Palembang Dapat Asap Kiriman


Palembang Dapat Asap Kiriman Kabut asap yang kian pekat menyelimuti udara Palembang sepertinya masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Lantaran ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini, mendapat asap kiriman dari Kabupaten OKI dan Ogan Ilir (OI).

“Kenapa di Palembang ada kabut asap? Itu adalah kiriman dari OKI dan OI. Saat memadamkan dan menyiram api, asap akan keluar. Dan karena angin bertiup ke barat laut, sehingga Palembang kebagian asap itu. Kami sudah berupaya besar untuk lakukan pemadaman api, saat ini hanya tinggal berdoa,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Sigit Wibowo, kemarin.

Menurut dia, pihaknya gencar memadamkan api bersama BPBD Sumsel di sejumlah titik, di antaranya OKI dan OI. “Titik api di OKI dan OI sedikit sulit dipadamkan karena lahannya berupa lahan gambut. Sama seperti di Muba, Banyuasin dan sebagainya. Kita sudah water bombing dengan M18, Sir Korsky, dan Bolco. Water bombing masih kurang sebenarnya. Harusnya dengan hujan buatan. Tapi karena alam belum bersahabat maka kita harus bersabar.

Hingga kemarin sore, kata dia, ada awan di kawasan OKI. Karenanya Hercules langsung menebar 4 ton garam di lokasi tersebut. Menyusul kemudian awan bergerak ke OKI dan OI sehingga Hercules menebar 4 ton garam lagi. “Totalnya ada 8 ton garam yang ditebar. Alhasil di OKI terjadi hujan meski dalam kapasitas tidak terlalu besar. Kami pun kembali menggerakkan water bombing di beberapa lokasi sehingga sebagian kawasan titik api sudah padam,” kata Sigit.

Kepala BMKG Unit Bandara Palembang, Agus Santosa menambahkan, sesuai dengan pantauan dan pengamatan BMKG di beberapa kawasan Sumsel selama beberapa hari terakhir, pihaknya melihat potensi awan malah dari arah Selat Bangka dan sekitarnya. “Tidak mengarah ke Sumsel. Ini sulitnya.”

Mengenai kondisi arah angin, kata Agus, pihaknya masih melihat arah angin masih seperti beberapa hari lalu, yakni dari tenggara ke barat laut. Hal itu membuat awan yang berada di Selat Bangka sulit terbawa ke Sumsel. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengimbau agar masyarakat berhati-hati dengan adanya asap di sekelilingnya.

“Asap ini bisa mengganggu kesehatan paru dan jantung, lansia dan anak-anak. Sehingga masyarakat harus bisa mengurangi aktivitas di luar rumah atau gedung, terutama yang menderita jantung dan pernapasan, bisa menggunakan masker jika keluar rumah, minum air putih lebih banyak,” imbuhnya.

Terpisah Agus Santosa, Kasi Observasi dan Informasi Bandara SMB II Palembang menerangkan, kabut asap mulai terlihat siang hari pukul 13.00 WIB dengan visibility 1500 meter. Meningkat pada pukul 14.00 WIB mencapai 2.000 meter. Untuk sore hari pukul 16.30 WIB, visibility kabut asap mencapai 4.000 meter.

Menurutnya, beberapa daerah di Sumsel diprediksi akan hujan seperti Banyuasin dan perbatasan Jambi. “Palembang sepertinya belum. Kalau hujan, mudah-mudahan kabut asap tidak tebal lagi,” ungkap Agus.

Syarif Usman Yani Al Qadri, manager airport SMB II mengatakan, kabut asap masih menjadi kendala Kota Palembang. Untungnya, penerbangan yang dilakukan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II masih aman. “Semua penerbangan tidak ada yang mengalami delay (tunda, red).” (via/uni/qiw/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 25 September 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: