Lima Penyakit Melonjak Tinggi


ISPA Terbanyak, Hampir 70 persen

Lima Penyakit Melonjak Tinggi Berbagai penyakit mengalmi peningkatan karena pengaruh kabut asap yang masih saja mendera Sumsel, khususnya Palembang. Udara yang tidak sehat, ditambah berterbangannya partikel debu ke uadara di musim kemarau ini menjadi salah satu penyebabnya.

Dari sekian penyakit yang kasus dan penderitanya mengalami peningkatan adalah infeksi salurang pernapasan akut (ISPA). “Terhitung dari Agustus ke September saja, kasus ISPA meningkat 69, 67 atau hampir 70 persen,” ujar Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Palembang, dr Afriimelda MKes, dalam jumpa pers di Dushubkominfo Palembang, kemarin (2/10). Untuk persentasenya, mulai 1-20 Agustus, ada 2.852 penderita ISPA. Sedangkan 1-20 September meningkat menjadi 4.839 penderita. Sementara untuk penderita pneumonia, sebanyak 252 orang ada 1-20 Agustus dan meningkat jadi 322 penderita pada 1-20 September

“Dua kasus ini memang erat kaitannya dengan kabut asap,” tuturnya. Peningkatan kasusu pneumonia di Palembang mencapai 27,28 persen.

Penyakit asma juga ikut meningkat sebesar 30 persen. Penyakit kulit 25-30 persen dan hipertensi 10-15 persen. “Dengan tingginya peningkatan penyakit ini, beruntung tidak ada yang meninggal di puskesmas ataupun rumah sakit,” imbuhnya.

Masih kata Afrimelda, pihaknya sudah melayangkan surat edaran tertanggal 25 September ke seluruh puskesmas di Metropolis untuk sesegera mungkin melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar.

“Penyuluhan bisa dilakukan di posyandu, balai desa, mengundang masyarakat, dan lainnya. Di sana, nanti diarahkan supaya masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan mendesak, tidak dianjurkan keluar rumah,” jelasnya.

Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan protein. Saat keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker, terutama mengantisipasi kabut pagi dan sore hari. Kandungan partikel pada asap tak hanya ditambah debu, tapi juga banyak zat dari gas buang kendaraan bermotor. Yang rentan terhadap kondisi ini adalah balita, anak usia sekolah, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

Kemarin, Dinkes juga telah melayangkan surat ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta ke Kantor Kemenag Palembang untuk melakukan yang terbaik bagi para pelajar. “Dua instansi itu diharapkan bisa mengambil kebijakan untuk para siswa, selama kabut asap ini,” tukas Afrimelda. (chy/ce4)

Terapkan Tanggal Ganjil-Genap

Kabut asap masih terus menyelimuti udara Palembang. Kondisinya tebal di pagi dan sore hari. Sejak sepekan lalu, Kantor Syahbandar dan Otoritas Palembang (KSOP) telah mengeluarkan surat peringatan kepada pengguna jasa angkutan laut. “Hingga saat ini, surat peringatan dan pemberlakuan sistem one way dalam pelayaran masih diberlakukan,” kata Henry Tondang, Kepala KSOP Palembang, kemarin. Harapannya, pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan bisa berhati-hati.

Dengan sistem one way, kapal akan masuk wilayah perairan Palembang, pada tanggal ganjil. Sedangkan pada tanggal genap, baru boleh bertolak dari Palembang. “Komunikasi dengan radio juga harus diintensifkan,” imbuhnya.

Karena banyak kapal yang berlayar pagi, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan karena kondisi kabut pada saat itu sama tebalnya dengan sore hari. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto menuturkan, hasil pencitraan satelit Modis (Terra dan Aqua), ada 128 titik api (hotspot) yang tersebar di Sumsel.

“Di OKI masih mendominasi dengan lebih dari 50 titik. Sisanya di Banyuasin, Muara Enim, Muba, OI, OKU, OKUS dan OKUT,” beber Yulizar. Water bombing dengan tiga helikopter, yakni Volco, MI-8, dan Sikorsky terus dilakukan. Didukung penyemaian awan untuk menghasilkan hujan buatan terus dilakukan dengan dukungan pesawat Hercules.

“Karena belum ada pertumbuhan awan, maka Hercules terbang pada pukul 13.00 WIB dengan membawa empat ton garam. Kami memantau ada pertumbuhan awan di perbatasan Lampung–Sumsel meski kecil. Kalau ada, akan langsung diadakan penyemaian,” tukasnya.

Yulizar menuturkan, hingga kemarin sore, pukul 16.00 WIB, pihaknya mendapat laporan dari BMKG ada 23 hotspot di Sumsel. “22 titik di OKI dan 1 nya di Muara Enim,” ucapnya. Untuk jarak pandang, masih 2.000 meter, dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dari BLH 96, atau berada dalam kategori sedang.

Pesawat Hercules hanya sekali melakukan penyemaian garam pada awan di perbatasan Lampung dan Sumsel pada pukul 14.00 WIB. “Terjadi hujan kecil di wilayah PALI dan OKI. Karena awannya sangat sedikit, hujan yang terjadi pun sedikit,” tuturnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo merilis, pada pukul 07.00 WIB kemarin, di Sumsel terdeteksi 127 hotspot. “Konsentrasi partikulat PM 10 di Palembang pada pukul 08.00 WIB kemarin mencapai 543. Itu artinya, udara Palembang sangat tidak sehat,” bebernya. (wia/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Oktober 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: