18.592 KK miskin


Kota Palembang termasuk Kluster A

18.592 KK miskin
Kotor: Salah satu kawasan pinggir Sungai Musi dipenuhi sampah dan limbah. Kondisi ini tak hanya merusak estetika karena memunculkan kesan kumuh, tapi juga penyakit.

________________________________________

PALEMBANGKota pempek terpilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2 (NUSP-2). Program yang bertujuan mewujudkan lingkungan perumahan sehat, layak, dan berkelanjutan itu, didukung pendanaannya oleh Asian Development Bank (ADB).

“Di Palembang, ada tiga wilayah kecamatan yang menjadi target dan sasaran program NUSP-2 ini, yakni Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) II, dan Kertapati,” ungkap Dea Fitriulina dari Kementerian PU Direktorat Pengembangan Permukiman Ditjen PU Cipta Karya dalam sosialisasi NUSP-2 akhir pekan lalu.

Pelaksanaan program ini mulai 2015-2017. Total pendanaan program, yakni US$120 juta. Rinciannya, dari pinjaman ADB US$74,4 juta, APBD US$6,4 juta, APBD kabupaten/kota US$15,2 juta, dan beneficiaries US$6 juta. “untuk mewujudkan tujuan tersebut, melalui sistem perencanaan yang terpadu serta meningkatkan kapasitas infrastruktur perumahan dan permukiman,” jelasnya.

Ada tiga komponen program NUSP-2 ini, yaitu penguatan kapaitas kelembagaan, peningkatan kualitas permukiman (upgrading), dan pembangunan perumahan baru (new site development).

Secara total pada 20 kota di 16 wilayah provinsi, luas kawasan kumuh yang disasar melalui program ini mencapai 3.000 hektare pada 300 kelurahan . Penerima manfaatnya ada 670 ribu kepala keluarga (KK), 55 ribu di antaranya KK miskin. Untuk new site development, diterima lima kabupaten/kota. Di atas lahan 13 hektare, dibangun 845 unit rumah sederhana sehat (RSS) tipe 27/90.

Dari hasil pemutakhiran data kumuh 2014, Palembang termasuk dalam kluster A dengan jumlah KK miskin di lokasi kumuh 18.592 KK atau 8,2 persen. “Mereka tersebar pada luas lahan kumuh 172,90 hektare. Sedangkan yang dimaksud KK miskin, penghasilan bulanan kuran dari Rp 2,2 juta,” imbuhnya.

Khusus untuk upgrading, alokasi dana untuk Palembang yang termasuk satu dari kota besar penerima program ini diperkirakan mencapai US$4,5 juta Dijelaskannya, ada tujuh komponen dalam kegiatan NUSP-2 yang akan dijalankan, yaitu infrastruktur, jalan utama, jalan setapak, drainase, sanitasi, penyediaan air minum, pengendalian banjir, dan PJU (penerangan jalan umum).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Palembang, Hardayani menjelaskan, NUSP-2 merupakan kelanjutan dari program NUSSP. “Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak 2010. Saat itu, ada lima kawasan kumuh di Palembang yang telah diperbaiki,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan dalam program NUSP-2 direncanakan berdasarkan program dan kebutuhan, bukan per kelurahan. “Akan dilihat seberapa besar wilayah yang akan dibenahi,” tukasnya. (cj11/ce4)

Hasil Pemutakhiran Data Kumuh 2014

— Palembang termasuk Kluster A
— Jumlah KK miskin di lokasi kumuh 18.592 KK
KK miskin, penghasilan Rp 2,2 juta/bulan
— Luas lahan kumuh 172,90 hektare
— Alokasi upgrading US$4,5 juta
— SAsaran NUSP-2 periode
Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) II, Kertapati

Sumatera Ekspres, Senin, 1 September 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: