Puskesmas Banjir Pasien ISPA


Meningkat 10 Persen Lebih

Puskesmas Banjir Pasien ISPA PALEMBANGKabut dan asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumsel belakangan mulai memunculkan persoalan baru, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Warga yang terserang infeksi saluran pernapasn akut (ISPA) meningkat.

“Bisa dibilang, penyakit ISPA sedang mendominasi keluhan pasien yang berobat ke puskesmas. Jumlah yang berobat karena ISPA lebih banyak dari pasien sakit lain,” kata Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro, melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Afrimelda, kemarin.

Katanya, kabut bercampur asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan atau lahan telah mengganggu kesehatan saluran pernapasan banyak masyarakat. Belum lagi, debu yang berterbangan di musim kemarau ini. Selain ISPA, dampak dari kabut asap dan debu bisa menyebabkan infeksi selaput paru-paru, asma ringan menjadi berat, infeksi mata dan kulit.

Yang paling mudah terserang adalah balita, disusul manula dan ibu hamil. Biasanya, peningkatan penderita ISPA di masa seperti sekarang bisa meningkat hingga 12 persen. “Kalau sekarang, berdasarkan data dari puskesmas dan beberapa rumah sakit, penderita ISPA naik mendekati angka 10 persen dibanding bulan lalu,” tutur dr Afrimelda.

Jika dievaluasi, jumlah kasus ISPA Juli dan Agustus belum terlalu banyak. Tapi di akhir Agustus hingga pertengahan September ini, data mingguan menunjukkan adanya lonjakan penderita ISPA. Diungkap dr Afrimelda, pasien ISPA banyak yang tertangani di puskesmas.

Di era BPJS kesehatan saat ini, kualitas puskesmas terus ditingkatkan. “Dari 39 puskesmas di Palembang, yang paling banyak pasien ISPA-nya yakni puskesmas Merdeka dan Dempo,” katanya sembari mengatakan kalau kasus ISPA ditemukan hampir pada seluruh puskesmas di Metropolis.

dr Afrimelda mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, kacamata yang dapat mencegah terjadinya iritasi maupun infeksi. “Penting juga banyak konsumsi vitamin dan protein serta terapkan pola hidup bersih dan sehat,” tukasnya.

Kepala Dinkes Sumsel, Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengingatkan, dengan banyaknya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel saat ini, masyarakat harus waspada. “Saat ini, belum terlalu banyak penderita ISPA karena sebenarnya kualitas udara di Sumsel masih cukup baik. Tapi memang, sebaiknya ada pencegahan dini,” ujarnya.

Tahun 2012, Dinkes Sumsel mencatat ada 17.884 penduduk Sumsel yang terserang gangguan pernapasan. Salah satunya imbas dari kabut dan asap kebakaran hutan dan lahan. Selain ISPA, banyak juga yang terserang iritasi mata. Dimana, 6.498 penderita ISPA adalah balita dan 11.386 penderita di atas 5 tahun.

Bagaimana di rumah sakit? Di RSI Siti Khadijah Palembang, pada Juli lalu, pasien ISPA menempati peringkat ke-10 terbanyak yang berobat di sana. Tapi pada Agustus, ISPA masuk dalam tiga penyakit terbanyak. “Ada peningkatan yang cukup signifikan berdasarkan catatan rekam medik bulan Agustus, ISPA menjadi tiga penyakit dengan penderita terbanyak dengan jumlah warga yang berobat mencapai 125 orang,” ungkap Humas RSI Siti Khadijah, Nala Rosmini.

Pada September ini, jumlah penderita ISPA tampaknya menurun. “Per hari ini (kemarin), hanya ada 1 orang anak usia 6 tahun yang dirawat. Tapi itu ISPA umum, bukan asap,” jelasnya. Dr Khaeril dari RSI Siti Khadijah menambahkan, penderita ISPA bisa meningkat saat kualitas udara memburuk.

“Gejalanya seperti batuk dan pilek,” ucapnya. Penanganan awal dapat dilakukan di tingkat puskesmas. Tapi untuk penderita yang mengalami bronkitis atau penyakit paru dan TBC, mereka rentan kambuh saat kondisi iklim kering. Kerentanan penyakit pernapasan juga dialami anak-anak dan manula,” bebernya.

Direktur RSUD Bari, dr Hj Makiani SH MM MARS mengungkapkan, terjadi peningkatan pasien ISPA, khususnya anak-anak. “Dari 24 bed yang tersedia, semuanya penuh,” ungkapnya. Selain ISPA, pasien diare juga mengalami lonjakan.

Kondisi sebaliknya dialami RS MUhammadiyah Palembang. “Hingga saat ini, tidak ada pasien ISPA yang dirawat. Mungkin belum parah dan masih bisa diatasi dengan berobat ke puskesmas,” ujar Humas RS Muhammadiyah Palembang, Holil Aziz.

Di RS RK Charitas Palembang, jumlah penderita ISPA juga tak banyak. “Ada, tapi tidak banyak. Itu pun bukan ISPA karena asap dari kebakaran hutan atau lahan,” kata Humas RS RK Charitas, Eddy Cahyono. (chy/uni/via/cj11/ce4)

Masker-Obat ISPA Laris Manis

Seiring banyaknya masyarakat yang mengalami ISPA, permintaan obat ISPA, baik melalui resep maupun yang dijual bebas di sejumlah apotek, mengalami peningkatan. Termasuk penjualan masker yang ikut laris manis.

Manajer Apotek Kimia Farma di Jl Jenderal Sudirman, Rizal, mengakui, saat ini pewrmintaan berbagai jenis obat untuk ISPA meningkat hingga 20 persen dibanding bulan sebelumnya. “Itu khusus untuk obat yang dijual bebas. kalau untuk permintaan melalui resep dokter, setiap hari selalu ada,” bebernya.

Selain obat, pembelian masker, baik secara perorangan maupun dalam jumlah banyak, juga meningkat. Dalam seminggu, pihaknya menjual lebih dar 200 masker. “Terkadang, kami sempat kekosongan stok,” unarnya. Mengantisipasi tingginya pembelian, untuk saat ini, pihaknya menambah persediaan masker.

Kondisi yang sama diungkap Mila, karyawati Apotek K24 di Jl Jenderal Sudirman. Menurutnya, di musim kemarau ini, pembelian obat-obatan untuk mengobati sakit ISPA, memang terjadi peningkatan. “Khususnya untuk anak-anak,” tuturnya. Pihaknya juga banyak melayani pembelian masker dari perusahaan dalam jumlah yang cukup banyak.

“Mungkin masker-masker itu untuk karyawan perusahaan itu,” imbuhnya. Dengan stok yang cukup banyak, mereka masih mampu memenuhi permintaan tersebut. “Masih bisa kami penuhi, jumlahnya belum terlalu banyak,” tukas Mila. (uni/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 15 September 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: