Kerahkan Dua Alat Berat


Lahan UIN Raden Fatah Mulai Ditimbun

Kerahkan Dua Alat Berat
Mulai Timbun: Lahan untuk kampus UIN di Jakabaring mulai ditimbun tanah, kemarin

________________________________________

PALEMBANGDua alat berat dikerahkan untuk membantu proses penimbunan lahan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Penimbunan telah dimulai, kemarin (16/9). Lahan yang ditimbun seluas 15 hektare.

Tanah itu merupakan hibah dari Pemprov Sumsel kepada IAIN Raden Fatah Palembang. Penimbunan tetap dilaksanakan meski beberapa hari lalupuluhan warga mewakili 146 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana menggelar aksi di kantor gubernur.

“Sudah ada keputusan dari dari pertemuan terakhir sesuai sertifikat hak pakai nomor 51 tahun 2012. Tanah seluas 15 hektare itu memang hibah untuk IAIN Raden Fatah. Karena itu, penimbunan tetap dilakukan hari ini (kemarin),” ujar Kepala Sub-Bagian Agraria Pemprov Sumsel, Imam Subarno.

Penimbunan harus dipercepat karena ado dorongan dari Bank Islam Dunia yang ingin agar pembanguan kampus UIN tersebut cepat terealisasi. Dana pembangunan kampus UIN Raden Fatah Palembang akan disokong oleh bank tersebut. Lahan yang ditimbun merupakan kawasan reklamasi periode 1990-1996.

“Sudah ada kesepakatan, warga tidak boleh menghalangi petugas yang bekerja. Sejauh ini, Pemprov Sumsel sudah memberikan toleransi untuk pindah sendiri,” tegasnya. Menurutnya, IAIN telah melakukan sosialisasi, surat peringatan 1, 2, dan 3. Juga telah dilakukan rapat mediasi di kantor Kecamatan Seberang Ulu I.

“Jadi, kami mengutus perwakilan dari Biro Pemerintah, BPKAD, petugas keamanan, dan kecamatan untuk mengawal penimbunan. Untuk keamanan, ada dari Satpol PP Provinsi, Polresta, dan Polsek Seberang Ulu I,” tutur Imam.

Sebetulnya, pada 19 Agustus lalu, telah dimulai penimbunan namun baru sebagian. Warga yang tinggal di sana mengklaim kepemilikan lahan tersebut. “Sudah ada ganti rugi sebelumnya. Karenanya, kami tidak memberikan ganti rugi lagi. Untuk surat tanah mereka, akan diuji kebenarannya,” cetusnya.

Sedangkan untuk lahan PT Amin Mulia yang terkena, saat ini dalam proses pembebasan. Luas yang akan dibebeskan 2,8 hektare. PT Amin Mulia memang memiliki sertifakat. “Pembebasannya bertahap, sesuai kemampuan Pemprov. Sebelumnya, sudah 2,5 hektare yang dibebaskan. Semua ini demi UIN Raden Fatah,” tegas Imam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, H Mukti Sulaiman SH mengatakan, pihaknya melakukan penimbunan sesuai keputusan dalam pertemuan dengan warga dan kuasa hukum warga di Pemprov Sumsel, beberapa waktu lalu.

“Tidak bisa dihentikan, apalagi dihalang-halangi warga. Kami sudah kerahkan kekuatan untuk mengawal penimbuunan lahan tersebut. Sebagian warga diketahui sudah mulai pindah dari lokasi, sisanya masih dalam proses,” tukas Mukti. (wia/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 17 September 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: