Rekonstruksi Pembunuhan Nyaris Ricuh


Sakit Hati, Tersangka Bunuh Korban

Rekonstruksi Pembunuhan Nyaris Ricuh
Rekonstruksi: Tersaangka Rendi memperagakan adegan pembunuhan terhadap korban Hj Maryam, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian yang dilaksanakan di kediaman korban, kemarin.

________________________________________

PALEMBANGRekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Hj Maryam dan pembantunya Masnun pada Sabtu (23/8) lalu, kemarin (16/9) digelar. Dalam rekon tersebut, polisi menghadirkan tersangka Rendi Oktariza (29), selaku pelaku tunggal.

Setidaknya, ada 43 adegan dalam rekonstruksi yang dilaksanakan di tempat kejadian perkara (TKP), di rumah korban Jl RW Monginsidi, RT 01/01, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 210 personel kepolisian dari Satuan Shabara dan Satreskrim Polresta Palembang dibantu Polsekta Kalidoni dan IT I diterjunkan.

Benar saja. Saat Rendi selaku pelaku tunggal tiba di TKP, sejumlah keluarga korban memburu tersangka untuk melampiaskan kekesalan. Bahkan, ada yang terus-terusan menghujat tersangka Rendi. Selain itu, ada sebagian lagi yang mencoba marangsek masuk barikade polisi. Namun, berkat kesigapan aparat, pelaksanaan rekonstruksi berjalan lancar, sementara akses masuk lokasi sempat ditutup selama 30 menit.

“Untuk lengkapi berkas sebelum dilimpahkan. Dari sini (rekonstruksi, red), penyidik juga mulai bisa ajukan sangkaan yang akan dikenakan kepada tersangka,” ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi melalui Kasat Reskrim Kompol Suryadi SIk.

Sebanyak 43 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu. Mulai dari kedatangan Rendi, hingga sesaat sebelum ia melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah, di kawasan Kampung Rawa, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang, Banten. Daam rekonstruksi, diceritakan, Rendi datang ke rumah korban sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan sepeda motor Honda Vario warna putih striping biru merah bernopol BG 3031 UK. Setelah memarkirkan sepeda motor di depan rumah, Rendi masuk dan terlibat perbincangan dengan korban Hj Maryam.

Semula tujuan Rendi memintatambahan tenggat waktu pembayaran utangnya pada korban, sebesar Rp 21,5 juta yang telah jatuh tempo. Namun dari pengakuan Rendi kepada polisi, korban menjawab dengan caci dan maki yang membuatnya sakit hati. Pada saat ini pula, terlintas di benak tersangka keinginan untuk menghabisi nyawa korban.

“Inilah yang sementara kami simpulkan sebagai alasan dari tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban,” sambung Kasat Reskrim. Takut perbincangan tambah panas, Rendi mencoba mengalihkan perhatian dengan meminjam tungku, yang biasa digunakan menanak nasi minyak kepada korban. Dengan dibantu korban lainnya, Masnun, tungku yang berada di dalam gudang dalam rumah di bawa keluar ke dekat sepeda motor yang terparkir.

Persis pada adegan ke-20, korban yang masih berada di dalam gudang kemudian didatangi tersangka Rendi. Bisa ditebak, pada adegan berikutnya, korban Hj Maryam lebih dulu dihabisi menggunakan pisau tanpa gagang yang ditemukan tersangka di sekitar gudang.

“Tersangka sempat berteriak akan membunuh sambil membekap mulut korbannya, diperkuat keterangan saksi (tetangganya) yang mendengar teriakan tersangka dan telah kami mintai keterangan. Dari hasil visum, sedikitnya 30 tusukan dialami korban pertama (Hj Maryam),” terang Kasat Reskrim.

Rupanya, pisau tanpa gagang itulah yang memberi petunjuk yakni luka pada telapak tangan bagian kanan korban. Aksi Rendi itu rupanya dipergoki oleh Masnun. Dari pengakuannya kepada polisi, untuk menghilangkan saksi, maka Masnun juga ikut dihabisi. Namun, kali ini dengan menggunakan pisau dapur bergagang kayu yang diambil dari dapur.

Meski sempat berteriak minta tolong, Masnun tak dapat berkutik sebab (maaf) kondisi fisknya terblang tak sempurna, agak sulit berjalan. Masnun ditusuk lebih dari enam kali di bagian tubuhnya, lalu beberapa kali di bagian leher oleh tersangka.

Baru setelah memastikan kedua korban tak bergerak, REndi masuk ke dalam kamar utama dan mengambil sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya, uang tunai sebesar Rp 16 juta, dua cincin emas, dan gelang emas, dan dua buah kalung emas, kemudian melarkan diri.

Awalnya tersangka Rendi mengaku ada dua pelaku yang lain turut serta dalam aksi sadisnya itu, tapi ternyata itu hanya fiktif. Setelah pemeriksaan secara intensif, akhirnya tersangka Rendi dipastikan polisi sebagai pelaku tunggal. Sebab, di rumah korban tidak ditemukan jejak pelaku lain yakni Adit dan Syahril seperti yang disebutkan oleh tersangka Rendi. (cj13/wly/aja/ce2)

Sumatera Ekspres, Rabu, 17 September 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: