi, red) nanyo itu hadiah siapo? Aku jawab idak tau, mirip senter barang tuh,” ujar Sesi kepada petugas yang memintai keterangan di Mapolsek Sukarami.

Menurut Sesi, dia sempat mendengar jeritan Evi mnta tolong. “Aku denger besak nian suaro ledakan itu Pak, sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Korban Evi ditemukan sudah tergeletak dan menahan sakit. Warga begitu mengetahui kejadian langsung berhamburan keluar rumah. “Kami lihat luko dari tangan kanan sampe ke payudara korban Evi, cuma terkena serpihan dari ledakan. Ada sebagian serpihan yang mauuk ke dalam payudaranya,” terang Simanjuntak (59), warga sekitar.

Tak banyak informasi yang diperoleh dari Sesi terkait si pengirim bingkisan tersebut. Hanya saja, ia menceritakan kalau dia ada masalah dengan suaminya bernama Dedi. “Aku sudah cerai samo Dedi limo bulan lalu karena sering selisih paham. Cuma sikok itulah Pak yang aku tahu masalahnyo, mantan suami au nak ngajak balek lagi, tapi aku dak galak,” cerita Sesi.

Hal serupa diungkapkan Ali Sastro (47), ketua RT setempat. Menurut Ali, suami Sesi sering datang ke rumah dan diusirnya. “Diduga kuat yang mengirimkan bingkisan tersebut adalah Dedi, mantan suami sesi. Kami menduga, bingkisan yang berisi bom rakitan tersebut salah sasaran. Mungkin maksud pelaku ingin mencederai Sesi, namun yang menjadi korban ayuknya Evi. “Sering saya usir karena Dedi diduga mengonsumsi narkoba. Mereka bercerai karena Dedi sering ketahuan jalan dengan cewek lain,” beber Ali yang ditemui di lokasi kejadian.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK, saat ditemui di lokasi kejadian, mengatakan masih mendalami kasus ini terkait modus operandi yang digunakan. “Kita maraton lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk menentukan modusnya dan siapa pelakunya. Ini bom rakitan berdaya ledak rendah,” ungkapnya singkat.

Mantan Kabid Humas Polda Sumsel ini berjanji akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik Polresta Palembang, Polsekta Sukarami, maupun Polda Sumsel untuk menguak kasus yang menimpa korban. “Kita akan usut tuntas dan cari siapa dalang di balik kejadian ini,” tutupnya.

Pantauan Sumatera Ekspres, Unit Gegana Penjinak Bom (Jibom), Sat Brimob Polda Sumsel langsung mengamankan barang bukti dan membawanya ke Mako Brimob Bukit Besar. Namun sayang, Komandan Kasat (Dansat) Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Sugeng Suprijanto SIK, ketika akan dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. Beberapa kali nomor pribadinya dihubungi wartawan koran ini tidak direspon. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim tak ada balasan.

Hanya saja, dari informasi yang diperoleh, bom rakitan yang dibuat pelaku tersebut digandeng dengan rakitan pipa. “Pemicunya (detonator) lampu emergancy. Nah, yang meledak itu bom rakitan pipa yang berisi bahan peledak tapi dengan daya ledak rendah (low explosive),” ungkap sumber yang dipercaya koran ini kemarin.

Di lokasi kejadian, Laboratorium Forensik Cabang Palembang dan INAFIS (Indonesia Automatic Finger Print Identification System) atau Indentifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polda Sumsel langsung melakukan olah TKP. Turut membantu aparat Polresta Palembang dan Polsekta Sukarami dengan memasang garis polisi (police line) di depan rumah korban. Selain Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK didampingi Kasatreskrim Kompol Suryadi yang mendatangi lokasi kejadian, tampak juga Direktur Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Edi Mustopa dan Kapolsekta Sukarami Kompol Imam Tarmudi SIK.

Bagian lain, Sumatera Ekspres juga memantau kondisi korban di RS Myria Palembang, tempat korban menjalani operasi sekitar pukul 14.00 WIB. Sayang, pihak keluarga korban tidak dapat memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Bahkan korban juga tidak dapat ditemui orang lain, selain pihak keluarga. Termasuk tim dokter yang merawat serta pihak kepolisian yang akan mengambil keterangan.

Water medis RS Myria Palembang, Usman Ginting membenarkan ada pasien ledakan bom rakitan yang dirawat. Katanya, korban dibawa ke RS Myria sekitar pukul 04.00 WIB dini hari oleh pihak keluarga, dengan luka pada lengan kanan. Hingga saat ini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di salah satu ruangan yang enggan disebutkan.

Terkait bom rakitan tersebut, berkembang juga isu teroris. Namun, Kepala Kementerian Agama Perwakilan Sumatera Selatan, H Hambali mengingatkan, kalau itu belum tentu dilakukan oleh oknum teroris. “Tidak semua kejadian seperti ini dikaitkan dengan teroris. Bisa saja ada faktor lain. Karenanya kita semua harus tetap waspada dan berhati-hati. Setidaknya menjauhi perbuatan yang dianggap bisa menyakiti orang lain sehingga tidak timbul fitnah,” ujarnya.

Tohlon Abdul Rauf, Ketua Forum Kesatuan Umat Beragama (FKUB) Sumsel memastikan bom tersebut tak terkait isu teroris apalagi ISIS yang berkembang belakangan. “Kalau mendengar apa yang Anda ceritakan, itu sepertinya jauh dari teroris. Tidak benar itu,” tandasnya. (cj13/wiy/may/war/wia/ce1)

Sumber: Sumatera Ekspres, Jumat, 10 Oktober 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: