Dewan Hanya Setujui Rp 38 Miliar


Nihil untuk Gaji Karyawan Transmusi

Dewan Hanya Setujui Rp 38 Miliar
Rusak: Beberapa bus Transmusi yang rusak teronggok di pool Km 12, beberapa waktu lalu. Butuh biaya besar untuk perbaikannya.

________________________________________

PALEMBANGTerjawab sudah teka-teki penyertaan modal dari Pemkot yang disetujui DPRD Palembang kepada PT SP2J (Sarana Pembangunan Palembang Jaya). Dari usulan Rp 60 miliar, hanya dikabulkan Rp 38 miliar.

“Yang disetujui hanya separuh karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemkot Palembang,” kata Aidil Adhari, Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang, kemarin (26/8).

Ditegaskannya, penyertaan modal itu bukan bantuan untuk menggaji karyawan, melainkan untuk biaya perawatan armada, pembelian armada baru, dan untuk menjalankan proyek PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) di Sematang Borang yang sempat terbangkalai selama satu tahun terakhir.

“Dalam pengajuan Rp 60 miliar, memang masuk anggaran untuk membayar gaji karyawan. Tapi, dewan hanya menyetujui penyertaan untuk perawatan Transmusi, pembelian armada baru, dan menyelesaikan proyek PLTMG di Sematang Borang yang fisiknya sudah dikerjakan 70 persen,” tuturnya.

Selama ini, Transmusi masih mempunyai utang senilai Rp 130 miliar di Bank Muamalat untuk biaya proyek pembangunan PLTMG dan Rp 35 miliar utang lama di BSB (Bank SumselBabel) untuk penyertan modal Transmusi.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen, mengaku belum mengetahui total penyertan modal yang disetujui dewan. “Pada 1 September nanti, baru akan ada pembahasan bersama SP2J dengan Komisi II,” ujarnya.

Katanya, prioritas dari penyertaan modal Pemkot Palembang akan digunakan untuk membayar gaji karyawan, membenahi armada yang rusak, membayar utang di bank, dan membayar cicilan kredit mobil.

Wakil Wali Kota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, berdasarkan peraturan daerah (perda), penyertaan modal keseluruhan disepakati Rp 400 miliar. “Khusus Transmusi, kami akan terus support karena merupakan pelayanan publik,” imbuhnya.

Katanya, Pemkot Palembang hanya bertugas memberikan penyertaan modal. Untuk teknisnya, penggunaannya diserahkan kepada SP2J sesuai kebutuhan prioritas. Yang jelas, masalah gaji harus dibayarkan karena merupakan hak pegawai.

Ditambahkan Harnojoyo, anggaran dari Pemkot juga tidak bisa langsung dikeluarkan karena semuanya butuh proses. Sekarang, dananya masih digodok oleh DPRD Palembang dan akan dibawa ke provinsi. Baru setelah itu bisa cair.

“Yang jelas, untuk ke depannya, Transmusi tetap jalan,” cetusnya. Ia juga paham betul, sebenarnya dana penyertaan modal tidak boleh untuk membayar gaji karyawan, tapi untuk pembelian armada baru, perawatan dan lainnya.

“Tapi, semuanya kami serahkan kepada manajemen SP2J, mana yang mendesak dan sangat prioritas,” imbuhnya. Terkait PLTMG, pembangunan proyek ini akan dilanjutkan. Dalam waktu dekat, Harnojoyo mengatakan akan mengecek kondisi lapangan. “Pekerjaan itu trsisa 15 persen lagi. Dalam APBD-Perubahan, telah dianggarkan dananya. Sesuai target, operasionalnya pada 2015 mendatang,” pungkasnya. (chy/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 27 Agustus 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: