BPBD Sumsel Gelar Shalat Istiqa’


Stok Garam Masih 33 Ton

BPBD Gelar Shalat Istiqa'
Shalat Istiqa’: Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto (baju orange). bersama jajarannya dan para santri ponpes berdoa bersama dalam shalat istiqa’, meminta hujan segera mengguyur wilayah Sumsel

_________________________________________

PALEMBANGBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel akan kembali malakukan penyemaian awan dengan teknologi modifikasi cuaca (IMC), hari ini (30/9). Pesawat Hercules dari Malang diupayakan bisa tiba dan menyemai 8-10 garam dalam dua kali terbang.

“Upaya melakukan hujan buatan ini dilakukan hingga lima hari ke depan. Kondisi cuaca, termasuk keberadaan awan hujan, sudah mulai mendukung,” ucap koordinator lapangan IMC dari BPPT, Sutrisno, usai shalat istiqa’ di halaman BPBD Sumsel, kemarin.

Seminim apa pun awan hujan, pihaknya tetap berusaha agar hujan bisa turun di Sumsel walaupun itu hanya gerimis seperti yang terjadi belum lama ini. Hujan yang turun sangat bermanfaat untuk menyapu partikel asap di udara. “Apalagi stok garam masih 33 ton, cukup untuk melakukan penyemaian enam hari ke depan,” tuturnya. Intensitas penyemaian akan sangat tergantung potensi awan yang ada. Rencana awal, Hercules akan berada di Palembang hingga 5 Oktober mendatang, mengingat pesawat itu akan dibawa ke Kalimantan juga.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel, Sigit Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan pihaknya, ada 3-5 ribu hektare lahan gambut yang terbakar di Kabupaten OKI. “Total luas hutan gambut se-Sumsel sebanyak 1,4 juta hektare. Hampir 50 persennya berada di OKI. Yang terbakar sekitar itu,” tuturnya.

Pihaknya tidak akan menyerah. Sudah ada beragam upaya pemadaman. Termasuk mengerahkan 250 tenaga terampil untuk pemadaman jalur darat. Ada pengepungan api di lahan gambut dengan 21 eksavator. “Sekali lahan gambut terbakar, memang sulit dipadamkan karena kedalaman gambut bisa bisa 2-3 meter,” cetusnya.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel, Fakhrurozi menambahkan, hingga saat ini, pihaknya tidak lagi mengeluarkan izin pinjam pakai kawasan perkebunan maupun ahan gambut baru. “Memang ini sudah tida diperbolehkan lagi karena ada moratorium,” tegasnya.

Mendukung upaya di lapangan, puluhan pegawai BPBD bersama tim dan para santri pondok pesantren menggelar shalat istiqa’ atau shalat minta hujan. Shalat diimami KH Choiriyansyah dan khutbah oleh Mustamal serta doa dipandu Syaiful Imron. Kepala BPBD Sumsel, H Yulizar Dinoto SH mengungkapkan, pihaknya berharap agar hujan bisa segera menyapu asap dan memadamkan kebakaran hutan ataupun lahan yang melanda Sumsel.

“Kami mengajak semua jemaah di seluruh masjid untuk melaksanakan juga shalat istiqa’ ini,” imbuhnya. Saat ini upaya pemadaman terus dilakukan. Water Bombing dengan tiga helikopter masih berlangsung. Fokus sasarannya adalah wilayah OKI.

“Nantinya, bersama Deputi BNPB, Deputi Kehutanan, Deputi Perkebunan akan membentuk posko nasional penanggulangan bencana kebakaran hutan/lahan dan asap,” tukas Yulizar. (uni/wia/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 30 September 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: